Gangguan Tidur Night Terror: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Night terror atau teror malam biasanya disebabkan oleh trauma, demam, kurang tidur, pengaruh obat-obatan, atau sleep apnea.
Saat mengalami night terror, anak menjadi sulit disadarkan atau dibangunkan

Night terror atau teror malam seringkali terjadi pada anak-anak. Berbeda dari mimpi buruk pada umumnya, night terror dapat berlangsung secara berulang, disertai tangisan anak dan ketakutan.

Night terror biasanya terjadi pada anak usia 3-12 tahun. Apabila sudah berlangsung, anak yang mengalami night terror kadang sulit disadarkan atau dibangunkan.

Apa Penyebab Night Terror?

Ada beberapa faktor penyebab night terror, antara lain:

  • Pernah mengalami kejadian yang traumatis
  • Demam
  • Kurang tidur
  • Obat-obatan yang memengaruhi otak

Night terror dapat dikategorikan sebagai gangguan tidur parasomnia, yaitu perilaku atau pengalaman yang tidak diinginkan saat tidur.

Hal ini bisa juga dipicu oleh kondisi-kondisi mendasar yang mengganggu tidur, seperti:

  • Gangguan saluran pernapasan saat tidur atau sleep apnea
  • Sindrom kaki gelisah
  • Beberapa obat
  • Gangguan mood, seperti depresi dan gangguan kecemasan
  • Pada orang dewasa seringkali dipicu oleh penggunaan alkohol

Apa yang Terjadi Selama Night Terror?

Night terror biasanya dimulai sekitar 90 menit setelah anak tertidur. Anak akan duduk di tempat tidur sembari menangis atau berteriak.

Saat terbangun, anak akan bingung, ketakutan, dan tidak responsif terhadap rangsangan. Anak juga tampaknya tidak menyadari kehadiran orangtua dan biasanya tidak bisa berbicara.

Kebanyakan night terror akan berlangsung selama beberapa menit, bahkan hingga setengah jam. Selanjutnya anak akan kembali tidur seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

Karena mengalami gangguan tidur night terror, anak menjadi tampak lelah di siang hari dan sulit berkonsentrasi terhadap pelajaran. Jika gangguan ini terjadi, Anda sebaiknya mengajak anak berkonsultasi dengan dokter, untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Night terror memengaruhi hampir 40% anak-anak dan sejumlah orang dewasa. Meski menakutkan, night terror biasanya tidak berbahaya dan tidak perlu dikhawatirkan berlebihan.

Menjelang usia remaja, kondisi gangguan tidur parasomnia seperti night terror dapat hilang dengan sendirinya. Kondisi night terror juga kerap dipasangkan dengan sleep walking atau tidur sambil berjalan. Tetapi, hanya berlangsung beberapa detik atau beberapa menit.

Yang paling dikhawatirkan pada konsisi anak yang mengalami night terror adalah risiko keamanan dan keselamatan. Anak yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami night terror akan menjerit, berteriak, atau bahkan histeris di sekitar tempat tidur.

Kasus night terror yang serius memerlukan perawatan. Sebab, kondisi tersebut membuat anak jadi sulit tidur nyenyak dan memengaruhi perkembangan psikisnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Kendati night terror secara umum tidak berbahaya maupun mengkhawatirkan, anak perlu menjalani pemeriksaan rutin oleh dokter. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter anak, jika hal-hal ini terjadi.

  • Night terror terjadi lebih sering atau dalam seminggu berturut-turut
  • Secara rutin, night terror mengganggu orang lain atau anggota keluarga lainnya
  • Night terror menimbulkan masalah keamanan atau cedera pada anak
  • Night terror mengakibatkan rasa kantuk berlebihan atau kelelahan di siang hari
  • Night terror terus berlanjut menjelang usia remaja atau memasuki usia dewasa

Segera konsultasikan kondisi buah hati pada dokter anak jika mengalami night terror, atau gangguan tidur parasomnia lainnya.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sleep-terrors/symptoms-causes/syc-20353524
Diakses pada 7 Februari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/sleep-disorders-night-terrors
Diakses pada 7 Februari 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed