6 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil pada Anak

(0)
16 Apr 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara mengatasi sering buang air kecil pada anak berbeda-beda, tergantung dari penyebabnya.Cara mengatasi sering buang air kecil pada anak akan didasari oleh penyebabnya.
Apakah anak Anda sering bolak-balik ke kamar mandi untuk kencing? Bisa jadi ada kondisi tertentu yang jadi pemicunya. Untuk mengetahui cara mengatasi sering buang air kecil pada anak, Anda perlu memahami dulu penyebab anak sering kencing. Dengan demikian, penanganan terbaiknya dapat dicari.

6 cara mengatasi sering buang air kecil pada anak sesuai penyebabnya

Jika anak sering kencing setelah ia meminum banyak air, hal ini tentunya dianggap normal. Namun, apabila Si Kecil sering buang air kecil ketika tidak banyak minum air, bisa jadi ada kondisi tertentu yang jadi penyebabnya.Berikut adalah berbagai penyebab anak sering buang air kecil dan cara mengatasinya yang bisa Anda lakukan.

1. Terburu-buru saat buang air kecil

Jika anak tergesa-gesa saat buang air kecil, kemungkinan besar masih ada urine yang tersisa di dalam kandung kemihnya. Kondisi ini dikenal sebagai voiding dysfunction.Voiding dysfunction biasanya terjadi saat anak sedang bermain dengan teman-temannya sehingga ia terburu-buru saat buang air kecil. Hasilnya, urine yang masih tersisa di dalam kandung kemihnya akan membuat Si Kecil kembali ke kamar mandi untuk kencing.Jika ini kasusnya, cara mengatasi sering buang air kecil pada anak yang bisa Anda lakukan adalah meminta anak untuk tidak tergesa-gesa saat kencing sehingga urine di kandung kemih bisa dikeluarkan sepenuhnya.

2. Peradangan pada organ intim

Peradangan pada organ intim juga bisa menjadi penyebab anak sering buang air kecil. Jika terjadi pada anak perempuan, kondisi ini disebut sebagai vulvovaginitis. Sementara itu, masalah ini dikenal sebagai balanitis jika terjadi pada anak laki-laki.Kedua kondisi ini biasanya terjadi jika anak-anak tidak membersihkan organ intimnya secara baik. Selain itu, mandi di dalam bak yang penuh busa juga bisa jadi penyebabnya.Vulvovaginitis adalah masalah yang sering terjadi pada anak perempuan. Cara mengatasi sering buang air kecil pada anak yang disebabkan vulvovaginitis dapat dilakukan di rumah dengan langkah-langkah berikut:
  • Gunakan celana dalam katun yang longgar
  • Menghindari celana yang terlalu ketat
  • Meminta anak untuk menjaga berat badan idealnya jika ia obesitas
  • Jangan menggunakan banyak sabun atau busa saat mandi
  • Pastikan sabun dan busa dari tubuh dan organ intimnya sudah bersih sebelum keluar dari kamar mandi.
Untuk balanitis, biasanya dokter dapat meresepkan obat oles steroid, obat oles antijamur, hingga obat antibiotic tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Namun, jika obat-obatan di atas tidak ampuh, dokter akan merekomendasikan anak untuk sunat.

3. Diabetes tipe 1

Meski jarang terjadi, diabetes tipe 1 juga dapat menjadi penyebab anak sering buang air kecil. Dokter umumnya akan melakukan diagnosis terlebih dahulu untuk memastikan apakah diabetes tipe 1 yang menjadi penyebab anak sering kencing.Jika memang kondisi anak sering kencing diakibatkan penyakit ini, biasanya urine yang dikeluarkan akan banyak. Si Kecil pun akan merasa haus berlebihan (polidipsia) sehingga ia akan banyak minum. Selain itu, berat badannya juga bisa turun.Terdapat berbagai cara mengatasi sering buang air kecil pada anak yang disebabkan oleh diabetes tipe 1, di antaranya:
  • Menggunakan obat insulin
  • Menghitung karbohidrat pada makanannya
  • Mengontrol gula darahnya secara teratur
  • Mengonsumsi makan-makanan sehat
  • Berolahraga rutin.
Berkonsultasilah pada dokter anak guna mendapatkan pengobatan terbaik diabetes tipe 1 pada Si Kecil.

4. Diabetes insipidus

Diabetes insipidus adalah penyebab langka dari anak sering buang air kecil. Jenis diabetes ini terjadi akibat adanya masalah pada hormon antidiuretik (hormon yang membuat ginjal menyerap air).Kondisi ini membuat ginjal tidak bisa menyimpan air sehingga tubuh akan kehilangan cairan. Hasilnya, anak akan merasa haus berlebihan dan sering bolak-bolak ke kamar mandi untuk kencing.Pengobatan diabetes insipidus akan didasari oleh jenisnya. Misalnya, dokter akan merekomendasikan penderita diabetes insipidus sentral untuk meminum air lebih banyak dan mengonsumsi obat desmopressin untuk menggantikan hormon antidiuretik yang hilang.Sedangkan, untuk penderita diabetes insipidus nefrogenik, dokter akan merekomendasikan pola makan rendah garam untuk mengurangi jumlah urine yang diproduksi ginjal. Dokter juga akan menyarakankan untuk meminum cukup air guna menghindari dehidrasi.

5. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih juga bisa menyebabkan anak sering kencing. Gejala infeksi saluran kemih yang harus diwaspadai berupa rasa sakit saat kencing, urine berdarah atau keruh, demam, nyeri punggung, hingga mual.Cara mengatasi sering buang air kecil pada anak yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih akan berbeda-beda. Dokter akan melakukan diagnosis terlebih dahulu untuk mencari tahu apa penyebabnya.Jika penyebabnya adalah bakteri, maka dokter dapat merekomendasikan obat antibiotik. Namun, jika virus atau jamur yang jadi penyebabnya, maka dokter akan meresepkan obat antivirus dan antijamur.

6. Pollakiuria

Pollakiuria atau frequent daytime urination syndrome adalah penyebab anak sering kencing yang juga harus diwaspadai. Kondisi medis ini dapat menyebabkan anak sering kencing (10-30 kali sehari) dan hanya mengeluarkan sedikit air urine saja. Pollakiuria sering kali ditemukan pada anak berusia 4-6 tahun.Penyebab pasti pollakiuria belum diketahui. Namun, dilansir dari Very Well Family, penyakit ini dapat disebabkan oleh stres. Kondisi ini umumnya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu atau bulan.

Catatan dari SehatQ

Berbagai cara mengatasi sering buang air kecil pada anak akan didasari oleh penyebabnya. Maka dari itu, sebaiknya Anda kunjungi dokter jika anak sering kencing. Dengan begitu, dokter dapat membantu Anda mendiagnosis apa penyebabnya.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
tips parentinginfeksi saluran kencinginfeksi saluran kemih
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/frequent-urination-2634333
Diakses pada 1 April 2021
RCH. https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Vulvovaginitis/
Diakses pada 1 April 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/balanitis/
Diakses pada 1 April 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/type-1-diabetes-in-children/diagnosis-treatment/drc-20355312
Diakses pada 1 April 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes-insipidus/diagnosis-treatment/drc-20351274
Diakses pada 1 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/urinary-tract-infection-adults#treatment
Diakses pada 1 April 2021
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait