Cara Mengatasi Lemah Syahwat yang Kerap Dialami Kaum Adam

Lemah syahwat adalah kondisi penis yang sulit ereksi, atau mempertahankan ereksi saat berhubungan seks
Lemah syahwat terjadi ketika organ penis sulit ereksi, atau mempertahankan ereksi yang prima

Seks yang bergairah dapat menjadi indikator hubungan yang sehat, karena kedua pasangan sama-sama saling terpuaskan. Namun, ada kalanya pasangan pria mengalami lemah syahwat atau impotensi, sehingga tidak mampu memuaskan pasangannya.

Lemah syahwat adalah ketidakmampuan seorang pria untuk ereksi, ataupun mempertahankan ereksi yang cukup kuat untuk berhubungan seks. Penyebab kondisi lemah syahwat bermacam-macam, seperti penyakit jantung dan Parkinson, menjalani tindakan medis tertentu, hingga kondisi stres.

Lemah syahwat tidak sama dengan ejakulasi dini. Walau keduanya termasuk disfungsi seksual pada pria, ejakulasi dini merujuk pada gangguan seksual yang membuat pasangan pria mencapai klimaks dalam waktu yang dianggap singkat.

Ini pilihan cara mengatasi lemah syahwat

Cara mengatasi lemah syahwat atau impotensi, akan bergantung pada penyebab dan kondisi medis yang melatarbelakanginya. Setiap penanganan juga memiliki pro dan kontranya masing-masing, sehingga Anda akan perlu mendiskusikannya dengan pasangan.

Penis yang ereksi dengan prima dapat membuat hubungan seks menjadi lebih bergairah

Berikut cara mengatasi lemah syahwat, yang bisa Anda lakukan, dan mungkin juga akan disarankan oleh dokter.

  • Mengubah gaya hidup

Gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan mengonsumsi alkohol, dapat menjadi penyebab lemah syahwat yang Anda alami. Untuk itu, Anda bisa memulainya dengan memulai gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat tersebut, meliputi:
- Berhenti merokok
- Membatasi atau menghindari konsumsi alkohol
- Berolahraga dan menjaga berat badan
- Menghentikan penggunaan obat ilegal

  • Menjalani konseling

Selain gaya hidup yang tidak sehat, gangguan psikologis juga dapat menyebabkan atau memperburuk kondisi lemah syahwat. Gangguan psikologis tersebut termasuk kecemasan, stres, bahkan kondisi depresi.

Konselor dapat membantu Anda untuk mengurangi kecemasan ataupun stres yang dirasakan. Selain itu, konseling yang didampingi oleh pasangan juga mungkin direkomendasikan dokter, untuk mendukung Anda.

  • Mengonsumsi obat-obatan oral

Ada beberapa jenis obat-obatan untuk mengatasi lemah syahwat. Obat-obatan tersebut, seperti:
- Sildenafil
- Tadalafil
- Vardenafil
- Avanafil

  • Menggunakan obat-obatan yang diinjeksikan dan supositori

Selain dengan obat-obatan oral di atas, lemah syahwat juga dapat diatasi melalui suntikan (injeksi), atau dengan memasukkan obat lewat tabung khusus ke saluran genital (supositori).

Beberapa pilihan obat dengan cara injeksi dan supositori, seperti:
- Alprostadil injeksi
Metode ini menggunakan jarum halus untuk menyuntikkan alprostadil ke pangkal atau samping penis. Setiap injeksi memiliki dosis yang membantu ereksi penis untuk satu jam. Karena jarum yang digunakan sangat halus, rasa sakit dari tempat suntikan biasanya tergolong ringan.

Cara injeksi memiliki efek samping, seperti perdarahan ringan, ereksi yang berkepanjangan (priapismus), dan kadang terdapat pembentukan jaringan fibrosa di area injeksi.

- Alprostadil supositoria
Teknik ini melibatkan penempatan supositoria alprostadil kecil ke dalam uretra penis dengan menggunakan tabung khusus. Setelah dimasukkan, ereksi biasanya dimulai dalam 10 menit setelah tindakan. Apabila tindakan ini efektif, ereksi dapat berlangsung antara 30-60 menit.

Seperti injeksi, metode supositoria juga menimbulkan efek samping. Efek samping tersebut termasuk rasa sakit, perdarahan kecil pada uretra, dan pembentukan jaringan fibrosa di dalam penis.

- Penggantian testosteron
Lemah syahwat atau disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh rendahnya kadar hormon testosteron. Untuk itu, dokter mungkin juga akan menganjurkan terapi penggantian testeron sebagai langkah pertama, yang juga dapat dikombinasikan dengan terapi lain.

  • Tindakan lain, seperti pompa penis dan pembedahan

Apabila pemberian obat-obatan oral, injeksi, dan supositoria tidak dapat mengatasi lemah syahwat, dokter mungkin akan merekomendasikan tindakan lain. Tindakan tersebut, meliputi:

- Pompa penis
Pompa penis (perangkat ereksi vakum) adalah tabung berlubang dengan pompa bertenaga tangan atau baterai. Untuk menggunakanya, penis ditempatkan ke dalam tabung, dan kemudian pompa digunakan untuk menarik darah ke penis.

Setelah ereksi, cincin diselipkan di pangkal penis untuk menjaga ereksi, dan Anda dapat melepaskan perangkat vakum tersebut. Ereksi biasanya berlangsung cukup lama bagi pasangan, untuk melakukan hubungan seks.

- Implan penis
Penanganan lemah syahwat ini melibatkan pembedahan dengan menempatkan perangkat ke kedua sisi penis. Implan ini terdiri dari batang yang dapat ditekuk atau yang dapat ditiup.

Perangkat tiup memungkinkan Anda untuk mengontrol waktu dan lamanya Anda mengalami ereksi. Sementara itu, batang yang dapat ditekuk membuat penis Anda tetap kuat, meski bisa ditekuk.

Implan penis biasanya baru direkomendasikan jika metode lain tidak berhasil, untuk mengatasi lemah syahwat. Seperti halnya operasi, ada risiko komplikasi dari implan penis, seperti munculnya infeksi.

Mencegah lemah syahwat

Lemah syawat merupakan kondisi yang dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Beberapa penyebab dan faktor risiko tersebut, dapat Anda hindari dengan melakukan gaya hidup sehat.

Berolahraga teratur dapat mencegah lemah syahwat

Misalnya, kondisi diabetes dan obesitas dapat menjadi penyebab lemah syahwat atau impotensi. Untuk itu, Anda sangat dianjurkan untuk aktif berolahraga, dan menjaga berat badan ideal mulai dari sekarang.

Rokok, alkohol, dan obat ilegal juga menjadi penyebab lemah syahwat. Menghindari faktor-faktor berbahaya tersebut, sangat dianjurkan.

Anda juga dapat mencegah lemah syahwat atau disfungsi ereksi dengan mengendalikan tekanan darah, serta mengonsumsi makanan yang sehat.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/erectile-dysfunction/diagnosis-treatment/drc-20355782

Diakses pada 19 Agustus 2019

 

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/erectile-dysfunction/

Diakses pada 19 Agustus 2019

 

News Medical. https://www.news-medical.net/health/Types-of-Sexual-Dysfunction.aspx

Diakses pada 19 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed