Orangtua Perlu Tahu 9 Cara Mengatasi Sariawan Pada Bayi Ini

Rasa perih akibat sariawan pada mulut bayi dapat membuatnya enggan menyusu atau makan
Sariawan pada mulut si kecil dapat membuatnya rewel dan sulit untuk minum atau makan

Sariawan sebenarnya jarang terjadi pada bayi. Tetapi bila luka ini muncul, rasa perihnya bisa membuat bayi rewel dan enggan menyusu atau makan.

Untuk menyembuhkannya, terdapat berbagai cara mengatasi sariawan pada bayi yang bisa Anda coba. Langkah penanganan ini akan membantu dalam meredakan rasa perih, sehingga bayi nyaman dan bisa menyusu kembali.

Apa saja cara mengatasi sariawan pada bayi?

Sariawan adalah luka terbuka berukuran kecil, dengan permukaan berwarna putih atau kekuningan. Luka ini bisa muncul di pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, dan langit-langit mulut.

Luka sariawan umumnya muncul satu per satu di lokasi yang berbeda. Tetapi ada kalanya, terjadi sariawan parah dengan jumlah luka lebih dari satu atau lokasinya berkelompok di dalam mulut.

Pada umumnya, sariawan pada bayi bukanlah masalah kesehatan yang berbahaya. Namun karena terasa perih saat minum, makan, atau saat tersentuh, bayi menjadi tidak mau makan dan minum. Dalam kondisi ini, dikhawatirkan bayi berpotensi terkena dehidrasi atau kekurangan cairan.

Sariawan umumnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 10 hari. Sedangkan rasa perihnya akan mereda dalam waktu 3-4 hari.

Jika Anda memutuskan tidak mau menggunakan obat sariawan, Anda bisa menerapkan sederet cara mengatasi sariawan pada bayi di bawah ini:

  1. Manfaatkan ASI

Bagi bayi di bawah enam bulan, air susu ibu (ASI) merupakan obat terbaik untuk mengatasi sariawan. Oleh sebab itu, tetap susui buah hati dengan perlahan.

  1. Gunakan sendok atau gelas

Gerakan menyedot susu bisa saja membuat luka sariawan terasa nyeri. Sebagai alternatif, Anda bisa memeras ASI kemudian memberikannya pada bayi dengan sendok khusus bayi. Dengan ini, sariawannya tidak akan tersentuh puting susu.

Pemberian susu dengan sendok ini juga bisa diterapkan pada bayi dengan susu formula. Bila bayi sudah bisa minum melalui gelas, susu juga bisa diberikan dengan cara ini.

  1. Gunakan kompres dingin

Mengompres sariawan dengan atau es batu. Kompres dingin ini akan membuat sariawan mati rasa dan tidak menimbulkan perih saat bayi menyusu atau makan.

  1. Berikan makanan dingin

Jika si kecil sudah mulai diberi makanan padat, coba berikan makanan dingin. Misalnya, potongan buah dingin atau es krim untuk mengurangi rasa perih dan tidak nyaman di mulutnya.

  1. Jauhi rasa asam

Hindari makanan dan minuman bercita rasa asam karena bisa membuat rasa perih sariawan makin parah.

  1. Tingkatkan asupan nutrisi

Meningkatkan asupan gizi dan vitamin dapat membantu dalam mempercepat penyembuhan sekaligus mencegah sariawan. Mulai dari asam folat, serta vitamin B2, B5, dan C.

  1. Berikan makanan lunak

Agar luka sariawan tidak terus tersenggol saat makan, berikan makanan lunak pada bayi yang sudah bisa makan. Misalnya, bubur atau oatmeal. Bila ingin memberikan buah, Anda bisa mengolahnya menjadi jus terlebih dulu.

  1. Gunakan teething gel

Menggunakan teething gel atau gel yang biasa dioleskan di gusi, untuk mengurangi ketidaknyamanan saat bayi tumbuh gigi. Hati-hatilah saat mengoleskannya pada sariawan karena biasanya perih pada sariawan muncul saat tersentuh.

  1. Menjaga kebersihan gigi bayi

Pada bayi yang sudah memiliki gigi, kebersihannya harus dijaga. Misalnya, rutin menggosok giginya minimal dua kali sehari. Pasalnya, kondisi mulut yang tidak bersih bisa memperparah kondisi sariawan.

Bila cara mengatasi sariawan pada bayi di atas dianggap kurang efektif, dan Si Kecil masih enggan minum dan makan, ada baiknya Anda membawanya ke dokter. Dokter biasanya akan meresepkan ibuprofen atau acetaminophen dengan dosis yang tepat, guna meredakan perihnya sariawan pada bayi.

Orangtua juga perlu mewaspadai sariawan yang disertai dengan kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Sariawan berlangsung selama beberapa minggu, dan tidak kunjung membaik.
  • Bayi sama sekali tidak mau menyusu atau makan.
  • Disertai demam.
  • Muncul ruam-ruam.
  • Terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening, terutama yang terletak di leher. Pasalnya, pembengkakan pada kelenjar getah bening ini paling mudah terlihat.

Kenapa sariawan bisa terjadi pada bayi?

Hingga saat ini, tak diketahui penyebab pasti munculnya sariawan pada bayi. Para pakar menduga bahwa faktor-faktor berikut bisa berpengaruh:

  • Kekurangan asupan makanan dan vitamin tertentu. Misalnya, kurang asupan asam folat, vitamin B12, dan zat besi.
  • Memiliki alergi terhadap jenis makanan atau zat tertentu.
  • Cedera di mulut. Bisa saja, Si Kecil tidak sengaja menggigit lidah atau bibirnya. Mungkin juga ia melukai bagian dalam mulutnya saat memasukkan mainan atau benda lain ke mulut.
  • Faktor keturunan.
  • Infeksi jamur.

Sariawan memang jarang dialami oleh bayi. Kalangan remaja dan wanita biasanya lebih sering mengalami kondisi ini. Terkadang, sariawan juga bisa muncul sebagai bagian dari sindrom pra-menstruasi.

Sementara pada anak dan remaja, sariawan bisa pula muncul sebagai reaksi atas tekanan stres. Beberapa penelitian menemukan bahwa pada masa ujian, sariawan akan lebih banyak muncul pada anak maupun remaja.

Karena menyebabkan rasa perih dalam mulut, sariawan kerap membuat penderitanya enggan makan. Demikian pula pada bayi.

Tidak jarang bayi yang mengalami luka sariawan akan rewel, serta tidak mau menyusu atau makan. Agar kondisi ini tidak terus berlanjut, cara mengatasi sariawan pada bayi yang benar, perlu dilakukan dengan saksama.

Jika sariawan sangat mengganggu kenyamanan buah hati, orangtua dianjurkan untuk memeriksakan bayinya ke dokter. Dengan ini, pengobatan yang tepat bisa diperoleh.

Babycenter. https://www.babycenter.com/0_canker-sores_1464984.bc
Diakses pada 19 Agustus 2019

Kidshealth. https://kidshealth.org/en/parents/canker.html
Diakses pada 19 Agustus 2019

Baby Center. https://www.babycenter.com/0_canker-sores_1464984.bc
Diakses pada 21 Agustus 2019

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/stomatitis-sariawan-pada-anak
Diakses pada 21 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed