Stres bisa dialami para politikus yang gagal dalam pemilu.
Politikus yang kalah dalam pemilu, berpotensi mengalami stres.

Kegagalan kerap kali menimbulkan tekanan jiwa atau stres. Tak jarang stres berlangsung berkepanjangan, sehingga berujung pada gangguan jiwa akut. Stres semacam ini pun berpotensi dialami para politikus yang kalah suara dalam pemilihan umum atau pemilu.

[[artikel-terkait]]

Penyebab Stres Para Politikus yang Gagal Pemilu

Jika sudah begini, pengobatannya akan sulit dan memakan waktu yang lama. Di Indonesia, kondisi tersebut kerap kali menyerang para politikus, terutama mereka yang gagal terpilih sebagai kepala daerah atau anggota legislatif. Coba simak data Kementerian Kesehatan RI yang menyebut agenda politik pada 2009 dan 2014, menyebabkan ribuan orang terganggu kesehatan jiwanya. Misalnya depresi, gangguan mood, gangguan mental, serta gangguan psikosomatis (gangguan psikis yang menyebabkan gangguan fisik).

Penyebabnya, gagal terpilih sebagai anggota legislatif. Rata-rata dari mereka kecewa karena gagal terpilih namun sudah mengorbankan hartanya dengan nilai yang sangat besar. Ada tiga hal yang menyebabkan para calon politikus stres jika tujuannya tak tercapai.

1. Kehilangan Aset

Yang paling dominan adalah kehilangan aset. Kondisi di Indonesia memang ironis, lantaran semangat untuk aktif berpolitik sangat berhubungan dengan kemampuan finansial. Bisa karena biaya kampanye yang mahal, atau mesti memberi mahar pada pihak pengusung. Banyak di antara politikus gagal ini stres, lantaran terjerat utang untuk menutupi biaya kampanye.

2. Kehilangan Kepercayaan Diri

Faktor kedua penyebab stres para politikus adalah kehilangan kepercayaan dini, lantaran tak mampu memenuhi janji pada orang-orang yang mendukungnya. Untuk mendapatkan suara, para politikus tentu menawarkan berbagai program kerja, dan mereka sangat tertekan jika janji tersebut tidak bisa dipenuhi dan ditagih oleh para pendukungnya.

3. Kurangnya Pengalaman

Faktor ketiga adalah kurangnya pengalaman. Rata-rata politikus yang stres adalah mereka yang baru berkiprah. Para senior tak gampang tertekan lantaran mereka sudah berpengalaman.

Cara-cara Menghindari Stres Setelah Kalah Pemilu

Agar terhindar dari stres jika kalah dalam kontestasi politik, berikut ini empat tips bagi para politikus, yang ikut maju dalam pemilu.

1. Ingat Nilai-nilai yang Anda Perjuangkan

Coba renungkan mengenai identitas diri, serta cita-cita politik Anda. Ingat juga nilai-nilai positif yang hendak Anda perjuangkan. Baik di meja parlemen, maupun birokrasi. Jika pencalonan Anda dilandasi semangat positif, Anda pasti tak akan berpikir soal kerugian materi.

2. Kurangi Aktivitas di Medsos

Stres kerap kali muncul setelah membaca penilaian orang lain pada diri Anda. Saat gagal dalam kontestasi politik, bukan tak mungkin datang cemoohan dari berbagai pihak. Agar tak terkena gangguan jiwa, kurangi membaca koran, mendengar radio, atau menonton televisi. Hindari juga media sosial untuk sementara waktu.

3. Memupuk Semangat Sosial

Salah satu tujuan mulia berpolitik adalah menjalani peran sosial yang lebih luas. Karena itu, meski Anda gagal menjadi politikus, tetaplah pelihara semangat sosial yang tinggi. Jangan berhenti membantu orang lain, seperti yang Anda lakukan di masa kampanye.

Tetaplah berinteraksi dengan para konstituen atau orang-orang yang Anda wakili. Dengan menularkan semangat positif, bukan tak mungkin di masa pemilihan berikutnya, Anda bisa mendapatkan banyak suara.

4. Tetap Memburu Dukungan

Meski tak lagi berkampanye, ada baiknya Anda tetap berhubungan dengan para calon pemilih, terutama kalangan yang paling berpotensi. Namun kini landasannya adalah semangat saling membantu, bersosialisasi, dan memecahkan masalah bersama. Bukan seperti yang Anda lakukan di masa kampanye.

Dampak secara fisik dan mental yang dirasakan oleh banyak orang setelah melewati suatu momen politik maupun yang bersifat emosional, merupakan hal yang nyata. Bahkan, para peneliti pun yakin, Piala Dunia sekalipun, yang penuh dengan kegembiraan, bisa memicu serangan jantung. Apalagi pemilu, yang hasilnya berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari.

Kembali bangkit setelah merasa kehilangan dan kalah, tidak selalu mudah. Ada individu yang bisa pulih dengan cepat. Namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama. Dengan menerima kekalahan dan mencari cara untuk bangkit kembali, Anda bisa membangun daya tahan mental.

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/do-the-right-thing/201706/5-ways-cope-better-political-stress-now
Diakses pada 14 April 2019

Business Insider. https://www.businessinsider.sg/election-grief-trump-clinton-psychology-sad-2016-11/?r=US&IR=T
Diakses pada 14 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed