Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga yang Bisa Anda Coba

(0)
13 Oct 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cara mengatur keuangan rumah tangga penting untuk mengontrol pengeluaran.Pelajari cara mengatur keuangan rumah tangga, demi keamanan finansial bersama.
Suka atau tidak, uang adalah salah satu faktor penting yang menjamin kebutuhan Anda dan keluarga selalu terpenuhi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatur keuangan rumah tangga yang baik dan benar.Mengatur keuangan rumah tangga membutuhkan kemampuan yang mumpuni, mulai dari mengetahui pemasukan, pengeluaran, tabungan, maupun jumlah uang yang bisa diinvestasikan. Anda dan pasangan mungkin harus melalui trial and error untuk bisa menemukan cara yang pas.Keluarga yang mampu mengorganisir keuangannya dengan baik terbukti memiliki hubungan yang lebih stabil dan harmonis. Sebaliknya, pengaturan keuangan yang berantakan akan membuat pasangan tersebut lebih rentan mengalami stres dan bukan tidak mungkin lebih sering bertengkar.

Cara mengatur keuangan rumah tangga

Buatlah daftar prioritas pengeluaran keluarga.
Setiap pasangan memiliki strateginya sendiri dalam mengorganisir keuangannya. Namun, para penasehat keuangan setuju bahwa apapun strategi Anda, mulailah dengan keterbukaan bersama pasangan, baik soal pendapatan maupun kebutuhan dan pengeluaran masing-masing.Selain itu, terdapat beberapa prinsip dasar mengenai cara mengatur keuangan rumah tangga, sebagai berikut ini.

1. Mengetahui status finansial keluarga

Yang dimaksud dengan status finansial adalah aman atau tidaknya kondisi keuangan keluarga bila dilihat dari aset keluarga, serta berbagai pengeluaran dan utang yang Anda tanggung. Dengan mengetahui status finansial ini, Anda bisa merencanakan alur uang yang keluar agar tidak neraca keuangan keluarga tidak minus.Untuk melakukan asesmen finansial ini, Anda juga bisa menggunakan aplikasi pembukuan sederhana yang bisa diunduh gratis di play store. Bila perlu, Anda juga bisa menyewa jasa penasehat finansial yang kredibel.

2. Membuat prioritas pengeluaran

Setelah mengetahui status keuangan Anda, buat rencana pengeluaran berdasarkan skala prioritas. Dahulukan kebutuhan pokok, termasuk biaya sekolah anak, demi menjamin pemasukan Anda dibelanjakan untuk hal-hal yang paling penting terlebih dahulu. Diskusikan dengan pasangan mengenai kebutuhan versus keinginan.

3. Menghindari utang

Jangan terus-terusan menambah utang.
Cara mengatur keuangan rumah tangga yang tak kalah penting berkutat soal utang. Prinsipnya, jangan sering membuat utang baru, apalagi untuk memenuhi keinginan Anda akan barang tertentu.Bila menggunakan kartu kredit, selalu bayar tagihannya tepat waktu agar bunganya tidak berlipat ganda sehingga Anda akan kesulitan melunasinya di kemudian hari.Jika terlanjur berutang ke pihak lain, pastikan untuk memasukkan utang Anda dalam rencana anggaran pengeluaran bulanan dan lakukan hal tersebut hingga utang lunas.

4. Menyiapkan tabungan dan dana darurat

Berapapun pengeluaran bulanan Anda, selalu alokasikan dana untuk menabung. Bila perlu, sisihkan dulu pendapatan di awal bulan ke rekening tabungan agar tidak tercampur dengan alokasi kebutuhan lain.Jangan lupa juga untuk menyiapkan dana darurat. Dana darurat bukanlah tabungan untuk jangka pendek (misalnya untuk liburan), melainkan jangka panjang. Sehingga, dana ini tidak boleh diutak-atik, kecuali ada kondisi darurat finansial yang terjadi di dalam keluarga.Fungsi dana darurat ini adalah menyiapkan Anda dan keluarga saat menghadapi masa sulit yang tidak terduga. Misalnya, ada anggota keluarga yang mendadak sakit atau orangtua mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga tidak lagi memiliki penghasilan untuk waktu tertentu.

5. Berhati-hati dalam berinvestasi

Berinvestasi adalah salah satu cara menyiapkan masa depan yang lebih baik untuk keluarga. Namun, Anda harus berhati-hati dalam menempatkan uang Anda di lembaga tertentu agar tidak terjerat dalam investasi bodong.Terdapat dua cara aman untuk memastikan investasi Anda aman. Pertama, jangan tergiur dengan janji manis yang tidak wajar, seperti keuntungan besar dan cepat, tidak perlu repot berusaha, maupun bentuk usaha dengan jaminan tidak bakal rugi. Sebab, segala hal yang terlalu muluk-muluk kemungkinan besar memang penipuan.Kedua, pastikan orang atau perusahaan yang menawarkan investasi pada Anda telah memiliki izin dari salah satu lembaga yang berwenang (Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, BAPPEBTI, maupun Kementerian Koperasi).Misalnya, perusahaan pengelola investasi saham (pasar modal) harus punya izin dari OJK, sedangkan koperasi harus mendapat izin dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Prinsip mengelola keuangan rumah tangga

Cara mengatur keuangan rumah tangga setiap keluarga mungkin berbeda-beda sesuai kondisi dan preferensi. Namun pada intinya, Anda harus bijaksana dalam mengelola pendapatan agar tidak lebih besar pasak daripada tiang.Mengatur keuangan keluarga berpotensi menimbulkan perdebatan, bahkan konflik di antara Anda dan pasangan. Bahkan bukan tidak mungkin, Anda akhirnya mengalami stres.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara mengatasi stres akibat mengatur keuangan keluarga, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
perceraiankeluarga berencanapercintaanputus cinta
Healthy Marriage and Families. https://ifas.ufl.edu/media/smartcouplesifasufledu/docs/pdfs/Strong-Families---Tips-for-Healthy-Financial-Management.pdf
Diakses pada 28 September 2020
FPA. https://fpa.com.au/blog/tips-managing-family-finances/
Diakses pada 28 September 2020
NDSU. https://www.ag.ndsu.edu/publications/money/taking-charge-of-family-finances-family-money-manager
Diakses pada 28 September 2020
OJK. https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/160
Diakses pada 28 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait