Ketahui Penyebab Kulit Kering pada Lansia dan Cara Mengatasinya


Kulit kering pada lansia bisa diakibatkan oleh kurang cairan, stres, hingga menderita penyakit tertentu seperti diabetes dan gangguan fungsi ginjal. Untuk mengatasinya, lansia bisa menggunakan pelembap kulit dan memasang humidifier di dalam ruangan.

0,0
28 Jun 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
kulit kering lansiaPenyebab kulit kering pada lansia bisa karena kurang cairan hingga menderita penyakit tertentu
Lansia berpotensi mengalami berbagai gangguan kesehatan, salah satunya adalah kulit kering. Kulit kering pada lansia merupakan dampak dari penuaan yang terjadi. Kondisi ini bisa berujung pada pruritus atau gatal berlebih pada kulit.Meski tidak berbahaya, namun kulit kering lansia tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Tidak perlu khawatir, karena terdapat berbagai macam cara mengatasi kulit kering pada lansia yang bisa dilakukan. Simak informasi selengkapnya berikut ini. 

Penyebab kulit kering lansia

Sebelum membahas cara mengatasi kulit kering pada lansia, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu penyebab kulit kering. Menurut National Institute of Aging (NIA), penyebab kulit kering lansia antara lain sebagai berikut:

1. Kekurangan cairan

Kulit kering pada lansia ditandai dengan menurunnya tingkat kelembapan kulit. Kelembapan kulit lansia yang menurun ini bisa jadi disebabkan oleh kurangnya kadar cairan di dalam tubuh.

2. Berada di lingkungan yang kering

Berada di lingkungan yang kering atau memiliki tingkat kelembapan rendah juga menjadi penyebab kulit lansia menjadi kering. Untuk mensiasati hal ini, Anda bisa menggunakan alat humidifier agar tingkat kelembapan ruangan tetap terjaga.

3. Stres

Stres  juga disebut-sebut menjadi faktor penyebab kulit kering pada lansia. Menurut sebuah penelitian tahun 2014 yang dimuat dalam Inflammation & Allergy Drug Targets, stres menghambat kinerja stratum corneum. Padahal, stratum corneum yang merupakan lapisan luar kulit ini berisi protein dan lipid yang bertugas untuk menjaga kulit tetap terhidrasi.

4. Merokok

Kandungan zat pada rokok tak pelak turut menyebabkan terjadinya retensi cairan hingga pada akhirnya mengurangi tingkat kelembapan kulit lansia. Itu sebabnya, sebaiknya hindari rokok agar kulit tidak kering meskipun sudah berusia lanjut. 

5. Penurunan fungsi kelenjar keringat dan minyak kulit

Penuaan, tak bisa dipungkiri, menyebabkan sejumlah fungsi tubuh mengalami penurunan. Hal ini tak terkecuali dialami oleh kelenjar keringat dan minyak. Padahal, kelenjar tersebut dibutuhkan untuk menjaga agar kulit tetap terhidrasi.

6. Penyakit tertentu

Menderita penyakit tertentu juga bisa menjadi penyebab kulit kering pada lansia. Menurut NIA, penyakit yang dimaksud seperti diabetes dan gangguan fungsi ginjal. [[artikel-terkait]]

Perawatan kulit kering lansia

kulit kering lansia
Pelembap adalah salah satu cara mengatasi kulit kering lansia
Kulit kering pada lansia perlu diatasi dengan tepat, karena kondisi ini bisa berujung pada pruritus. Kondisi tersebut bisa menimbulkan sebuah siklus yang sulit diputus.Kulit yang kering akan menimbulkan pruritus yang apabila terus digaruk, lama-kelamaan bisa menimbulkan luka dan kemudian menebal serta kembali kering. Meski begitu, secara umum ada beberapa cara mengatasi kulit kering pada lansia yang dapat dilakukan, seperti:

1. Menggunakan pelembap

Menggunakan pelembap kulit lansia merupakan langkah yang pasti harus dilakukan untuk mengatasi kulit kering dan menjaga kelembapan kulit lansia. Umumnya, pelembap yang berbahan dasar minyak lebih efektif untuk menjaga kelembaban kulit jika dibandingkan dengan yang berbahan dasar air.Para lansia disarankan untuk menggunakan krim pelembap yang mengandung asam lakat, urea, atau kombinasi keduanya.Setelah mandi, jangan benar-benar keringkan kulit. Biarkan kulit masih sedikit lembab, dan langsung gunakan pelembap saat itu juga. Gunakan krim pelembap, tiga menit setelah selasai mandi, dan ulangi penggunaan sepanjang hari, saat kulit mulai kering.

2. Jangan gunakan air panas dan sabun secara berlebihan saat mandi

Sabun bisa membuat kulit menjadi kering. Terutama, jika sabun tersebut mengandung berbagai bahan kimia yang keras. Untuk mengatasinya, sebaiknya Anda ganti sabun yang tidak mengandung bahan yang terlalu keras sebagai perawatan kulit lansia.Selain itu, Anda juga bisa mengganti penggunaan sabun batang dengan sabun yang bertekstur seperti krim. Anda juga disarankan untuk tidak menggunakan air panas saat mandi.Air panas bisa menyingkirkan minyak alami yang terdapat di kulit. Sehingga, kulit menjadi cepat kering. Gunakanlah air yang hangat, dan batasi waktu mandi hingga maksimal 10 menit saja.

3. Pasang humidifier di rumah

Terkadang, udara bisa terasa kering, terutama jika ruangan dilengkapi dengan pendingin ruangan. Udara yang kering seperti ini, juga akan membuat kulit lansia menjadi kering dan gatal.Pemasangan humidifier di rumah menjadi salah satu cara efektif untuk mengatasi kulit kering. Menjaga kelembapan di dalam ruangan pada kadar 45-60% bisa membantu mengurangi risiko kulit menjadi kering.

4. Gunakan minyak esensial dan gel lidah buaya

Perawatan alami dengan menggunakan minyak esensial dan gel lidah buaya, cukup sering digunakan. Namun, belum terdapat penelitian yang memastikan khasiat kedua bahan tersebut untuk mengatasi kulit kering. Sehingga, Anda tetap perlu berhati-hati saat menggunakannya.

Cara mencegah kulit kering lansia agar tidak kembali terjadi

kulit kering lansia
Lakukan pemeriksaan kulit secara rutin untuk mencegah kulit kering pada lansia kembali terjadi
Jika berbagai metode perawatan kulit lansia kering di atas berhasil, Anda tentu tetap perlu melakukan usaha-usaha agar kondisi ini tidak kembali terjadi. Berikut ini berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kulit kering lansia:

1. Gunakan pelembap kulit secara rutin

Hal terpenting dalam perawatan kulit lansia adalah mencegah kulit kering. Kulit lansia membutuhkan perawatan ekstra. Oleh karena itu, rutinlah menggunakan pelembap kulit lansia, meskipun kulit sudah tidak kering. Hal ini juga akan mencegah kulit lansia gatal.

2. Rutin memeriksa kondisi kulit

Untuk mencegah kulit kering kembali muncul, Anda perlu menjalani pemeriksaan kulit secara rutin. Selain mencegah kulit kering, hal ini berguna untuk mengetahui sejak dini tanda-tanda kanker kulit atau munculnya luka lain yang tidak disadari.

3. Rutin memeriksa kaki

Pada lansia, kaki merupakan area yang paling sering menjadi kering, dan berisiko terkena kutil hingga infeksi jamur. Sehingga, Anda perlu memeriksa kaki secara rutin, agar kondisi ini bisa diketahui secepatnya.

Catatan dari SehatQ

Kulit kering lansia bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti kekurangan cairan, menurunnya fungsi kelenjar keringat, hingga menderita penyakit tertentu seperti diabetes. Segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit apabila mengalami gejala kulit kering agar bisa diketahui penyebab dan cara mengatasinya.Anda juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter melalui layanan live chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play
kesehatan lansiakulit keringpruritusgangguan lansialansia
American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/skin-hair-nails/anti-aging-skin-care/creating-anti-aging-plan/skin-care-in-your-60s-and-70s
Diakses pada 27 Juni 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/xerosis#when-to-see-a-doctor
Diakses pada 27 Juni 2019
Inflammation & Allergy Drug Targets. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4082169/
Diakses pada 27 Juni 2019
Today’s Geriartic Medicine. http://www.todaysgeriatricmedicine.com/archive/091712p18.shtml
Diakses pada 27 Juni 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait