Sakit Rahang Mengganggu Aktivitas Sehari-hari, Atasi Segera dengan Cara Ini

Sakit rahang terasa menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang
Sakit rahang dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang

Pernahkah Anda mengalami sakit rahang ketika menggigit atau mengunyah? Sakit pada rahang tentunya terasa tidak nyaman dan mengganggu. Namun jangan khawatir, karena ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sakit rahang tanpa melakukan proses operasi.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah meminum obat antinyeri yang dijual bebas. Selain mengonsumsi obat, Anda juga dapat mengikuti cara-cara nonbedah berikut untuk mengurangi sakit rahang yang diderita.

Cara Mengatasi Sakit Rahang

Sakit rahang biasanya disebabkan oleh dislokasi sendi temporomandibular atau sendi rahang, yang merupakan susunan tulang yang saling berkaitan antara rahang atas dan rahang bawah. Beberapa cara mengatasi sakit rahang dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

1. Istirahat

Untuk sementara, biarkan rahang Anda beristirahat dengan tidak menggigit makanan dan benda yang terlalu keras, atau menggunakan rahang secara berlebihan. Ada baiknya Anda tidak menggigiti kuku, pulpen atau pensil, tidak memakan makanan yang alot seperti dendeng, mengunyah permen karet, atau tertawa terlalu lebar.

2. Kompres Panas-Dingin

Jenis rasa sakit yang Anda rasakan menentukan jenis kompres yang tepat. Jika Anda merasakan nyeri menusuk yang hilang-timbul, kompres dingin dapat membantu untuk menumpulkan ujung-ujung saraf nyeri di sekitar rahang, dan menghambat pengiriman sinyal nyeri ke otak.

Bungkus beberapa es batu dengan handuk yang tipis, lalu tempelkan pada kedua sisi rahang Anda selama kira-kira 10 menit. Ingat untuk tidak mengompres dingin terlalu lama.

Jika nyeri yang dirasakan bersifat tumpul dan menetap, kompres hangat bisa jadi lebih efektif karena membantu melancarkan aliran darah dan membuat otot rahang jadi lemas.

Celupkan handuk kecil ke dalam air hangat, peras sampai tidak ada tetesan air lagi, lalu tempelkan pada kedua sisi rahang. Celupkan kembali ke dalam air hangat saat handuk tidak terasa hangat.

3. Pijat

Memijat rahang yang sakit beberapa kali sehari dapat mengurangi rasa nyeri karena dapat melemaskan otot yang kencang dan melancarkan peredaran darah. Berikut cara yang dapat dilakukan:

  • Sambil membuka mulut, pijat daerah di depan telinga tempat sendi temporomandibular berada dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah. Pijat dengan gerakan memutar (sirkular) pada kedua sisi. Lakukan pijatan juga dengan mulut tertutup.

  • Raba otot yang nyeri dari bagian dalam mulut. Pijat kembali kedua sisi rahang menggunakan jari tangan. Pastikan Anda sudah mencuci tangan terlebih dahulu.

  • Pijat sisi leher kiri dan kanan. Otot leher tidak secara langsung berperan dalam pergerakan sendi rahang, tapi jika ada masalah pada rahang, leher Anda bisa ikut terasa kencang. Pijat dapat membantu melemaskan otot-otot leher tersebut.

4. Perbaiki Posisi saat Bekerja

Tanpa disadari saat bekerja, badan Anda membungkuk, atau kepala Anda miring ketika menjepit telepon dengan bahu. Tekanan besar yang menjepit rahang dan leher Anda dapat menyebabkan rasa nyeri jika dibiarkan. Usahakan saat bekerja tetap menjaga postur tubuh yang tegak. Beri topangan pada punggung. Jika menelepon terlalu lama, Anda dapat menggunakan earset/headset.

Jika Anda sudah duduk terlalu lama, luangkan waktu sebentar untuk mereggangkan otot-otot, termasuk otot muka dan rahang.

5. Makanan yang Harus Anda Perhatikan

Hindari makanan yang terlalu alot atau keras supaya rahang Anda dapat beristirahat. Saat makan, hindari suapan yang terlalu besar. Kalau perlu, potong makanan Anda lebih kecil. Minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, dan coklat, sebaiknya dihindari. Kafein dapat meningkatkan ketegangan otot, sehingga dapat memperparah rasa sakit.

6. Hindari Stres

Dalam keadaan stres, tanpa sadar kita sering menggemeretakkan gigi keras-keras, yang berkontribusi menyebabkan sakit rahang. Anda dapat mengurangi stres dengan berolahraga secara rutin (3 kali/minggu, selama 20-30 menit). Selain mengurangi ketegangan otot, olahraga dapat memproduksi endorfin untuk mengurangi stres.

7. Bruxism

Bruxism adalah kondisi di mana Anda menggemeretakkan gigi keras-keras tanpa disadari saat tidur. Orang-orang di sekitar Anda yang biasanya akan menyadari kebiasaan buruk ini. Konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami bruxism. Dampak bruxism dapat dikurangi dengan memakai pelindung gigi saat tidur

Jika cara-cara di atas tidak membantu mengurangi sakit rahang, serta rasa sakit yang dialami sudah menetap sampai 2 minggu atau lebih, Anda dapat berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

The TMJ Association. http://www.tmj.org/site/page?pageId=229
Diakses pada April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317184.php
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed