Cara Mengetahui Masa Subur untuk Merencanakan Kehamilan

Pembuahan yang terjadi saat ovulasi atau masa subur memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk hamil
Mengetahui masa subur berguna bagi Anda yang sedang mengikuti program kehamilan

Merencakan kehamilan adalah proses penting bagi Anda yang ingin segera hamil. Salah satu bagian dari proses tersebut adalah mengetahui masa subur. Berikut adalah beberapa cara untuk mengetahui masa subur bagi Anda yang merencanakan kehamilan dalam waktu dekat.

1. Pahami Siklus Menstruasi Anda

Siklus menstruasi merupakan bagian dari cara tubuh untuk mempersiapkan diri akan kemungkinan kehamilan setiap bulannya. Sehingga, memahami siklus menstruasi akan membuat Anda mengetahui masa subur sehingga meningkatkan peluang untuk hamil. Fase awal dimulai dengan hari pertama perdarahan selama periode menstruasi berlangsung.

Siklus menstruasi rata-rata terjadi antara 28-35 hari. Pada hari 1-5, merupakan hari dimana Anda mengalami menstruasi. Selanjutnya pada hari 6-14, tubuh akan mulai mempersiapkan diri untuk kemungkinan kehamilan sehingga dinding rahim akan menebal dan menjadi kaya akan nutrisi dan aliran darah.

Lalu pada hari 14-25, sel telur mulai dilepaskan dan akan menuju ke rahim. Masa-masa ini disebut dengan masa ovulasi. Jika pada masa ovulasi tidak terjadi pembuahan, maka pada hari 25-28 dinding rahim yang telah menebal tadi akan luruh dan Anda akan mengalami menstruasi. 

Perlu Anda ketahui, siklus menstruasi setiap wanita dapat berbeda-beda. Sehingga, Anda tidak perlu khawatir apabila siklus Anda berbeda dari penjelasan di atas. 

2. Ketahui Apa yang Terjadi Saat Ovulasi

Wanita dilahirkan dengan sekitar 1-2 juta sel telur, namun yang dilepaskan hanya 300-400 melalui ovulasi selama masa hidup mereka. Biasanya, mereka hanya melepaskan satu setiap bulan. Telur berjalan di sepanjang salah satu dari dua saluran tuba yang menghubungkan ovarium ke rahim Anda.

Jika waktunya tepat, sperma dapat menyuburkannya dalam perjalanan ke rahim. Jika pembuahan tidak terjadi dalam 24 jam setelah telur meninggalkan ovarium, sel telur akan larut. Sperma dapat hidup selama 3-5 hari, jadi untuk mengetahui kapan Anda berovulasi akan dapat membantu Anda dan pasangan merencanakan seks saat masa subur. 

Anda dapat mulai memeriksa tanda kehamilan mulai dari satu minggu setelah pembuahan. Pemeriksaan kehamilan juga dapat mulai Anda lakukan pada hari ke-7 hingga ke-10 setelah masa ovulasi.

3. Mengetahui Hari yang Paling Subur

Pada umumnya, waktu terbaik untuk merencanakan kehamilan adalah melakukan hubungan seks pada 1-2 hari sebelum ovulasi. Jika Anda memiliki siklus menstruasi selama 28 hari dan teratur, coba hitung kembali 14 hari dari periode menstruasi berikutnya dimulai.

Anda dan pasangan dapat melakukan seks pada hari ke-12 dan 14 tersebut. Melakukan hubungan seks setiap hari justru dapat menurunkan jumlah sperma pria. Namun, siklus menstruasi Anda mungkin bisa lebih panjang atau lebih pendek. Gunakan kalkulator ovulasi online untuk membantu Anda menentukan masa yang paling subur.

4. Lacak Ovulasi dengan Suhu 

Setelah tubuh Anda melepaskan telur, hormon progesteron masuk untuk membangun dan menjaga dinding rahim. Hal ini akan membuat suhu tubuh menjadi meningkat. Untuk mengetahui apakah Anda berovulasi dapat dilakukan dengan mengukur suhu badan dengan termometer pada pagi hari sebelum bangun dari tempat tidur. Cara ini cukup efektif dan terjangkau untuk melacak ovulasi dan mengetahui masa subur Anda.

5. Memprediksi Ovulasi oleh Hormon

Lonjakan jumlah hormon luteinizing (LH) akan menyebabkan indung telur untuk melepaskan sel telur dan biasanya terjadi 36 jam sebelum sel telur dilepaskan. Periksa kadar hormon luteinizing (LH) dengan alat ovulasi untuk menentukan hari ovulasi. Alat ovulasi ini dapat Anda beli di apotek lalu lakukan tes 1-2 hari sebelum hormon luteinizing (LH) meningkat sehingga Anda dapat mencatat kenaikannya.

6. Fase Terakhir Siklus Menstruasi Anda

Hormon progesteron akan masuk untuk membantu agar lapisan rahim dan telur Anda siap untuk dibuahi pada paruh kedua siklus menstruasi. Jika sel telur tidak dibuahi dan tidak diimplantasi, sel tersebut akan hancur dan hormon progesteron akan turun sekitar 12-16 hari kemudian. Hormon progesteron ini akan bercampur dengan darah, dan jaringan dari lapisan rahim yang dikeluarkan dari tubuh ini biasa disebut dengan menstruasi.

7. Berat Memengaruhi Kesuburan

Jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas, menurunkan berat badan dapat meningkatkan peluang Anda untuk hamil. Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita yang indeks massa tubuh (BMI) di atas normal membutuhkan waktu dua kali lebih lama untuk hamil. Penurunan berat badan 5%-10% secara dramatis dapat meningkatkan ovulasi dan kehamilan. Obesitas juga bisa menyebabkan infertilitas dan rendahnya testosteron pada pria.

menghitung masa subur

WebMD. https://www.webmd.com/baby/ss/slideshow-understanding-fertility-ovulation
diakses pada 12 Februari 2019

The Society of Obstreticians and Gynaecologist of Canada. https://www.yourperiod.ca/normal-periods/menstrual-cycle-basics/#cycleGeneral
diakses pada 12 Februari 2019

American Pregnancy Association. http://americanpregnancy.org/getting-pregnant/understanding-ovulation/
diakses pada 12 Februari 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed