Cara Mengatasi Rambut Rontok karena Stres agar Terhindar dari Kebotakan


Rambut rontok karena stres umumnya bersifat sementara dan dapat ditangani dengan teknik relaksasi. Namun, jika kerontokan sudah terlanjur mengakibatkan kebotakan, pemakaian obat kortikosteroid, minoxidil, dan transplantasi rambut perlu dilakukan.

0,0
Rambut rontok karena stres umumnya bersifat sementara dan dapat ditangani dengan teknik relaksasiStres menjadi penyebab kerontokan rambut yang seringkali tak disadari oleh orang-orang
Biasanya, rambut rontok terjadi karena adanya kesalahan dalam merawat kesehatan kulit kepala. Beberapa kebiasaan yang bisa memicu kondisi ini seperti mengikat rambut terlalu kencang, sering mewarnai dan mengeriting rambut, hingga menggosoknya dengan sangat keras setelah keramas.
Selain kebiasaan-kebiasaan tersebut, stres ternyata juga bisa menjadi penyebab rambut rontok. Jika tak tertangani dengan baik, bukan tidak mungkin rambut rontok karena stres menyebabkan kebotakan pada kepala.

Jenis rambut rontok karena stres

Stres menjadi penyebab kerontokan rambut yang seringkali tak disadari oleh orang-orang. Ada tiga jenis kerontokan rambut yang dipengaruhi tingkat stres. Ketiga jenis rambut rontok karena stres tersebut, di antaranya:
  • Telogen effluvium

Telogen effluvium adalah kondisi yang terjadi saat Anda mengalami kerontokan rambut mendadak karena adanya perubahan jumlah folikel rambut. Salah satu faktor yang jadi pemicunya yaitu stres.Jenis rambut rontok karena stres ini biasanya baru terjadi beberapa bulan setelah Anda melewati kejadian yang menguras emosi dan pikiran. Telogen effluvium biasanya hanya bersifat sementara atau tidak permanen.
  • Trikotilomania

Trikotilomania merupakan kondisi yang membuat seseorang terdorong untuk mencabut rambut dari kulit kepala, alis, maupun area tubuh lainnya. Umumnya, tindakan tersebut dilakukan untuk mengatasi rasa tidak nyaman atau perasaan negatif yang ditimbulkan oleh stres, kecemasan, kesepian, kebosanan, dan frustasi.
  • Alopecia areata

Alopecia areata terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut. Salah satu pemicunya yaitu stres berat. Kondisi itulah yang kemudian menyebabkan rambut rontok.

Cara mengatasi rambut rontok karena stres

Ada berbagai macam cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi rambut rontok karena stres. Tindak penanganan harus berdasarkan kondisi yang menjadi penyebab utamanya. Berikut ini sejumlah cara mengatasi kerontokan rambut karena stres:

1. Melakukan teknik relaksasi

Apabila kerontokan rambut disebabkan oleh stres, cara mengatasinya dapat dilakukan dengan menerapkan teknik relaksasi. Dengan teknik relaksasi, stres yang Anda rasakan akan mereda. Beberapa aktivitas relaksasi yang bisa dilakukan meliputi:
  • Pijat
  • Yoga
  • Meditasi
  • Menonton film
  • Pernapasan dalam
  • Berolahraga secara rutin
  • Mendengarkan musik relaksasi

2. Menerapkan pola makan sehat

Pola hidup sehat penting diterapkan untuk membantu mengatasi rambut rontok karena stres. Cobalah untuk mengonsumsi makanan-makanan yang kaya akan protein dan zat besi. Anda juga dapat minum suplemen tertentu jika kurangnya nutrisi tertentu turut berkontribusi pada kerontokan rambut.

3. Penggunaan minoxidil

Apabila rambut rontok karena stres sudah mengakibatkan kebotakan, penggunaan minoxidil bisa membantu mengatasi masalah tersebut. Obat ini diyakini ampuh dalam memperlambat kerontokan, sekaligus merangsang kembali pertumbuhan rambut

4. Transplantasi rambut

Transplantasi bisa mengatasi kebotakan akibat rambut rontok.Transplantasi dilakukan dengan cara memindahkan folikel rambut sehat ke kulit kepala yang telah mengalami kebotakan. Hasil dari transplantasi rambut biasanya baru terlihat beberapa bulan setelahnya.

5. Kortikosteroid

Kortikosteroid merupakan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kerontokan rambut pada penderita alopecia areata. Meskipun kondisi ini sebenarnya bisa dengan sembuh sendirinya, penggunaan kortikosteroid dapat mempercepat pertumbuhan kembali rambut.

Catatan dari SehatQ

Rambut rontok karena stres umumnya bersifat sementara dan dapat ditangani dengan teknik relaksasi. Namun, jika kerontokan sudah terlanjur mengakibatkan kebotakan, pemakaian obat kortikosteroid, minoxidil, dan transplantasi dapat mendorong pertumbuhan kembali rambut.Apabila stres Anda rasakan mulai memengaruhi kondisi fisik dan mental, segera berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang dilakukan sedini mungkin bisa membantu mencegah kondisi Anda semakin parah.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda dapat bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
rambut rontokstres
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/is-stress-a-cause-of-hair-loss-3144822
Diakses pada 25 Oktober 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321590
Diakses pada 25 Oktober 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/expert-answers/stress-and-hair-loss/faq-20057820
Diakses pada 25 Oktober 2021
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/hair-loss/understanding-hair-loss-treatment
Diakses pada 25 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait