Ada berbagai cara mengetahui jenis kelamin bayi yang efektif untuk dilakukan
Orang tua sebaiknya tidak memercayai mitos mengenai cara mengetahui jenis kelamin bayi

Memasuki 16 minggu atau 4 bulan kehamilan, jenis kelamin bayi biasanya sudah bisa diidentifikasi. Sebagian ibu hamil mungkin akan segera mencari informasi untuk mengetahui jenis kelamin janin yang tengah dikandung.

Cara mengetahui jenis kelamin bayi dapat dilakukan melalui beberapa tindakan medis, namun sayangnya masih banyak orang yang percaya dan terpengaruh oleh mitos-mitos yang berkembang dalam masyarakat dalam mengindentifikasi jenis kelamin bayi ini.

Jika salah identifikasi, bisa saja malah ibu hamil yang merugi. Terutama jika Anda telah mempersiapkan perlengkapan untuk bayi laki-laki/perempuan, tapi yang lahir adalah sebaliknya. Untuk mengatasi mitos ini, ada beberapa cara mengetahui jenis kelamin bayi yang dapat Anda percayai.

Cara mengetahui jenis kelamin bayi

Meski penis atau vulva bayi mulai terbentuk pada awal minggu keenam kehamilan, namun sulit untuk benar-benar diidentifikasi jenis kelamin si bayi hingga sekitar minggu ke-14. Oleh sebab itu, banyak wanita hamil baru mengetahui jenis kelamin bayinya di antara minggu ke-16 sampai 20. Berikut cara mengetahui jenis kelamin bayi yang bisa Anda lakukan:

  • Ultrasonografi (USG)

Ultrasonografi (USG) adalah tes prenatal rutin yang dilakukan dengan memindai perut ibu hamil menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan janin. Tes ini sering digunakan dalam memeriksa perkembangan dan kesehatan bayi. 

USG juga bisa mengungkap jenis kelamin bayi. Sebagian besar dokter biasanya menjadwalkan USG sekitar 18-21 minggu kehamilan, namun jenis kelamin janin dapat ditentukan dengan USG paling cepat pada minggu ke-14. 

Namun, metode ini bisa saja tidak 100 persen akurat jika bayi berada dalam posisi yang sulit untuk dilihat dengan jelas alat kelaminnya. Hal ini membuat Anda harus melakukan USG kembali di lain waktu untuk melihat jenis kelamin bayi.

  • Non-invasive prenatal test (NIPT) 

Anda juga dapat mengetahui jenis kelamin bayi dengan melakukan tes NIPT. Ini merupakan tes darah yang dilakukan untuk mendeteksi kelainan kromosom mulai dari 10 minggu kehamilan. Dalam tes ini, Anda akan memberi sampel darah yang kemudian diperiksa di laboratorium terkait dengan DNA janin. 

Tes ini juga dapat secara akurat menentukan jenis kelamin janin, dan bahkan tidak menimbulkan risiko apa pun bagi Anda maupun janin. Anda mungkin membutuhkan NIPT jika berisiko tinggi memiliki bayi dengan kelainan kromosom, pernah melahirkan bayi dengan kelainan, atau jika Anda berusia di atas 35 tahun.

  • Amniosentesis

Amniosentesis adalah tes yang dapat membantu mendeteksi masalah pada perkembangan janin. Tes ini dilakukan dengan mengumpulkan sedikit cairan ketuban yang mengandung sel-sel yang menunjukkan kelainan. Pada prosedur tindakan ini, dokter akan menusukkan jarum ke dinding perut Ibu untuk mendapatkan air ketuban sebagai sampel. 

Dokter akan mengambil sekitar 30 ml cairan ketuban. Tidak perlu khawatir untuk melakukan tindakan ini, dokter akan memberikan obat bius terlebih dahulu pada Anda. Sel-sel ini selanjutnya diuji untuk menentukan down syndrome, spina bifida, dan kondisi genetik lainnya.

Di samping mendeteksi cacat lahir dan kelainan lain, amniosentesis juga dapat mengidentifikasi jenis kelamin janin Anda. Dokter akan merekomendasikan amniosentesis jika USG mendeteksi adanya kelainan pada janin, jika Anda berusia lebih dari 35 tahun saat nanti melahirkan, atau jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kromosom. Anda dapat melakukan tes ini sekitar 15-18 minggu kehamilan.

  • Chorionic villus sampling (CVS)

Chorionic villus sampling adalah salah satu tes genetik yang digunakan untuk mendeteksi kelainan genetik atau kromosom. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel vilus korionik yang merupakan jenis jaringan pada plasenta. Tes ini dapat mengungkap informasi genetik tentang janin sehingga Anda juga dapat mengetahui jenis kelaminnya.

Tes ini biasanya dilakukan pada minggu ke-10 atau ke-12 kehamilan. Dokter akan merekomendasikan CVS jika Anda berusia di atas 35 tahun atau memiliki riwayat keluarga dengan kelainan kromosom. Ini adalah tes yang akurat untuk mengetahui jenis kelamin bayi, namun memiliki beberapa risiko, seperti kram, pendarahan, bocor ketuban, dan lainnya.

Mitos cara mengetahui jenis kelamin bayi

Selama ini, masyarakat percaya mengenai berbagai mitos untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Mitos tersebut mulai dari bentuk perut ibu hamil, kebiasaan mengidam, dan lainnya. Adapun mitos tersebut, antara lain:

  • Tinggi rendahnya perut ibu hamil

Mitos: Jika perut ibu hamil menggantung rendah maka memiliki bayi laki-laki, namun jika tinggi maka mengandung bayi perempuan.

Argumen ini hanyalah mitos belaka sebab rendah atau tingginya perut ibu hamil dipengaruhi oleh otot-otot perut dan posisi janin berada. Selain itu, ini juga berkaitan dengan bentuk tubuh ibu dan berat badan yang dimilikinya, bukan jenis kelamin bayi.

  • Ritme jantung janin

Mitos: Jika jantung janin berdetak lebih cepat dari 140 denyut per menit maka itu adalah bayi perempuan, namun jika kurang dari angka tersebut maka Anda mengandung bayi laki-laki.

Lagi-lagi ini hanya mitos belaka karena jantung bayi umumnya berdetak lebih cepat selama 28-30 minggu pertama kehamilan. Sebuah studi pada tahun 2006 bahkan tidak menemukan perbedaan terkait gender dengan denyut jantung janin selama trimester pertama.

  • Ngidam ibu hamil

Mitos: Jika ibu senang mengonsumsi makanan manis, maka ibu mengandung bayi laki-laki. Namun, jika ibu sangat menginginkan makanan asam, maka ibu mengandung bayi perempuan.

Pernyataan ini juga merupakan mitos belaka. Mengidam hanyalah dampak dari perubahan hormon yang terjadi dalam kehamilan dan meningkatnya indera penciuman Anda. Oleh sebab itu, hal ini tak berpengaruh pada jenis kelamin janin.

Berbagai mitos tersebut sebaiknya tidak Anda percayai, meski mungkin pada sebagian kasus secara kebetulan bisa tepat. Akan lebih baik, jika Anda melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang Anda kandung.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/when-can-you-find-out-sex-of-baby#medical-tests
Diakses pada 10 Februari 2020
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_when-and-how-can-i-find-out-my-babys-sex_20004784.bc
Diakses pada 10 Februari 2020
Web MD. https://www.webmd.com/baby/features/predicting-baby-gender#1
Diakses pada 10 Februari 2020

Artikel Terkait