Cara Mengganti Popok Bayi dengan Benar agar Tidak Menimbulkan Ruam


Cara mengganti popok bayi tidak boleh dilakukan secara asal-asalan karena berpotensi menimbulkan ruam. Jika sudah terlanjur muncul ruam, Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan krim zinc oxide, antijamur, dan obat antibiotik.

0,0
10 Nov 2020|Bayu Galih Permana
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Mengganti popok bayi sebaiknya dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah timbulnya ruamCara mengganti popok yang kurang tepat dapat memicu munculnya masalah kulit pada bayi
Mengganti popok bayi merupakan ilmu dasar yang harus dipahami oleh para orangtua. Cara mengganti popok yang kurang tepat dapat memicu munculnya masalah kulit pada bayi. Agar terhindar dari hal itu, penting bagi orangtua untuk mengetahui dan mengerti langkah-langkah mengganti popok bayi yang benar.

Cara mengganti popok bayi yang benar

Sebelum mengganti popok bayi, ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan dan persiapkan supaya proses penggantian berjalan dengan lancar. Beberapa hal tersebut meliputi:
  • Popok pengganti yang bersih
  • Tisu basah khusus bayi
  • Satu set pakaian bersih
  • Tempat bersih untuk membaringkan bayi
  • Tempat untuk membuang popok yang kotor
  • Krim pencegah ruam popok
Agar mudah dibawa ke berbagai tempat, Anda dapat menyimpan perlengkapan-perlengkapan tersebut dalam sebuah tas khusus. Saat dibutuhkan, Anda tinggal mencari tempat yang bersih dan nyaman untuk melakukan proses penggantian popok. Berikut ini langkah-langkah mengganti popok bayi yang benar:

1. Cuci tangan

Biasakan cuci tangan sebelum mengganti popok bayi
Mencuci tangan sebelum mengganti popok bayi akan mencegah penyebaran bakteri
Sebelum mengganti popok bayi, Anda harus mencuci tangan terlebih dahulu. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penyebaran bakteri. Supaya proses penggantian popok berjalan lancar, taruh tas khusus berisi perlengkapan bayi pada tempat yang mudah dijangkau oleh tangan Anda.

2. Baringkan bayi

Saat hendak melakukan proses penggantian, baringkan bayi dengan posisi telentang. Ingat, pastikan bahwa tempat dan alas yang digunakan untuk membaringkan buah hati Anda sudah dalam keadaan bersih.

3. Lepaskan popok secara perlahan

Untuk melepaskan popok, genggam pergelangan kaki anak Anda secara perlahan dan angkat hingga pantatnya terangkat ke atas. Apabila ada banyak kotoran yang menempel, Anda dapat menggunakan bagian atas popok untuk menyapukannya ke bawah.

4. Jauhkan popok bekas dari jangkauan bayi

Taruh popok bekas berisi kotoran tadi di dekat Anda. Namun, pastikan popok itu diletakkan di tempat yang tidak dapat dijangkau oleh anak agar tak terjatuh dan menyebabkan kotorannya berceceran.

5. Bersihkan area sekitar kemaluan dan bokong bayi menggunakan tisu basah

Bersihkan area kemaluan dan bokong dengan tisu basah saat mengganti popok bayi
Gunakan tisu basah tanpa pewangi saat membersihkan area kemaluan dan bokong
Untuk mencegah infeksi, bersihkan area kemaluan dan pantat anak Anda dengan memakai tisu basah yang tidak mengandung pewangi. Pastikan Anda sudah membersihkan area tersebut secara menyeluruh untuk mencegah munculnya ruam.

6. Oleskan krim pencegah ruam

Sebelum memasangkan popok baru pada bayi, oleskan krim untuk mencegah ruam. Mintalah rekomendasi produk krim pencegah ruam pada dokter supaya dapat disesuaikan dengan kondisi kulit anak Anda.

7. Pasangkan popok baru pada bayi

Setelah mengoleskan krim pencegah ruam, pasangkan popok baru pada bayi. Kemudian, lipat bagian atas popok ke bawah untuk mencegah terjadinya iritasi.

8. Lipat popok bekas bersamaan dan tisu basah yang sebelumnya digunakan

Gulung popok bekas bersamaan dengan tisu basah yang Anda gunakan untuk membersihkan kotoran bayi. Buang popok bekas tersebut di tempat yang telah Anda persiapkan sebelumnya atau tong sampah.

9. Cuci tangan Anda dan bayi

Setelah selesai mengganti popok, jangan lupa mencuci tangan Anda dan anak. Langkah ini sangatlah penting dilakukan untuk mencegah kontaminasi bakteri dari proses penggantian popok.

Seberapa sering popok harus diganti?

Pada bulan pertama setelah kelahiran, bayi biasanya menghabiskan 10 hingga 12 popok dalam sehari. Meski begitu, jumlah popok yang dibutuhkan masing-masing bayi dalam sehari berbeda satu sama lain. Semua bergantung pada seberapa sering anak Anda buang air kecil dan besar.Seiring berjalannya waktu, jumlah popok yang dibutuhkan oleh bayi akan semakin berkurang. Penting bagi Anda untuk memeriksa popok bayi secara berkala dan menggantinya sesegera mungkin setiap kali basah. Tidak hanya demi kenyamanan bayi, cara ini juga bisa digunakan untuk memantau kesehatan anak Anda. Apabila frekuensi buang air kecil dan besar anak tidak seperti biasanya, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Bahaya tidak mengganti popok bayi sesegera mungkin

Beberapa orangtua kerap kali menunda penggantian popok anak mereka. Padahal, kebiasaan ini bisa memicu munculnya ruam popok. Ruam popok sendiri muncul sebagai efek penggunaan popok kotor yang terlalu lama.Berikut sejumlah tips yang dapat Anda terapkan untuk mencegah munculnya ruam popok pada bayi:
  • Mengganti popok sesegera mungkin saat kotor
  • Angin-anginkan pantat anak Anda ketika mengganti popok
  • Gunakan sabun lembut tanpa pewangi dan lap hangat untuk membersihkan kotoran
  • Pilih produk tisu basah yang bebas parfum, alkohol, dan bahan kimia karena berpotensi merusak kulit
  • Ketika mencuci popok kain, hindari penggunaan deterjen dengan pewangi dan pelembut kain karena bisa memicu ruam
Jika sudah terlanjur muncul ruam popok pada bayi, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya. Cara-cara tersebut di antaranya:
  • Menggunakan krim zinc oxide
  • Krim antijamur apabila ruam disebabkan oleh infeksi jamur
  • Obat antibiotik apabila ruam disebabkan oleh infeksi bakteri
Apabila ruam popok tak kunjung hilang dalam waktu 2 hingga 3 hari, segeralah konsultasikan kondisi anak Anda dengan dokter. Untuk berdiskusi lebih lanjut terkait cara mengganti popok bayi yang benar, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
ruam popokkotoran bayifeses bayimerawat bayiperlengkapan bayi
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/how-to-change-a-diaper
Diakses pada 27 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/treat-diaper-rash-16/diaper-problems-solved
Diakses pada 27 Oktober 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/how-to-change-a-diaper-289239
Diakses pada 27 Oktober 2020
Mom.com. https://mom.com/baby/how-often-should-i-change-my-babys-diaper
Diakses pada 27 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait