Mengatasi Anak Tantrum Perlu Menggunakan Beberapa Cara Ini


Mengatasi anak tantrum mungkin tidak semudah yang dibayangkan. Situasi yang kerap membuat orangtua menahan malu ini dapat dicegah melalui komunikasi yang baik dengan anak.

0,0
21 Mar 2019|Aby Rachman
Mengatasi anak tantrum perlu tindakan tenang dan tegasPenyebab tantrum yang paling umum pada anak adalah rasa frustrasi
Tantrum menjadi salah satu momok bagi orangtua. Menangis kencang, berguling-gulingan di lantai, mengamuk, dan menjerit-jerit kerap terjadi dalam fase tantrum pada anak.Skenario ini membuat orangtua kerap menahan malu dan merasa sedang diuji kesabarannya. Sebenarnya, apa yang menyebabkan anak tantrum? Lalu, adakah cara mengatasi tantrum pada anak?

Pengertian tantrum pada anak

Mungkin tidak banyak orang yang mengetahui apa itu tantrum. Tantrum adalah kondisi di mana seorang anak menunjukkan ledakan amarah yang tidak terkendali. Kondisi ini biasa terjadi pada anak-anak, terutama balita.Anak tantrum dapat berteriak, menghentak-hentakan tubuh, menendang, hingga berguling-guling. Sebenarnya, ada 5 fase tantrum adalah sebagai berikut:

1. Penolakan

Biasanya, tantrum dimulai dari sebuah penolakan. Misalnya, menolak perintah orangtua, atau bahkan merasa diacuhkan. Dalam fase ini, anak tidak akan mendengarkan perkataan orangtuanya, dan malah berlari meninggalkan Anda.

2. Kemarahan

Biasanya, fase penolakan akan berakhir, setelah orangtua mengoreksi perilaku anak. Pada saat inilah, anak tantrum mulai meluapkan kemarahannya. Bentuk kemarahan tersebut bisa berupa teriakan, tangisan, hingga adegan berguling-guling di lantai, dan memukuli diri sendiri.

3. Tawar-menawar

Fase anak tantrum yang satu ini bisa dianggap sangat menarik. Sebab, anak mulai memberikan penawaran, dengan cara kreatif. Misalnya dengan mengatakan, "Kalau aku membereskan mainanku, apakah aku boleh makan permen?" Jika Anda memberikan jawaban yang tidak memuaskan, anak akan memberikan penawaran lain.

4. Depresi

Fase keempat ini menjadi yang paling menantang. Dalam fase tersebut, anak tantrum bisa memperlihatkan tangisan palsu. Sebagai orangtua, Anda pun akhirnya bisa merasa sangat bersalah. Padahal, anak hanya berpura-pura.

5. Pasrah

Fase terakhir ini sebenarnya memperlihatkan sikap dendam anak. Anak akan berhenti menangis dan seolah-olah menyerah. Padahal, anak sedang memikirkan cara lain untuk mencapai keinginannya.

Penyebab tantrum pada anak

Bagi sejumlah anak, tantrum hanyalah cara melampiaskan frustrasi karena keinginan yang tidak dipenuhi orangtua. Selain itu, anak juga ingin menguji sejauh mana batas kesabaran ayah dan ibu jika ia berteriak sekencang-kencangnya di tempat umum.Bagi anak balita, berteriak atau menangis merupakan salah satu cara bernegosiasi dengan orangtua yang tidak memenuhi keinginannya.Jika anak tantrum selalu dituruti keinginannya dengan alasan agar anak berhenti menangis, maka ia akan melakukan hal yang sama berulang-ulang.Di sisi lain, penyebab trantum juga dapat dipicu oleh kelelahan, lapar, dan ketidaknyamanan yang dirasakan anak. Jadi, tantrum adalah kondisi yang perlu orangtua perhatikan.

Cara mengatasi tantrum pada anak

Tantrum pada anak tidak boleh dibiarkan begitu saja karena bisa menjadi kebiasaan buruk. Terdapat beberapa cara mengatasi anak trantum pada anak yang bisa Anda coba, yaitu:
  • Tenangkan diri

Cara menghadapi anak tantrum yang pertama adalah dengan meredakan amarah dan menjaga emosi Anda sendiri. Tarik napas dalam-dalam, kendalikan emosi, dan disiplinkan anak dengan tenang dan tegas.Biarkan anak tahu bahwa perilaku tantrum tidak baik dan jika Anda mengabaikan tangisannya, anak akan sadar bahwa ibunya serius dan tangisannya tidak akan berhasil.
  • Beri pengertian pada anak

Apabila anak semakin marah atau di luar kendali, pegang anak dengan kuat untuk menenangkannya. Katakan dengan lembut bahwa Anda mencintainya. tetapi tidak bisa memberinya apa yang diinginkannya. Cobalah untuk mengalihkan perhatian anak, misalnya dengan memberinya mainan atau camilan.
  • Bersikap tegas

Jika cara sebelumnya tidak berhasil, berikan anak time-out atau menyetrap anak selama 1-2 menit untuk memberikan waktu menenangkan diri. Namun, jangan memukul atau mencubitnya karena bisa membuat anak meniru hal tersebut.Jika anak sering menunjukkan tantrum cobalah melakukan terapi interaksi orangtua-anak. Terapi anak trantum ini dapat meningkatkan kepatuhan, mengurangi amukan dan agresi anak, serta meningkatkan hubungan orangtua dan anak.

Apa yang harus dilakukan setelah anak selesai tantrum?

Menurut Kids Health, ketika anak selesai tantrum, sebaiknya Anda memuji anak untuk mendapatkan kendali atas situasi tersebut. Anak-anak akan berada pada titik rentan setelah mengalami tantrum karena mereka menyadari hal tersebut tidaklah baik.Jadi, ketika anak sudah tenang, cobalah untuk memeluknya dan mengatakan bahwa Anda menyayanginya apapun yang terjadi. Setelah itu pastikan anak cukup tidur. Sebab, jika kurang tidur anak dapat berperilaku ekstrem, tidak menyenangkan, dan menjadi lebih hiperaktif.Tidur yang cukup pada anak diketahui dapat mengurangi tantrum. Sesuaikanlah waktu tidur anak dengan usianya. Sebagian besar kebutuhan tidur anak berada dalam rentang jam tertentu sesuai usianya.

Cara mencegah tantrum pada anak

Sebelum anak tantrum, orangtua bisa mengantisipasi dengan langkah berikut ini.
  • Cobalah untuk menerapkan rutinitas harian sekonsisten mungkin. Berikan anak peringatan 5 menit sebelumnya jika akan beralih ke kegiatan lain.
  • Berkomunikasilah dengan si kecil. Katakan tentang rencana pada hari itu dan ikuti rutinitas agar anak tidak “kaget” dengan perubahan yang ada.
  • Berikan anak mainan atau barang yang bisa membuatnya tetap sibuk dan terhibur saat Anda sedang melakukan tugas rumah tangga.
  • Sebelum jalan-jalan atau keluar rumah, pastikan anak sudah kenyang dan istirahat cukup agar tidak mudah rewel.
  • Alihkan perhatian anak dari perilaku yang tidak baik. Misalnya, ajak mereka ke taman atau ceritakan lelucon dan humor untuk meningkatkan mood anak.
  • Berikan anak pujian dan apresiasi ketika bisa melakukan sesuatu dengan benar. Saat anak akan marah atau tantrum, katakan padanya bahwa kemarin dia bisa menjadi anak yang baik saat mengendalikan emosinya.
  • Jika anak sering tantrum atau marah, Anda tak perlu khawatir karena perilaku ini akan berhenti hingga usia 4 tahun. Tetapi, jika anak sering menyakiti dirinya sendiri atau orang lain, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapat penanganan yang tepat.
tantrumtips parentingtips mendidik anak
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/guide/preventing-temper-tantrums-in-children#1
Diakses pada Oktober 2018
Huffington Post. https://www.huffpost.com/entry/the-five-stages-of-a-todd_n_9939654
Diakses pada 21 Maret 2019
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/tantrums.html
Dakses pada 19 Mei 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/what-is-a-tantrum-5081351
Diakses pada 19 Mei 2021
ABCT. https://www.abct.org/Information/?m=mInformation&fa=Glossary_Tantrum#:~:text=Treating%20your%20child's%20temper%20tantrums&text=These%20treatments%2C%20such%20as%20Parent,improve%20the%20child's%20self%2Desteem.
Diakses pada 19 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait