Cara Mengatasi Kulit Kering pada Lansia yang Bisa Dilakukan di Rumah

Pelembap yang berbahan dasar minyak lebih efektif untuk menjaga kelembaban kulit lansia
Cara mengatasi kulit kering pada lansia bisa beragam, dimulai dari cara mandi yang benar.

Lansia berpotensi mengalami berbagai gangguan kesehatan. Salah satunya adalah kulit kering akibat penuaan, yang bisa berujung pada pruritus atau gatal berlebih pada kulit.

Meski tidak berbahaya, namun kondisi kulit ini tentu bisa membuat tidak nyaman. Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena terdapat berbagai macam cara mengatasi kulit kering yang bisa diikuti.

Selain melalui penanganan dokter, Anda juga bisa melakukan perawatan sederhana di rumah. Mulai dari memperhatikan sabun yang digunakan, hingga membatasi waktu mandi, berikut ini cara mengatasi kulit kering yang tepat dan aman.

[[artikel-terkait]]

Cara mengatasi kulit kering yang tepat dan aman untuk lansia

Kulit kering pada lansia perlu diatasi dengan tepat, karena kondisi ini bisa berujung pada pruritus, atau rasa gatal berlebih. Kedua kondisi tersebut bisa menimbulkan sebuah siklus yang sulit diputus.

Kulit yang kering akan menimbulkan pruritus, apabila terus digaruk, lama-kelamaan bisa menimbulkan luka, yang kemudian akan menebal dan kembali kering. Meski begitu, secara umum ada beberapa cara mengatasi kulit kering yang dapat dilakukan, seperti:

• Menggunakan pelembap

Menggunakan pelembap merupakan langkah yang pasti harus dilakukan untuk mengatasi kulit kering. Umumnya, pelembap yang berbahan dasar minyak lebih efektif untuk menjaga kelembaban kulit jika dibandingkan dengan yang berbahan dasar air.

Anda disarankan untuk menggunakan krim pelembap yang mengandung asam lakat, urea, atau kombinasi keduanya.

Setelah mandi, jangan benar-benar keringkan kulit. Biarkan kulit masih sedikit lembab, dan langsung gunakan pelembap saat itu juga. Gunakan krim pelembap, tiga menit setelah selasai mandi, dan ulangi penggunaan sepanjang hari, saat kulit mulai kering.

• Saat mandi, jangan gunakan air panas dan sabun secara berlebihan

Sabun bisa membuat kulit menjadi kering. Terutama, jika sabun tersebut mengandung berbagai bahan kimia yang keras. Untuk mengatasinya, sebaiknya Anda ganti sabun yang tidak mengandung bahan yang terlalu keras untuk kulit.

Selain itu, Anda juga bisa mengganti penggunaan sabun batang dengan sabun yang bertekstur seperti krim. Anda juga disarankan untuk tidak menggunakan air panas saat mandi.

Air panas bisa menyingkirkan minyak alami yang terdapat di kulit. Sehingga, kulit menjadi cepat kering. Gunakanlah air yang hangat, dan batasi waktu mandi hingga maksimal 10 menit saja.

• Pasang humidifier di rumah

Terkadang, udara bisa terasa kering, terutama jika ruangan dilengkapi dengan pendingin ruangan. Udara yang kering seperti ini, juga akan membuat kulit Anda menjadi kering dan gatal.

Pemasangan humidifier di rumah menjadi salah satu cara efektif untuk mengatasi kulit kering. Menjaga kelembapan di dalam ruangan pada kadar 45-60% bisa membantu mengurangi risiko kulit menjadi kering.

• Gunakan minyak esensial dan gel lidah buaya

Perawatan alami dengan menggunakan minyak esensial dan gel lidah buaya, cukup sering digunakan. Namun, belum terdapat penelitian yang memastikan khasiat kedua bahan tersebut untuk mengatasi kulit kering. Sehingga, Anda tetap perlu berhati-hati saat menggunakannya.

Cara mencegah kulit kering agar tidak kembali menyerang

cc

Jika berbagai cara mengatasi kulit kering di atas berhasil, Anda tentu tetap perlu melakukan usaha-usaha agar kondisi ini tidak kembali lagi. Berikut ini berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kulit kering.

1. Cegah munculnya rasa gatal

Yang terpenting dalam perawatan kulit lansia adalah mencegah kulit kering. Kulit lansia membutuhkan perawatan ekstra. Oleh karena itu, rutinlah menggunakan pelembap, meskipun kulit sudah tidak kering. Hal ini juga akan mencegah munculnya pruritus, yang bisa menimbulkan luka jika digaruk.

2. Rutin memeriksa kondisi kulit

Untuk mencegah kulit kering kembali muncul, Anda perlu menjalani pemeriksaan kulit secara rutin. Selain mencegah kulit kering, hal ini berguna untuk mengetahui sejak dini tanda-tanda kanker kulit atau munculnya luka lain yang tidak disadari.

3. Rutin memeriksa kaki

Pada lansia, kaki merupakan area yang paling sering menjadi kering, dan berisiko terkena kutil hingga infeksi jamur. Sehingga, Anda perlu memeriksa kaki secara rutin, agar kondisi ini bisa diketahui secepatnya.

Meski cara mengatasi kulit kering di atas bisa dilakukan sendiri di rumah, namun tidak ada salahnya Anda juga memeriksakan kondisi ini ke dokter. Terutama, apabila kulit kering yang muncul, disertai dengan pengelupasan dan tidak kunjung membaik.

American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/skin-hair-nails/anti-aging-skin-care/creating-anti-aging-plan/skin-care-in-your-60s-and-70s
Diakses pada 27 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/xerosis#when-to-see-a-doctor
Diakses pada 27 Juni 2019

Today’s Geriartic Medicine. http://www.todaysgeriatricmedicine.com/archive/091712p18.shtml
Diakses pada 27 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed