logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Stunting pada Anak, Kenali Penyebab hingga Cara Mencegahnya

open-summary

Stunting pada anak ditandai dengan tinggi badan yang kurang dibandingkan dengan anak seusianya. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kekurangan nutrisi. Cara mengatasinya dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi hingga menjaga kesehatan.


close-summary

14 Jan 2021

| Nenti Resna

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Cara mengatasi stunting dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi ibu dan bayi

Stunting menyebabkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya

Table of Content

  • Apa itu stunting pada anak?
  • Penyebab stunting pada anak
  • Ciri-ciri anak stunting
  • Dampak stunting dalam jangka panjang
  • Cara mengatasi stunting yang telah terjadi
  • Cara mencegah stunting pada anak

Stunting pada anak harus diwaspadai. Kondisi ini dapat menandakan bahwa nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik. Jika dibiarkan tanpa penanganan, stunting bisa menimbulkan dampak jangka panjang kepada anak.

Advertisement

Pertumbuhan anak yang normal menandakan pertumbuhan fisik dan mental yang sehat. Oleh karena itu, cara mengatasi stunting dan pencegahannya harus dilakukan sejak dini, khususnya sebelum anak berusia 2 tahun.

Apa itu stunting pada anak?

Bagi orangtua yang belum memahami arti stunting pada anak, stunting artinya gangguan tumbuh kembang kronis, di mana anak mengalami hambatan yang menyebabkan tinggi badannya tidak sesuai standar usianya. 

Kondisi ini dapat menandakan adanya masalah gizi. Namun, anak yang bertubuh pendek belum tentu stunting, sedangkan anak stunting pasti terlihat pendek. Stunting menurut WHO adalah apabila tinggi badan anak menunjukkan angka di bawah -2 standar deviasi (SD).

Umumnya, pemicu stunting pada anak adalah kurang gizi yang telah berlangsung dalam waktu lama. Akibatnya, pertumbuhan tinggi badan anak menjadi terhambat.

Penyebab stunting pada anak

Ada banyak faktor yang berkaitan dengan penyebab stunting pada anak. Berikut adalah beberapa penyebab anak stunting yang harus diwaspadai:

  • Gizi buruk (malnutrisi) dan kurangnya akses ke berbagai makanan
  • Infeksi berulang
  • Tidak memadainya kondisi lingkungan sosial dan psikologis anak
  • Kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi
  • Sanitasi yang buruk dan tidak ada akses ke air minum yang bersih
  • Kurangnya perawatan kesehatan yang layak untuk ibu dan anak.

Ciri-ciri anak stunting

Stunting pada anak dapat diidentifikasi lewat pengamatan orangtua. Ciri-ciri anak stunting yang patut Anda kenali, yaitu:

  • Tinggi badan anak lebih pendek dari anak seusianya
  • Proporsi tubuh anak cenderung normal, tetapi tampak lebih mudah atau kecil untuk seusianya
  • Pertumbuhan gigi anak yang terlambat
  • Berat badan anak yang rendah ketimbang anak-anak seusianya
  • Pertumbuhan tulang anak yang tertunda.

Itulah ciri-ciri stunting pada anak. Jika anak menunjukkan salah satu atau beberapa tanda tersebut, sebaiknya Anda segera konsultasikan masalah ini dengan ahli gizi.

Dampak stunting dalam jangka panjang

Stunting yang terjadi pada tahap awal kehidupan atau usia dini dapat menyebabkan dampak merugikan bagi anak, baik dalam jangka pendek atau jangka panjang.

Khususnya, jika gangguan pertumbuhan dimulai pada 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan yang dihitung sejak konsepsi) hingga usia dua tahun.

Pada dasarnya stunting pada balita tidak bisa disembuhkan, tapi dapat dilakukan upaya untuk perbaikan gizi dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Jika tidak dilakukan cara mengatasi stunting pada anak, mereka dapat mengalami berbagai hambatan di dalam kehidupannya hingga mencapai usia dewasa.

Pasalnya, anak tidak hanya mengalami hambatan pertumbuhan fisik, tapi nutrisi yang tidak mencukupi juga memengaruhi kekuatan daya tahan tubuh hingga perkembangan otak anak. Beberapa gangguan yang mungkin dihadapi anak dengan kondisi stunting di masa depan adalah:

  • Fungsi kognitif dan prestasi belajar yang buruk
  • Hilangnya produktivitas
  • Peningkatan risiko penyakit kronis terkait nutrisi setelah dewasa
  • Rentan terkena infeksi
  • Anak perempuan dengan kondisi stunting memiliki peningkatan risiko kesulitan melahirkan saat hamil setelah beranjak dewasa.

Untuk mencegah stunting, Anda perlu rutin berkonsultasi mengenai pentingnya menjaga asupan makanan dan memenuhi kebutuhan gizi selama masa kehamilan.

Kesadaran dan kemampuan Anda untuk menjaga kesehatan dan mencukupi nutrisi merupakan faktor penting sebagai cara mengatasi stunting.

Cara mengatasi stunting yang telah terjadi

Fase 1000 Hari Pertama Kehidupan merupakan fase penting yang dapat memengaruhi terjadinya stunting pada anak.

Cara mengatasi stunting pada bayi kurang dari dua tahun dapat diupayakan dengan melakukan penanggulangan pada penyebab-penyebab stunting.

Penyebab umum dari stunting adalah malnutrisi dan infeksi. Maka Anda dengan dibimbing tim medis dapat melakukan upaya-upaya pencegahan dan mengatasi stunting dengan:

  • Memenuhi kebutuhan gizi
  • Menjaga kesehatan
  • Menjaga kebersihan diri serta lingkungan sekitar.

Stunting yang terjadi pada anak usia 2 tahun atau lebih tidak bisa disembuhkan. Meski demikian, penerapan cara mengatasi stunting pada anak usia 2 tahun atau lebih, dapat ditujukan untuk memperbaiki kualitas kehidupannya.

Baca Juga

  • Tips Memilih Sepatu Anak Agar Mendukung Pertumbuhan Kakinya
  • Cara Mengajarkan Pola Berpikir Kritis pada Anak untuk Menyelesaikan Masalah
  • 8 Manfaat Bernyanyi bagi Anak yang Baik untuk Perkembangannya

Cara mencegah stunting pada anak

Cara mengatasi stunting yang terbaik adalah dengan melakukan pencegahan. Berkut ini beberapa hal yang dapat dilakukan selama masa kehamilan untuk mencegah terjadinya stunting.

1. Pemeriksaan kehamilan rutin

Anda sebaiknya memeriksakan kehamilan secara teratur hingga 1000 hari pertama, yaitu masa sejak anak dalam kandungan hingga seorang anak berusia dua tahun. Masalah yang ditemukan pada kurun waktu tersebut bisa segera ditangani supaya kesehatan bayi tetap terjaga dan dapat dilakukan cara mengatasi stunting.

2. Memastikan kecukupan nutrisi ibu dan bayi

Penting sekali bagi ibu hamil dan menyusui untuk memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan dirinya dan bayi. Untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi, Anda dapat mengonsumsi asupan makanan yang tinggi kalori, protein, dan mikronutrien (vitamin dan mineral) selama masa kehamilan

3. Deteksi dini penyakit

Deteksi dini penyakit menular dan tidak menular pada ibu hamil juga perlu dilakukan. Kedua jenis penyakit tersebut dapat memengaruhi kesehatan dan kondisi bayi serta dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting.

4. Melahirkan di fasilitas kesehatan yang memadai

Melahirkan pada fasilitas kesehatan yang memadai dan dibantu dengan tenaga ahli, dapat membantu ibu dan bayi mendapatkan penanganan terbaik yang dibutuhkan.

5. Insiasi menyusui dini (IMD) dan pemberian ASI ekslusif

Melakukan inisiasi menyusi dini dan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan berperan penting dalam tumbuh kembang bayi.

ASI menyediakan nutrisi yang ideal untuk bayi, baik vitamin, protein, maupun lemak. Di dalamnya juga terkandung antibodi yang dapat membantu tubuh si kecil dalam melawan virus dan bakteri. Bayi yang diberi ASI eksklusif disinyalir mengalami lebih sedikit infeksi dibandingkan bayi yang tidak diberi ASI.

6. Pemberian makanan tambahan

Setelah berusia 6 bulan, pemberian makanan tambahan (PMT) atau makanan pendamping ASI (MPASI) dapat diberikan pada bayi supaya kebutuhan nutrisinya terpenuhi sehingga ia dapat tumbuh dengan optimal.

7. Pemberian imunisasi lengkap

Imunisasi diperlukan untuk mencegah anak dari risiko infeksi penyakit berbahaya. Sering mengalami infeksi penyakit dapat menyebabkan risiko stunting semakin tinggi.

Sebaiknya, berikan bayi imunisasi dasar lengkap sebelum berusia 1 tahun, yang meliputi 1 dosis hepatitis B, 1 dosis BCG (tuberkulosis), 3 dosis DPT (difteri, pertussis, tetanus)-Hepatitis, 4 dosis polio, dan 1 dosis campak.

8. Pemantauan pertumbuhan balita

Pemantauan pertumbuhan balita penting dilakukan untuk mengetahui kecenderungan tumbuh kembang bayi. Hal ini juga sebagai deteksi dini jika pertumbuhan bayi mengalami masalah atau hambatan.

Itulah upaya-upaya yang dapat dilakukan sebagai cara mengatasi stunting dan mencegahnya terjadi.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak mengenai stunting, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Advertisement

stuntinggangguan pertumbuhanperkembangan anak

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved