logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi, Bukan Mitos

open-summary

Cara mengetahui jenis kelamin bayi bisa dilakukan ketika Anda hamil 16 bulan. Beberapa cara untuk menentukan jenis kelamin bayi adalah dengan USG dan tes NIPT.


close-summary

3.23

(13)

10 Feb 2020

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Cara mengetahui jenis kelamin bayi yang efektif untuk dilakukan di antaranya USG dan tes NIPT

Cara mengetahui jenis kelamin bayi dilakukan dengan beragam metode, bukan mitos

Table of Content

  • Cara mengetahui jenis kelamin bayi
  • Mitos cara mengetahui jenis kelamin bayi
  • Catatan dari SehatQ

Cara mengetahui jenis kelamin bayi bisa dilakukan ketika usia kehamilan Anda memasuki 16 minggu atau hamil 4 bulan.

Advertisement

Sebagian ibu hamil mungkin akan segera mencari informasi untuk mengetahui jenis kelamin janin yang tengah dikandung.

Cara mengetahui jenis kelamin bayi dapat dilakukan melalui beberapa tindakan medis.

Sayangnya, masih banyak orang yang percaya dan terpengaruh oleh mitos-mitos yang berkembang dalam masyarakat dalam menentukan jenis kelamin bayi ini.

Jika salah identifikasi, bisa saja malah ibu hamil yang merugi. Terutama jika Anda telah mempersiapkan perlengkapan untuk bayi laki-laki/perempuan, tapi yang lahir adalah sebaliknya.

Untuk mengatasi mitos ini, ada beberapa cara mengetahui jenis kelamin bayi yang dapat Anda percayai.

Cara mengetahui jenis kelamin bayi

Meski penis atau vulva bayi mulai terbentuk pada awal minggu keenam kehamilan, sulit untuk benar-benar menentukan jenis kelamin bayi hingga sekitar minggu ke-14.

Lantas, kapan jenis kelamin bayi bisa diketahui? Banyak wanita hamil baru mengetahui jenis kelamin bayinya di antara minggu ke-16 sampai 20.

Berikut cara mengetahui jenis kelamin bayi yang bisa Anda lakukan:

1. Ultrasonografi (USG)

USG merupakan salah satu tes untuk mengetahui jenis kelamin bayi
USG merupakan salah satu tes untuk mengetahui jenis kelamin bayi

Ultrasonografi (USG) adalah tes prenatal rutin yang dilakukan dengan memindai perut ibu hamil menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan janin.

Tes ini sering digunakan dalam memeriksa perkembangan dan kesehatan bayi. 

Selain mengetahui detak jantung bayi, USG juga bisa digunakan sebagai cek jenis kelamin bayi.

Sebagian besar dokter biasanya menjadwalkan USG sekitar 18-21 minggu kehamilan, tetapi jenis kelamin janin dapat ditentukan dengan pemeriksaan USG paling cepat pada minggu ke-14. 

Hasil USG jenis kelamin bayi akan lebih akurat pada minggu tersebut karena bila di bawah usia kehamilan 14 minggu, jenis kelamin bayi belum bisa dibedakan jika dilihat dari hasil USG.

Namun, metode ini bisa saja tidak 100 persen akurat jika bayi berada dalam posisi yang sulit untuk dilihat dengan jelas alat kelaminnya.

Selain itu, terkait cara membaca hasil USG jenis kelamin bayi, akurasi metode ini bisa berkurang bila Anda mengandung anak kembar atau Anda mengalami obesitas.

Hal ini membuat Anda harus melakukan USG kembali di lain waktu untuk melihat jenis kelamin bayi.

2. Non-invasive prenatal test (NIPT)

Tes NIPT untuk menentukan jenis kelamin bayi berguna untuk cek kromosom
Tes NIPT untuk menentukan jenis kelamin bayi berguna untuk cek kromosom

Anda juga dapat mengetahui jenis kelamin bayi dengan melakukan tes NIPT. Ini merupakan tes darah yang dilakukan untuk mendeteksi kelainan kromosom mulai dari 10 minggu kehamilan. 

Dalam tes ini, Anda akan memberi sampel darah yang kemudian diperiksa di laboratorium terkait dengan DNA janin. 

Tes ini juga dapat secara akurat menentukan jenis kelamin bayi, dan bahkan tidak menimbulkan risiko apa pun bagi Anda maupun janin.

Bahkan, penelitian dari Journal of American Medical Association menemukan bahwa tes ini memiliki tingkat akurasi sebesar 95-99% untuk menentukan jenis kelamin bayi.

Baca Juga

  • Sakit Perut Sebelah Kiri Saat Hamil Muda, Ini Penyebabnya
  • Trimester 3 Kehamilan: Apa Saja Perkembangan dan Risiko yang Perlu Diketahui Calon Ibu?
  • Hamil 27 Minggu, Ini Perubahan yang Terjadi pada Ibu dan Janin

Tes ini juga terbukti lebih akurat dalam mendeteksi anak laki-laki di dalam kandungan. Hal ini dikarenakan normalnya laki-laki memiliki kromosom XY. Sebab, bila sampel darah kekurangan kromosom Y, berarti Anda tidak sedang hamil anak laki-laki.

Anda mungkin membutuhkan NIPT jika berisiko tinggi memiliki bayi dengan kelainan kromosom, pernah melahirkan bayi dengan kelainan, atau jika Anda berusia di atas 35 tahun.

3. Amniosentesis

Amniosentesis adalah tes yang dapat membantu mendeteksi masalah pada perkembangan janin.

Cara mengetahui jenis kelamin bayi ini dilakukan dengan mengumpulkan sedikit cairan ketuban yang mengandung sel-sel yang menunjukkan kelainan.

Pada prosedur tindakan ini, dokter akan menusukkan jarum ke dinding perut Ibu untuk mendapatkan air ketuban sebagai sampel. 

Dokter akan mengambil sekitar 30 ml cairan ketuban. Tidak perlu khawatir untuk melakukan cara mengetahui jenis kelamin bayi ini, dokter akan memberikan obat bius terlebih dahulu pada Anda.

Sel-sel ini selanjutnya diuji untuk menentukan down syndrome, spina bifida, dan kondisi genetik lainnya.

Di samping mendeteksi cacat lahir dan kelainan lain, amniosentesis juga dapat mengidentifikasi jenis kelamin janin Anda.

Dokter akan merekomendasikan amniosentesis jika USG mendeteksi adanya kelainan pada janin, jika Anda berusia lebih dari 35 tahun saat nanti melahirkan, atau jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kromosom.

Anda dapat melakukan tes ini sekitar 15-18 minggu kehamilan.

4. Chorionic villus sampling (CVS)

Chorionic villus sampling adalah salah satu tes genetik yang digunakan untuk mendeteksi kelainan genetik atau kromosom.

Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel vilus korionik yang merupakan jenis jaringan pada plasenta.

Cara mengetahui jenis kelamin bayi ini dapat mengungkap informasi genetik tentang janin sehingga Anda juga dapat mengetahui jenis kelaminnya.

Tes ini biasanya dilakukan pada minggu ke-10 atau ke-12 kehamilan. Dokter akan merekomendasikan CVS jika Anda berusia di atas 35 tahun atau memiliki riwayat keluarga dengan kelainan kromosom.

Ini adalah cara mengetahui jenis kelamin bayi yang akurat untuk mengetahui jenis kelamin bayi, namun memiliki beberapa risiko, seperti kram, pendarahan, bocor ketuban, dan lainnya.

Mitos cara mengetahui jenis kelamin bayi

Selama ini, masyarakat percaya mengenai berbagai mitos untuk mengetahui jenis kelamin bayi.

Mitos tersebut mulai dari bentuk perut ibu hamil, kebiasaan mengidam, dan lainnya. Adapun mitos tersebut, antara lain:

1. Tinggi rendahnya perut ibu hamil

Mitos: Jika perut ibu hamil menggantung rendah maka memiliki bayi laki-laki, namun jika tinggi maka hamil anak perempuan.

Argumen ini hanyalah mitos belaka sebab rendah atau tingginya perut ibu hamil dipengaruhi oleh otot-otot perut dan posisi janin berada. 

Selain itu, ini juga berkaitan dengan bentuk tubuh ibu dan berat badan yang dimilikinya, bukan jenis kelamin bayi.

2. Ritme jantung janin

Mitos: Jika jantung janin berdetak lebih cepat dari 140 denyut per menit maka itu adalah bayi perempuan, namun jika kurang dari angka tersebut maka Anda mengandung bayi laki-laki.

Lagi-lagi ini hanya mitos belaka karena jantung bayi umumnya berdetak lebih cepat selama 28-30 minggu pertama kehamilan.

Sebuah studi pada tahun 2006 bahkan tidak menemukan perbedaan terkait gender dengan denyut jantung janin selama trimester pertama.

3. Ngidam ibu hamil

Mitos: Jika ibu senang mengonsumsi makanan manis, maka ibu mengandung bayi laki-laki. Namun, jika ibu sangat menginginkan makanan asam, maka ibu mengandung bayi perempuan.

Pernyataan ini juga merupakan mitos belaka.

Mengidam hanyalah dampak dari perubahan hormon yang terjadi dalam kehamilan dan meningkatnya indera penciuman Anda.

Oleh sebab itu, hal ini tak berpengaruh pada jenis kelamin janin.

Catatan dari SehatQ

Cara mengetahui jenis kelamin bayi bisa dilakukan dengan beberapa metode.

Umumnya, agar mendapat jawaban yang akurat dari menentukan jenis kelamin bayi, Anda disarankan melakukan pemeriksaan saat usia kehamilan di atas 14 minggu.

Berbagai mitos tersebut sebaiknya tidak Anda percayai, meski mungkin pada sebagian kasus secara kebetulan bisa tepat. 

Akan lebih baik, jika Anda melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang Anda kandung.

Sebelum melakukan serangkaian metode, Anda juga bisa konsultasi dengan dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

kehamilantes kehamilanpemeriksaan kehamilanmenjaga kehamilanhamilibu hamil

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved