Ketika seseorang menderita narkolepsi, ia sering mengantuk di pagi atau siang hari dan terjaga di malam hari
Penderita narkolepsi kesulitan mengatur kapan waktu terjaga dan kapan waktu tidur

Penderita narkolepsi kerap kali merasa mengantuk tak tertahankan di siang hari, dan bisa tiba-tiba merasa sangat lemas. Bagi penderitanya, mengetahui cara mengatasi susah tidur tentu menjadi suatu kebutuhan.

Pada penderitanya, saraf yang bertugas untuk mengatur siklus tidur mengalami gangguan atau bahkan rusak. Itulah mengapa mereka kesulitan mengatur kapan terjaga dan kapan tidur.

Cara mengatasi susah tidur

Tentunya, gaya hidup penderita narkolepsi akan sangat terganggu karena mereka tidak bisa beristirahat dengan baik. Untuk itu, pasien narkolepsi harus tahu bagaimana menyiasatinya.

Perubahan gaya hidup bisa menjadi cara mengatasi susah tidur yang kerap dialami penderita narkolepsi.

Beberapa cara di antaranya adalah:

  • Buat jadwal

Mengingat penderita narkolepsi sulit mengatur rutinitas yang teratur antara waktu tidur dan waktu terjaga, maka penting untuk membuat jadwal. Ketahui rutinitas yang paling sesuai dengan ritme tubuh Anda.

Sebisa mungkin, buat jadwal kapan harus bangun dan tidur setiap harinya. Tuliskan pukul berapa dan usahakan selalu disiplin dengan jadwal tersebut.

Bukan hanya pada hari kerja saja, keteraturan jadwal ini juga sebaiknya berlaku di akhir pekan atau saat libur.

  • Tidur siang

Orang yang menderita narkolepsi cenderung merasa mengantuk saat siang hari di tengah aktivitas. Hal ini kadang menjadi kendala bagi mereka untuk aktif bekerja.

Meski demikian, tidur siang singkat tetap penting bagi penderita narkolepsi. Tidur siang selama 20 menit akan membantu memulihkan tenaga. Selain itu, seusai tidur siang mereka tidak akan merasa mengantuk hingga 1-3 jam kemudian.

  • Hindari kafein, nikotin dan alkohol

Mengonsumsi kafein, nikotin dan alkohol terutama di malam hari dapat memperburuk kondisi narkolepsi yang diderita. Sebaiknya ganti dengan konsumsi air putih untuk mencukupi kebutuhan cairan setiap harinya.

  • Olahraga rutin

Berolahraga rutin pada waktu 4-5 jam sebelum tidur ternyata merupakan salah satu cara mengatasi susah tidur pada penderita narkolepsi. Pilih jenis olahraga yang ringan sesuai dengan tubuh Anda.

Dengan cara ini, pasien narkolepsi akan merasa lebih bugar di siang hari. Lebih jauh lagi, kualitas tidurnya akan semakin baik di malam hari.

Hal yang juga tak kalah penting adalah berkomunikasi kepada orang sekitar tentang kebutuhan penderita narkolepsi yang berbeda dari orang kebanyakan. Jangan ragu untuk mengatakan apa yang dirasakan sehingga situasinya bisa jadi lebih nyaman.

Pastikan untuk terus berhati-hati saat berkendara sendiri. Ketika tubuh benar-benar terasa mengantuk dan penat, alokasikan waktu untuk tidur siang atau berolahraga ringan.

Bagaimana narkolepsi terjadi?

Narkolepsi sangat erat kaitannya dengan kekebalan tubuh. Sistem imun yang seharusnya menangkal infeksi justru melawan tubuh pemiliknya. Ketika hal ini terjadi, muncul berbagai sindrom.

Salah satunya adalah narkolepsi. Pada pasien narkolepsi, sistem kekebalan tubuhnya justru menyerang sekumpulan neuron di dalam hipotalamus otak yang disebut hipokretin.

Setidaknya ada 60.000 hingga 70.000 sel saraf yang hancur ketika penyakit narkolepsi ini semakin memburuk. Konsekuensinya, level hipokretin bisa turun drastis hingga level yang sangat rendah.

Parahnya lagi, kondisi ini tidak bisa dicegah atau dikembalikan seperti semula. Kerusakan yang terjadi pada penderitanya harus segera diatasi.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/narcolepsy/diagnosis-treatment/drc-20375503
Diakses pada 20 Juni 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/does-narcolepsy-go-away-3015019
Diakses pada 20 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/narcolepsy-treatment#1
Diakses pada 20 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed