Cara Mengejan yang Benar Saat Melahirkan Normal agar Bayi Cepat Keluar

(0)
Cara mengejan yang benar saat melahirkan tidak boleh dilakukan sembaranganCara mengejan saat melahirkan juga perlu mendengarkan aba-aba dari dokter kandungan
Cara mengejan yang benar saat melahirkan normal merupakan sebuah ilmu yang sebaiknya wajib dikuasai oleh para ibu hamil jelang waktu persalinan. Terlebih bagi para calon ibu yang baru kali pertama melahirkan buah hati.Pasalnya, cara mengejan saat melahirkan tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Salah-salah, cara ngeden saat melahirkan yang salah justru dapat membahayakan ibu dan bayi.

Bagaimana cara mengejan yang benar saat melahirkan?

Bagi para calon ibu yang baru pertama kali akan melahirkan buah hati, mengejan atau ngeden saat melahirkan normal mungkin menjadi hal yang menakutkan.Padahal, Anda tidak perlu khawatir. Sebab, membekali diri dengan langkah cara mengejan yang benar saat melahirkan akan membuat proses persalinan Anda berjalan lancar.Lantas, bagaimana cara mengejan yang benar saat melahirkan? Simak penjelasan mengenai cara mengejan saat melahirkan dengan tepat berikut ini. 

1. Mengetahui kapan waktu harus mengejan

Sebelum melakukan cara mengejan yang benar saat melahirkan, penting untuk mengetahui kapan waktu bagi ibu harus mengejan. Anda siap untuk mengejan sepenuhnya apabila tanda-tanda melahirkan berupa pembukaan lahiran saat proses melahirkan normal sudah memasuki tahap persalinan normal yang kedua.
Cara mengejan yang benar harus mengetahui kapan waktu mengejan
Anda boleh mengejan ketika tahap pembukaan lahiran sudah penuh
Untuk mencapai tahap tersebut, tergantung pada apakah ini merupakan persalinan Anda yang pertama atau berikutnya, dibutuhkan waktu 2 jam atau lebih sampai kondisi serviks (leher rahim) Anda benar-benar sudah melebar hingga 10 sentimeter.Selain itu, kesiapan untuk mengejan juga disertai dengan adanya kontraksi rahim.Pada tahap kedua persalinan, kontraksi rahim yang terjadi setiap 5 menit selama 45-90 detik.

2. Pilih posisi yang nyaman saat mengejan

Memilih posisi yang nyaman saat ngeden juga merupakan hal yang penting guna memperlancar cara mengejan yang benar saat melahirkan.Ada banyak posisi yang nyaman dan bisa Anda lakukan selama melakukan cara mengejan saat melahirkan.Mulai dari posisi jongkok, berbaring menyamping dengan salah satu kaki yang diangkat, hingga posisi yang bertumpu pada tangan dan lutut.Apa pun posisi saat melahirkan yang dipilih, selalu tempatkan dagu Anda di dada dan tarik punggung ke depan untuk membantu otot perut dan rahim ketika mendorong bayi keluar.Untuk mempercepat proses persalinan, Anda bisa menempatkan diri pada posisi duduk atau jongkok sehingga gravitasi dapat membantu proses kelahiran bayi.Umumnya, posisi yang bertumpu pada tangan dan lutut paling sering dipilih para ibu saat mengejan. Pada posisi ini, ibu akan berbaring dengan kedua kaki dibuka lebar seraya menekuk lutut.Jika bayi lahir dengan cepat, posisikan diri dengan berbaring miring ataupun lurus.

3. Ikuti perintah aba-aba dari dokter untuk mengejan

Ketika pembukaan lahiran sudah lengkap dan kondisi serviks benar-benar sudah melebar hingga 10 sentimeter, dokter kandungan akan memerintahkan Anda untuk melakukan cara mengejan yang benar saat melahirkan.Anda bisa mulai menerapkan cara mengejan yang benar saat melahirkan seolah sedang berusaha buang air besar.Inti dari cara mengejan yang benar saat melahirkan adalah Anda akan diminta oleh dokter untuk menarik napas dalam-dalam, menahannya, lalu ngeden dengan mengencangkan otot perut sekeras mungkin untuk membantu bayi keluar.Dengan mengikuti perintah dari dokter untuk melakukan cara mengejan yang benar saat melahirkan dapat memudahkan proses persalinan.

4. Mulai lakukan cara mengejan yang benar saat melahirkan

Cara mengejan yang benar saat melahirkan adalah mendengar aba-aba dari dokter
Cara mengejan adalah dengan menarik napas, menahan, lalu memgencangkan otot perut
Di sela-sela proses melahirkan normal berlangsung, dokter akan memandu Anda kapan harus melakukan cara mengejan yang benar di setiap kontraksi dan kapan harus berhenti dengan langkah-langkah di bawah ini:
  • Ketika tubuh dalam posisi berbaring dengan kedua kaki ditekuk dan dibuka lebar, tarik napas dalam-dalam untuk mengisi udara di paru-paru.
  • Angkat sedikit punggung Anda sehingga posisi kepala sedikit terbangun.
  • Selipkan dagu Anda ke dada.
  • Rilekskan seluruh bagian dasar panggul sehingga membuat area perineum (area antara vagina dan anus) seolah menonjol keluar.
  • Tarik napas dalam-dalam, lalu dorong tubuh untuk mulai mengejan.
  • Lakukan cara mengejan yang benar ini sebanyak 3-4 kali setiap kali kontraksi.
  • Kurangi cara mengejan saat kontraksi berakhir guna mempertahankan posisi bayi yang sudah berada di jalan lahir sehingga mencegahnya bergerak kembali ke atas.
Jika Anda menggunakan obat bius epidural, cara mengejan yang benar saat melahirkan mungkin akan terasa menyulitkan untuk dilakukan. Bahkan, mungkin Anda tidak merasakan keinginan untuk mengejan sama sekali.Pada kondisi tersebut, dokter kandungan akan memandu Anda untuk melakukan cara mengejan saat melahirkan dengan tepat dan optimal.

5. Lakukan teknik pernapasan dengan benar

Bagi sebagian besar ibu, cara mengejan yang benar saat melahirkan lebih membutuhkan teknik mengatur pernapasan dibandingkan mendorong bayi keluar.Teknik pernapasan yang dilakukan dengan benar dapat membantu Anda tetap tenang dan fokus saat mengejan.Selain itu, melakukan teknik pernapasan sebagai bagian dari cara mengejan saat melahirkan dapat membantu mengencangkan otot-otot tubuh Anda sepenuhnya.Dengan demikian, Anda akan menggunakan lebih banyak otot dan mendapatkan kekuatan lebih untuk mendorong bayi keluar.Cara mengatur pernapasan di sela-sela cara mengejan saat melahirkan adalah
  • Merilekskan tenggorokan dan rahang serta membuat mulut terbuka. Tetapi, sebaiknya jangan berteriak. Berteriak akan membuat Anda kehabisan tenaga.
  • Meletakkan tangan di atas perut saat mengejan guna melemaskan perineum.
  • Membuang napas dengan menghembuskannya melalui hidung secara perlahan. Sebaiknya, tidak membuang napas melalui mulut.
  • Anda juga dapat mengeluarkan suara, seperti “ah” atau “o” untuk membantu mengeluarkan napas. Ini juga menjadi cara merilekskan tubuh bagian atas dan melemaskan perineum.
  • Menahan napas saat mengejan mungkin dapat memudahkan Anda untuk mengejan. Namun, ingat untuk segera bernapas kembali secara teratur agar aliran oksigen untuk ibu dan bayi tetap terjaga.

6. Jangan lupa ikuti tubuh sendiri

Pada dasarnya, cara mengejan saat melahirkan merupakan hal yang terjadi secara alamiah. Jadi, jangan lupakan untuk merasakan dan mengikuti keinginan tubuh sendiri.Anda sendiri yang dapat merasakan kapan harus mengejan untuk membantu bayi keluar atau berhenti sejenak agar istirahat di kontraksi berikutnya.

7. Mengetahui kapan waktu berhenti mengejan

Saat melakukan cara mengejan yang benar saat melahirkan, ada kalanya Anda diminta oleh dokter untuk berhenti mengejan walaupun sedang merasakan kontraksi kuat dalam rahim.Hal ini biasanya disebabkan oleh serviks belum melebar sepenuhnya atau perineum yang belum meregang secara bertahap untuk menyesuaikan dengan kepala bayi.Pada kondisi tersebut, Anda diminta berhenti mengejan untuk sementara waktu. Mengejan saat pembukaan belum sempurna akan menyebabkan jalan lahir membengkak dan mempersulit bayi untuk melewatinya.Selama waktu berhenti mengejan, Anda bisa mengendurkan atau merilekskan leher, bahu, dan tungkai kaki seraya menghembuskan napas.Anda bisa menarik dan menghembuskan napas secara perlahan seolah seperti sedang meniup lilin.Anda juga diminta untuk berhenti mengejan apabila kepala bayi sudah muncul (crowning). Ini artinya, kepala bayi sudah melewati vagina.Biasanya kondisi tersebut ditandai dengan sensasi rasa panas dan perih di vagina yang meregang.

Berapa lama cara mengejan saat melahirkan dilakukan?

Lama cara mengejan yang benar saat melahirkan tergantung pada posisi janin dan kemampuan ibu saat ngeden
Posisi ibu saat mengejan adalah berbaring dengan menekuk kedua lutut
Lama waktu cara mengejan saat melahirkan cenderung bervariasi tergantung pada posisi janin di dalam kandungan, ukuran bayi, dan kemampuan ibu untuk mengejan.Bagi ibu hamil yang baru pertama kali mengejan, rata-rata lama waktu mengejan adalah 1-2 jam.Pada beberapa kasus, seperti posisi kepala bayi menghadap tulang kemaluan atau posisi posterior, waktu mengejan dapat berlangsung lebih dari 2 jam.Bayi yang berada dalam posisi posterior mungkin akan lebih sulit melewati panggul sehingga membutuhkan upaya yang lebih bagi ibu untuk mendorong bayi keluar. Selain itu, posisi ini juga membuat ibu mengalami nyeri punggung.Idealnya, posisi bayi saat melahirkan adalah ketika kepala bayi menghadap ke bagian belakang tubuh ibu atau dikenal dengan posisi anterior.

Catatan dari SehatQ

Cara mengejan saat melahirkan tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Salah-salah, cara ngeden saat melahirkan yang salah justru dapat membahayakan ibu dan bayi.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara mengejan yang benar saat melahirkan, tak ada salahnya untuk berkonsultasi langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Caranya, download sekarang di App Store dan Google Play.
melahirkanpersalinanmelahirkan normalibu hamil
Web Md. https://www.webmd.com/baby/guide/pregnancy-stages-labor#1
Diakses pada 17 September 2020
Mom Junction. https://www.momjunction.com/articles/when-how-to-push-during-delivery_00100579/#HowToPushDuringDelivery7
Diakses pada 17 September 2020
American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/labor-and-birth/second-stage-of-labor-897#
Diakses pada 17 September 2020
Baby Center. https://www.babycenter.com/pregnancy/your-body/how-to-push-during-labor-should-your-body-be-your-guide_1745336
Diakses pada 17 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/labor-frequently-asked-questions#length-of-delivery
Diakses pada 17 September 2020
Sutter Health. https://www.sutterhealth.org/health/labor-delivery/pushing
Diakses pada 17 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait