7 Cara Mengatasi Stres Saat WFH


Bekerja dari rumah selama pandemi dapat menimbulkan rasa stres tersendiri. Cara mengatasinya bisa dengan cara membuat rutinitas hingga membuat ruang kerja tersendiri.

(0)
03 Jun 2021|Azelia Trifiana
Cara mengatasi stres saat WFHWFH dapat menimbulkan stres tersendiri bagi seseorang
Stres akan selalu ada di setiap aspek kehidupan. Termasuk ketika harus beradaptasi dengan bekerja dari rumah akibat pandemi global. Pola bekerja yang semula normal dengan berangkat ke kantor, bekerja, dan kembali ke rumah berubah drastis. Semua harus dilakukan dari rumah, mendatangkan tamu tak diundang: Stres saat WFH.Wajar saja apabila Anda merasakan stres saat pandemi karena rasanya tak ada batasan antara kehidupan pribadi dengan kehidupan pekerjaan. Belum lagi ditambah urusan lain yang tiba-tiba bercampur menjadi satu di rumah.

Penyebab stres saat WFH

Mungkin awalnya konsep work from home terasa menyenangkan. Tak perlu bermacet-macetan berangkat ke kantor, bebas menentukan di sudut rumah mana Anda bekerja, hingga tak ada supervisi secara langsung.Meski demikian, bekerja dari rumah juga bisa memicu stres saat pandemi. Ada tantangan yang unik dan juga signifikan. Tak ayal, ketika pandemi global COVID-19 berlangsung sejak tahun 2020, banyak yang merindukan kehidupan normal seperti dulu, bekerja dari kantor dan beristirahat saat berada di rumah.Lalu, sebenarnya apa yang memicu stres saat WFH?
  • Tidak ada struktur

Ketika masih work from office, strukturnya jelas. Datang pukul sekian, bekerja selama sekian jam, dan kembali ke rumah. Ada struktur yang berlaku sepanjang hari. Sayangnya, hal ini menjadi buram ketika seseorang melakukan work from home. Keseimbangan antara dunia pekerjaan dan pribadi menjadi kacau.
  • Banyak distraksi

Rasanya sulit fokus bekerja saat berada di rumah, terlebih dengan segala distraksi yang ada. Mulai dari menerima paket atau kunjungan orang, menerima teks yang tidak terkait pekerjaan, mengakses media sosial, menonton TV, mengurus hewan peliharaan, dan banyak lagi.Ada rasa nyaman pula yang membuat distraksi ini sulit dihindari. Ketika sedang melakukan virtual meeting, distraksi untuk mematikan layar dan berbaring santai di kasur tentu ada. Ini yang justru membuat pekerjaan jadi terbengkalai dan memicu stres.
  • Sulit mengatur batasan

Dengan segala perubahan mendadak harus bekerja dari rumah, bisa saja mengatur batasan antara bekerja dan bersantai jadi sulit. Belum lagi dari orang-orang di sekitar. Mulai dari anggota keluarga, teman, atau tetangga yang menyita waktu Anda ketika harus bekerja, hanya karena sedang berada di rumah.Ini akan terasa jauh lebih melelahkan. Pada akhirnya ketika hari berakhir, Anda bisa merasa dua kali lipat lebih lelah karena harus menjalani peran ganda sepanjang hari.
  • Karantina secara sosial

Jangan lupakan pula bahwa pandemi global membuat Anda harus mengisolasi diri dari interaksi sosial. Terlebih bagi orang yang menemukan cara bersantai dengan nongkrong selepas kerja bersama teman-teman. Merasa seorang diri dan perasaan terjebak harus berada di rumah ini juga bisa memicu stres saat pandemi.

Cara mengatasi stres saat WFH

Mengingat tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir, artinya penyesuaian harus segera dilakukan. Jangan sampai, stres kronis akibat WFH ini justru berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental. Apa saja caranya?

1. Buat rutinitas

bekerja
Begitu pentingnya rutinitas karena dapat membuat hari Anda lebih terstruktur dan tidak rentan stres. Tentukan aktivitas apa yang menandai dimulainya waktu bekerja. Anda juga bisa memulai hari dengan berolahraga ringan atau minum kopi terlebih dahulu.Apapun itu, tentukan rutinitas apa yang dilakukan sejak pagi hingga malam hari. Jangan sampai pekerjaan justru membuat Anda terbenam di dalamnya hingga lupa waktu makan siang. Meski bekerja dilakukan di rumah, tetap saja harus ada jadwal teratur sehingga hari berjalan dengan efektif.

2. Ruangan kerja khusus

Tak perlu ruangan kerja dengan interior kekinian, sudut tertentu di rumah dengan sirkulasi udara dan pencahayaan bagus sudah cukup dijadikan ruang kerja. Cara ini menghindari Anda terjebak dalam keinginan berbaring di kasur saat harus menuntaskan pekerjaan.Bahkan secara mental, ada perasaan sedang bekerja dan membantu menjaga fokus ketika sudah masuk ke ruangan kerja khusus ini. Begitu pula saat hari berakhir. Mematikan laptop atau komputer serta meninggalkan sudut ini akan memberikan penegasan bahwa Anda sudah beralih dari urusan pekerjaan kembali ke kehidupan pribadi.

3. Hilangkan distraksi

multitasking
Saat sudah waktunya bekerja dari rumah, matikan notifikasi yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. Terkesan sederhana, namun ini penting demi menghindari stres saat WFH. Bukannya bagus, multitasking justru akan terasa melelahkan dan membuat pekerjaan tak kunjung rampung.Sesuaikan kebutuhan dengan kondisi masing-masing di rumah. Apabila banyak suara yang mengganggu, tak ada salahnya menggunakan headphone penghalau bising agar bisa lebih fokus bekerja.

4. Berani berkata tidak

Cara menghindari stres saat pandemi salah satunya adalah dengan membiasakan berani berkata tidak. Ketika ada urusan di luar pekerjaan yang menginterupsi waktu Anda bekerja dari rumah, sampaikan bahwa Anda sedang tidak bisa melakukannya.Tidak mudah melakukan ini karena banyak orang yang cenderung sungkan ketika menolak permintaan orang lain. Namun, penting untuk melatihnya agar tidak membebani diri sendiri.

5. Jaga kualitas tidur

Akar masalah stres saat WFH lainnya adalah tidur yang berantakan. Pekerjaan dibawa ke rumah, bukan berarti Anda boleh mengalokasikan waktu sepanjang hari untuk melakukannya. Tetap terapkan batasan pukul berapa sampai berapa mulai bekerja.Hindari mengakses ponsel atau laptop di malam hari karena dapat berpengaruh pada kualitas tidur. Mengingat besok pagi harus kembali bekerja, sebaiknya prioritaskan beristirahat agar siap kembali menjalani hari. Jangan lupa praktikkan sleep hygiene.

6. Merawat diri sendiri

Agar tidak stres saat pandemi, alokasikan waktu untuk diri sendiri. Apapun bentuknya, mulai dari berolahraga, menelepon teman, melakukan yoga, menjalankan hobi, dan lainnya. Dengan cara ini, Anda bisa tetap terkoneksi dengan diri sendiri serta semakin paham bagaimana menyeimbangkan urusan pekerjaan dan urusan pribadi.

7. Tidur siang

Ketika bekerja dari rumah, artinya waktu istirahat siang bisa digunakan untuk tidur siang sejenak, barang 10 menit saja. Sebab, Anda tak perlu berjalan jauh untuk mencari makan seperti saat bekerja di kantor. Jangan remehkan manfaat tidur siang karena bisa membuat mood terasa jauh lebih baik dan siap kembali bekerja.

Bekerja dari rumah memang memberikan sensasi merdeka dan fleksibel. Namun, ancaman mengalami stres saat WFH pun tak kalah nyata. Belum lagi jika ada peran lain yang perlu dilakukan seperti mengurus sekolah online anak dan segudang urusan lainnya.Mulailah dari diri sendiri dengan menyusun rutinitas teratur serta memisahkan mana urusan pekerjaan dan mana urusan pribadi. Tujuannya agar pekerjaan tetap rampung, kesehatan fisik terjaga, dan stres pun tidak datang tanpa diundang.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gejala ketika stres saat WFH sudah mengganggu kesehatan mental, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalstres
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/the-stress-of-working-from-home-4141174
Diakses pada 22 Mei 2021
Eurofound. https://www.eurofound.europa.eu/publications/report/2017/working-anytime-anywhere-the-effects-on-the-world-of-work
Diakses pada 22 Mei 2021
Forbes. https://www.forbes.com/sites/markmurphy/2020/04/23/three-warning-signs-that-your-remote-employees-are-starting-to-crack-under-the-stress-of-working-from-home/
Diakses pada 22 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait