Cara Mengatasi Maag yang Ampuh dan Aman untuk Dilakukan

Kelola stres menjadi salah satu cara mengatasi maag yang ampuh.
Salah satu cara mengatasi maag ialah hindari rokok dan kurangi konsumsi obat pain killer.

Cara mengatasi maag yang baik dan benar, bisa menjadi "pedoman" penting untuk meredakan gejala penyakit yang disebabkan bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) itu. Bagi Anda yang sudah sebal dengan gejala maag, mari kenali cara mengatasi maag guna membebaskan diri dari belenggunya.

Cara mengatasi maag yang ampuh dan aman

Sebelum mengetahui cara mengatasi penyakit maag yang ampuh, ketahuilah penyebabnya, agar di waktu yang akan datang, Anda bisa tahu cara menghindari penyakit maag.

Beberapa hal di bawah ini, dapat menimbulkan penyakit maag:

  • Helicobacter pylori (H. pylori): Ini adalah bakteri yang hidup di lapisan mukosa lambung. Tanpa pengobatan, infeksi yang disebabkan bakteri ini bisa mengakibatkan maag. Bahkan pada beberapa orang, kanker lambung bisa muncul.
  • Refluks cairan empedu: Arus balik cairan empedu ke lambung, dari saluran empedu yang menghubungkan ke hati dan kantong empedu.
  • Infeksi: Infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan virus.

Beberapa aktivitas seperti mengonsumsi alkohol berlebihan, muntah-muntah, stres, atau penggunaan obat aspirin, dan obat antiradang lainnya, bisa menyebabkan penyakit maag timbul.

Cara mengatasi maag dengan obat

Sakit maag
Selain obat-obatan, pola makan sehat juga bisa cegah gejala maag

Biasanya, dokter akan memberikan resep dan rekomendasi beberapa obat-obatan sebagai cara mengatasi penyakit maag. Ketahuilah beragam obat di bawah ini agar Anda terbebas dari gejala maag yang menjengkelkan.

  • Obat-obatan untuk menghentikan produksi asam

Beberapa obat-obatan seperti omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole, dexlansoprazole, hingga pantoprazole biasanya akan direkomendasikan dokter. Obat-obatan ini dikonsumsi untuk menghentikan produksi asam, sehingga gejala maag bisa diredakan.

  • Obat-obatan untuk mengurangi produksi asam

Obat-obatan yang menurunkan produksi asam (H-2 blockers) seperti ranitidine, famotidine, cimetidine, dan nizatidine bisa direkomendasikan dokter untuk membantu Anda menurunkan produksi asam di dalam lambung.

  • Antasida

Antasida adalah obat yang bisa menetralkan asam lambung di dalam lambung Anda. Obat ini bisa bekerja dengan cepat, sehingga rasa nyeri akibat gejala maag bisa langsung terobati. Namun, ada efek samping yang bisa dirasakan, seperti diare.

  • Antibiotik

Jika maag disebabkan oleh bakteri H. pylori, maka antibiotik akan turun tangan. Beberapa obat antibiotik seperti clarithromycin, amoxicilin, sampai metronidazole bisa membunuh H. pylori.

Anda disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan maag berdasarkan anjuran dokter. Sebab, dokter bisa tahu dosis dan cara pengonsumsian obat-obatan ini agar hasilnya maksimal.

Bagaimana cara mengatasi sakit maag di rumah?

Ada berbagai cara atau solusi, yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi sakit maag, dan bahkan menghindarinya.

Tidak semua cara mengatasi penyakit maag di rumah ini, efektif diterapkan semua orang. Jadi, cobalah beberapa dari cara di bawah ini, untuk mengetahui, cara terbaik untuk mengatasi maag Anda.

1. Diet anti-inflamasi

Mengonsumsi makanan yang bisa menyebabkan peradangan, tentu meningkatkan kemungkinan munculnya sakit maag. Maka dari itu, mengonsumsi makanan pedas dan asam, alkohol, gluten, hingga produk susu, harus Anda hindari.

2. Konsumsi probiotik

Probiotik mampu meningkatkan sistem pencernaan dan melancarkan buang air besar. Probiotik juga bisa menghentikan penyebaran H. pylori dalam tubuh. Beberapa asupan sehat seperti yogurt, kimchi, hingga kefir bisa Anda coba, sebagai cara mengatasi maag.

3. Konsumsi teh hijau

Sebuah penelitian menunjukkan, konsumsi teh hijau atau teh hitam setidaknya sekali dalam satu minggu, bisa mengurangi jumlah H. pylori di saluran pencernaan.

4. Ekstrak bawang putih

Beruntunglah, bawang putih mudah diperoleh di Indonesia. Sebab, dalam sebuah penelitian, ekstrak bawang putih dipercaya mampu meredakan gejala sakit maag. Anda bisa memotong bawang putih dengan kecil, kemudian memakannya.

5. Kurangi porsi makan

Mengonsumsi satu menu makanan dalam porsi besar, bisa membuat sistem pencernaan jadi sakit dan memperparah sakit maag.

Mulai sekarang, kurangi porsi makan Anda, tapi tetap makan secara teratur sepanjang hari. Hanya saja, porsinya tidak terlalu banyak. Langkah ini bisa meringankan proses pencernaan dan mengurangi gejala sakit maag.

6. Hindari rokok dan obat penghilang rasa sakit

Merokok dapat merusak lapisan lambung seseorang dan meningkatkan risiko kanker lambung. Selain itu, mengonsumsi terlalu banyak obat penahan rasa sakit, juga berpotensi memperparah sakit maag.

7. Mengelola stres

Stres bisa memicu gejala sakit maag. Maka dari itu, mengurangi rasa stres, bisa membantu meminimalisir sakit maag. Cobalah yoga, melatih pernapasan, meditasi atau pijat, untuk meredakan stres yang Anda rasakan.

Pola diet yang sehat untuk penderita maag

Yogurt
Mengonsumsi makanan yang "ramah" untuk maag, bisa membantu kurangi gejalanya

Tidak hanya obat saja yang bisa dijadikan cara mengatasi maag, tapi juga pola diet yang sehat. Beberapa tips pola diet di bawah ini sangatlah dianjurkan untuk penderita maag yang sudah tidak tahan dengan ketidaknyamanan gejala maag.

  • Makanan yang mengandung serat tinggi seperti apel, brokoli, wortel
  • Makanan rendah lemak seperti ayam, ikan, hingga dada kalkun
  • Makanan dengan tingkat keasaman rendah seperti buah, sayuran, tofu, tempe, hingga tahu
  • Menghindari minuman berkafein dan berkarbonasi
  • Makanan berprobiotik tinggi seperti yogurt, kimchi, dan kombucha

Catatan dari SehatQ:

Sakit maag seringkali dianggap remeh, terutama sejumlah gejalanya, yang menyerupai penyakit lain. Namun, jika dibiarkan dan tidak diobati, maka sakit maag bisa memburuk, sehingga gejala yang dirasakan, semakin parah. Maka dari itu, sayangi diri Anda, dengan memahami dan melakukan cara mengatasi maag.

Healthline. https://www.healthline.com/health/gastritis#symptoms
Diakses pada 11 November 2019

Web MD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/qa/what-causes-gastritis
Diakses pada 11 November 2019

Medical News Today.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/321138.php#eight-home-remedies
Diakses pada 11 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gastritis/diagnosis-treatment/drc-20355813
Diakses pada 5 Februari 2020

Artikel Terkait