Kenali Penyebab Sariawan pada Bayi, Jenis dan Pengobatannya yang Tepat

(0)
21 Aug 2019|Armita Rahardini
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Rasa perih akibat sariawan pada bayi dapat membuatnya enggan menyusu atau makanSariawan pada bayi dapat membuatnya rewel dan sulit untuk minum atau makan
Sariawan pada bayi adalah salah satu gangguan kesehatan mulut yang normal dan wajar terjadi. Tetapi bila luka ini muncul, rasa perihnya bisa membuat bayi rewel dan enggan menyusu atau makan.Sariawan adalah luka terbuka berukuran kecil, dengan permukaan berwarna putih atau kekuningan. Luka ini bisa muncul di pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, dan langit-langit mulut.Luka sariawan umumnya muncul satu per satu di lokasi yang berbeda. Tetapi ada kalanya, terjadi sariawan parah dengan jumlah luka lebih dari satu atau lokasinya berkelompok di dalam mulut.Pada umumnya, sariawan pada bayi bukanlah masalah kesehatan yang berbahaya. Namun karena terasa perih saat minum, makan, atau saat tersentuh, bayi menjadi tidak mau makan dan minum. Dalam kondisi ini, dikhawatirkan bayi berpotensi terkena dehidrasi atau kekurangan cairan.

Penyebab sariawan pada bayi

Sariawan pada bayi bisa disebabkan karena mainan yang masuk ke mulut
Hingga saat ini, tak diketahui penyebab pasti munculnya sariawan pada bayi. Para pakar menduga bahwa faktor-faktor berikut bisa berpengaruh:
  • Kekurangan asupan makanan dan vitamin tertentu. Misalnya, kurang asupan asam folat, vitamin B12, dan zat besi.
  • Memiliki alergi terhadap jenis makanan atau zat tertentu.
  • Cedera di mulut. Bisa saja, Si Kecil tidak sengaja menggigit lidah atau bibirnya. Mungkin juga ia melukai bagian dalam mulutnya saat memasukkan mainan atau benda lain ke mulut.
  • Faktor keturunan.
  • Infeksi jamur.
Sariawan memang jarang dialami oleh bayi. Kalangan remaja dan wanita biasanya lebih sering mengalami kondisi ini. Terkadang, sariawan juga bisa muncul sebagai bagian dari sindrom pra-menstruasi.Sementara pada anak dan remaja, sariawan bisa pula muncul sebagai reaksi atas tekanan stres. Beberapa penelitian menemukan bahwa pada masa ujian, sariawan akan lebih banyak muncul pada anak maupun remaja.

Jenis sariawan pada bayi dan anak

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), beberapa jenis sariawan yang bisa muncul pada bayi dan anak-anak adalah sebagai berikut:
  1. Stomatitis aphtousa. Ini adalah jenis sariawan yang paling banyak terjadi pada bayi dan anak. Penyebab dari sariawan ini biasanya karena luka atau trauma yang terjadi pasca tergigit atau tergores sikat gigi.
  2. Oral thrush. Adalah jenis sariawan yang dikenal dengan kandidiasis mulut karena disebabkan oleh infeksi jamur candida albicans. Sariawan ini kerap terjadi pada anak dengan daya tahan tubuh lemah atau sering minum antibiotik dalam jangka waktu lama.
  3. Stomatitis herpetic. Jenis sariawan ini disebabkan oleh virus herpes simplex yang kerap terjadi pada bayi dan anak jika ada virus yang mewabah dan daya tahan tubuh si Kecil rendah.
  4. Sariawan penyakit hand, foot and mouth disease. Luka jenis sariawan ini biasanya banyak dan terasa sangat nyeri, bersamaan dengan timbulnya lesi kulit di telapak tangan dan kaki.
Jika bayi mengalami jenis sariawan seperti di atas, maka sebaiknya segera bawa si Kecil ke dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Cara mengatasi sariawan pada bayi

Sariawan pada bayi dapat menyebabkannya sulit makan
Sariawan umumnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 10 hari. Sedangkan rasa perihnya akan mereda dalam waktu 3-4 hari.Untuk menyembuhkannya, terdapat berbagai cara mengatasi sariawan pada bayi yang bisa Anda coba. Langkah penanganan ini akan membantu dalam meredakan rasa perih, sehingga bayi nyaman dan bisa menyusu kembali.Jika Anda memutuskan tidak mau menggunakan obat sariawan, Anda bisa menerapkan sederet cara mengobati sariawan pada bayi seperti berikut:

1. Manfaatkan ASI

Bagi bayi di bawah 6 bulan, air susu ibu (ASI) merupakan obat terbaik untuk mengatasi sariawan. Oleh sebab itu, tetap susui buah hati dengan perlahan.

2. Gunakan sendok atau gelas

Gerakan menyedot susu bisa saja membuat luka sariawan terasa nyeri. Sebagai alternatif, Anda bisa memerah ASI kemudian memberikannya pada bayi dengan sendok khusus bayi. Dengan ini, sariawannya tidak akan tersentuh puting susu.Pemberian susu dengan sendok ini juga bisa diterapkan pada bayi dengan susu formula. Bila bayi sudah bisa minum melalui gelas, susu juga bisa diberikan dengan cara ini.

3. Gunakan kompres atau makanan dingin

Mengompres sariawan dengan atau es batu. Kompres dingin ini akan membuat sariawan mati rasa dan tidak menimbulkan perih saat bayi menyusu atau makan. Jika si kecil sudah mulai diberi makanan padat, Anda bisa coba dengan memberikan makanan dingin. Misalnya, potongan buah dingin atau es krim untuk mengurangi rasa perih dan tidak nyaman di mulutnya.

4. Jauhi rasa asam

Cara mengobati sariawan pada bayi yang harus siperhatikan adalah menjauhi si Kecil dari makanan asam. Hindari makanan dan minuman bercita rasa asam karena bisa membuat rasa perih sariawan makin parah.

5. Tingkatkan asupan nutrisi

Meningkatkan asupan gizi dan vitamin dapat membantu dalam mempercepat penyembuhan sekaligus mencegah sariawan. Mulai dari asam folat, serta vitamin B2, B5, dan C.

6. Berikan makanan lunak

Agar luka sariawan tidak terus tersenggol saat makan, berikan makanan lunak pada bayi yang sudah bisa makan. Misalnya, bubur atau oatmeal. Bila ingin memberikan buah, Anda bisa mengolahnya menjadi jus terlebih dulu.

7. Gunakan teething gel

Menggunakan teething gel atau gel yang biasa dioleskan di gusi, untuk mengurangi ketidaknyamanan saat bayi tumbuh gigi. Hati-hatilah saat mengoleskannya pada sariawan karena biasanya perih pada sariawan muncul saat tersentuh.

8. Menjaga kebersihan gigi bayi

Pada bayi yang sudah memiliki gigi, kebersihannya harus dijaga. Misalnya, rutin menggosok giginya minimal dua kali sehari. Pasalnya, kondisi mulut yang tidak bersih bisa memperparah kondisi sariawan.Karena menyebabkan rasa perih dalam mulut, sariawan kerap membuat penderitanya enggan makan. Demikian pula pada bayi.Tidak jarang bayi yang mengalami luka sariawan akan rewel, serta tidak mau menyusu atau makan. Agar kondisi ini tidak terus berlanjut, cara mengatasi sariawan yang benar, perlu dilakukan dengan saksama.

Kapan harus ke dokter?

Bila cara mengatasi sariawan di atas dianggap kurang efektif, dan Si Kecil masih enggan minum dan makan, ada baiknya Anda membawa bayi ke dokter. Dokter biasanya akan meresepkan ibuprofen atau acetaminophen dengan dosis yang tepat, guna meredakan perihnya sariawan pada bayi.Orangtua juga perlu mewaspadai sariawan yang disertai dengan kondisi-kondisi di bawah ini:
  • Sariawan berlangsung selama beberapa minggu, dan tidak kunjung membaik.
  • Bayi sama sekali tidak mau menyusu atau makan.
  • Disertai demam.
  • Muncul ruam-ruam.
  • Terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening, terutama yang terletak di leher. Pasalnya, pembengkakan pada kelenjar getah bening ini paling mudah terlihat.
Jika sariawan sangat mengganggu kenyamanan buah hati, orangtua dianjurkan untuk memeriksakan bayi ke dokter. Dengan ini, pengobatan yang tepat bisa diperoleh.
tumbuh kembang bayimengatasi bayi rewelbayi menangis
Babycenter. https://www.babycenter.com/0_canker-sores_1464984.bc
Diakses pada 19 Agustus 2019
Kidshealth. https://kidshealth.org/en/parents/canker.html
Diakses pada 19 Agustus 2019
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_canker-sores_1464984.bc
Diakses pada 21 Agustus 2019
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/stomatitis-sariawan-pada-anak
Diakses pada 21 Agustus 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait