5 Cara Mengatur Keuangan agar Tidak Stres

(0)
11 Jun 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cara mengatur keuangan dapat dilakukan secara sederhanaIlustrasi seseorang yang sedang mengatur keuangannya
Kondisi keuangan bukan hanya menentukan status finansial Anda, melainkan juga kesehatan mental secara keseluruhan. Untuk itu, Anda wajib mengetahui cara mengatur keuangan yang baik, mulai dari memilih skala prioritas hingga menyisihan penghasilan untuk dana darurat.Disadari atau tidak, hubungan antara kesehatan finansial Anda dengan kondisi kejiwaan bagaikan lingkaran setan. Kondisi kejiwaan yang tidak stabil akan menyulitkan Anda dalam mengatur keuangan, di sisi lain ketidakmampuan Anda dalam mengatur cash flow juga akan memengaruhi kesehatan mental.Dalam sebuah penelitian, nyaris setengah (46 persen) dari orang yang memiliki utang juga akan berakhir sebagai penderita gangguan mental. Sementara itu, 86 persen orang yang sudah mengalami masalah mental mengaku merasa lebih parah ketika finansial mereka tengah tidak stabil.

Bagaimana cara mengatur keuangan agar tidak stres?

Menyusun rencana keuangan pasti berbeda pada setiap individu. Contoh kasarnya, kondisi finansial seorang pengojek online akan berbeda dengan pengusaha bisnis properti sehingga strategi budgeting yang harus diterapkan juga harus disesuaikan dengan faktor risiko masing-masing.Meskipun demikian, cara mengatur keuangan dasar yang dapat menghilangkan stres sebetulnya memiliki beberapa persamaan. Berikut lima hal yang harus Anda perhatikan dalam menyusun rencana keuangan.

1. Tentukan skala prioritas

Pemasukan Anda dapat dibelanjakan berdasarkan dua skala prioritas, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Prioritas jangka pendek berkutat pada kebutuhan sehari-hari, sedangkan pengeluaran jangka panjang akan menentukan jumlah tabungan dan aset yang akan Anda miliki di kemudian hari, misalnya satu dekade ke depan.Dalam perhitungan ini, utang bisa masuk dalam prioritas jangka pendek ataupun jangka panjang. Meski demikian, para ahli budgeting menyarankan Anda untuk menyegerakan pembayaran utang agar Anda dapat fokus memenuhi prioritas jangka panjang.

2. Hitung pemasukan dan pengeluaran

Setelah Anda menyusun skala prioritas, sekarang hitung pemasukan dan pengeluaran yang dibutuhkan untuk mencapai target jangka pendek dan panjang tersebut. Mulailah dengan memastikan jumlah pemasukan tetap (atau estimasi), misalnya dari hasil gaji per bukan (setelah pajak), baru ditambah bonus atau pendapatan tidak tetap lainnya.Selanjutnya, buatlah total pengeluaran per bulan. Pengeluaran ini terdiri atas pengeluaran tetap (tagihan listrik, biaya sekolah anak, dan lain-lain), pengeluaran tidak tetap (biaya bensin, belanja kebutuhan pokok, dan lain-lain), dan pengeluaran rekreasional (wisata, makan di restoran, dan lain-lain).

3. Analisa keseimbangan pemasukan-pengeluaran

Tujuan mengetahui cara mengatur keuangan antistres adalah memastikan pengeluaran tidak lebih dari pemasukan. Jika budgeting Anda bagaikan peribahasa ‘lebih besar pasak daripada tiang’, kurangi menghambur-hamburkan uang untuk kegiatan yang sifatnya rekreasional dan utamakan pengeluaran tetap.

4. Komitmen

Untuk menemukan budgeting yang pas, Anda mungkin harus merasakan sendiri selama 1-2 bulan agar mengetahui pos pengeluaran yang bisa dikurangi maupun tidak bisa dikompromikan. Setelah Anda menemukan polanya, cobalah untuk komitmen dengan rencana finansial Anda tersebut.Ketika Anda naik gaji, boleh sesekali menaikkan budget rekreasional. Sebaliknya, mental Anda juga harus siap untuk mengencangkan ikat pinggang jika sewaktu-waktu honor berkurang atau bahkan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

5. Siapkan dana darurat

Bagaimanapun cara mengatur keuangan yang Anda lakukan, jangan lupa untuk menyiapkan dana darurat. Dana darurat adalah sejumlah uang yang Anda sisihkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga terjadi dalam hidup, misalnya kecelakaan, mobil rusak, PHK mendadak, dan lain-lain.Berapa jumlah dana darurat yang harus Anda siapkan? Jawaban atas pertanyaan ini juga berbeda, tergantung kondisi Anda.Jika Anda merupakan individu yang sudah berkeluarga dengan pasangan yang juga memiliki penghasilan, besarnya dana darurat yang ‘aman’ adalah sebesar 3 bulan gaji. Namun jika Anda merupakan satu-satunya sumber pemasukan keluarga, dana darurat baru dibilang aman ketika sudah berjumlah 6 bulan gaji.Jumlah ini bisa meningkat karena banyak faktor, misalnya jumlah anggota keluarga yang harus Anda tanggung atau adanya anggota keluarga yang sakit berat. Oleh karena itu, sebanyak apa pun pengeluaran bulanan yang harus Anda gelontorkan, selalu sisihkan sedikit untuk tabungan atau dana darurat karena Anda tidak tahu kapan nasib sial akan menimpa Anda.Bila Anda mengalami kesulitan dalam mencari cara mengatur keuangan, tidak ada salahnya meminta bantuan penasihat finansial (financial advisor). Anggap saja langkah ini merupakan bagian dari skala prioritas jangka panjang demi terhindar dari stres sekaligus memiliki perencanaan finansial yang lebih matang.
stres
Mind. https://www.mind.org.uk/information-support/tips-for-everyday-living/money-and-mental-health/money-and-mental-health/
Diakses pada 27 Mei 2020
Money and Mental Health Policy Institute. https://www.moneyandmentalhealth.org/money-and-mental-health-facts/
Diakses pada 27 Mei 2020
Debt. https://www.debt.org/advice/budget/
Diakses pada 27 Mei 2020
Dave Ramsey. https://www.daveramsey.com/blog/quick-guide-to-your-emergency-fund
Diakses pada 27 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait