Cara Mengatasi Jantung Berdetak Kencang agar Anda Kembali Tenang

Olahraga dengan teratur dapat membantu atasi jantung berdetak kencang
Cara mengatasi jantung berdetak kencang bagi tiap orang, bisa berbeda-beda, tergantung dari penyebabnya

Rasa deg-degan sering muncul saat Anda panik, cemas, atau stres. Namun, kondisi yang ditandai dengan jantung berdetak kencang ini, bisa juga disebabkan oleh penggunaan obat tertentu, anemia, hingga tekanan darah rendah.

Untuk mengatasinya, ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan di rumah, seperti meditasi dan menghindari konsumsi makanan maupun minuman, yang dapat membuat jantung berdebar.

[[artikel-terkait]]

Cara mengatasi jantung berdetak kencang yang bisa dilakukan di rumah

Cara mengatasi jantung berdetak kencang bagi tiap orang, bisa berbeda-beda, tergantung dari penyebabnya. Namun secara umum, beberapa hal di bawah ini bisa dilakukan untuk mengatasi, maupun mencegah kondisi tersebut.

1. Hindari stimulan yang bisa membuat jantung berdetak kencang

Ada beberapa stimulan yang bisa membuat jantung terus berdebar. Dengan menghindari penggunaan maupun konsumsinya, maka Anda dapat mengurangi risiko kondisi ini kembali terjadi. Berikut ini hal yang perlu Anda hindari saat jantung sedang berdetak kencang.

  • Makanan dan minuman yang mengandung kafeina
  • Produk yang mengandung tembakau, seperti rokok
  • Jenis obat batuk dan obat flu tertentu
  • Obat penekan nafsu makan
  • Obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan
  • Obat tekanan darah tinggi
  • Obat-obatan terlarang seperti kokain, ganja, dan metamfetamin

2. Lakukan relaksasi

Stres dapat menjadi salah satu hal yang memicu jantung berdetak kencang. Sehingga, ada beberapa cara relaksasi di bawah yang bisa membantu menurunkan detak jantung Anda.

  • Meditasi
  • Menarik napas dalam-dalam
  • Membuat jurnal kegiatan sehari-hari
  • Yoga
  • Beraktivitas di luar ruangan
  • Olahraga
  • Cuti sementara dari pekerjaan atau kuliah

3. Minum air 

Dehidrasi dapat membuat jantung Anda berdetak lebih kencang. Sebab, sebagian besar darah terbuat dari air. Sehingga saat dehidrasi, darah akan semakin mengental.

Semakin kental darah, maka kerja jantung juga akan semakin berat. Akibatnya, jantung akan berdetak lebih cepat.

4. Jaga keseimbangan elektrolit di tubuh

Elektrolit memiliki fungsi penting untuk mengatur detak jantung. Anda dapat meningkatkan jumlah elektrolit di tubuh dengan mengonsumsi makanan yang mengandung:

  • Sodium
  • Kalium
  • Kalsium
  • Magnesium

Makanan yang Anda konsumsi sehari-hari umumnya bisa memenuhi kebutuhan sodium harian. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan potasium, Anda dapat mengonsumsi:

  • Kentang
  • Pisang
  • Alpukat
  • Bayam

Untuk memenuhi kebutuhan kalsium, Anda disarankan mengonsumsi susu dan produk olahannya, serta sayur-sayuran hijau. Sementara itu, magnesium bisa didapatkan dari konsumsi ikan, sayur, dan kacang-kacangan.

5. Olahraga teratur

Olahraga dapat mengembalikan fungsi jantung dan ritme detak jantung pada kondisi normal. Olahraga jantung juga dapat memperkuat jantung, serta mencegah dan mengurangi jantung berdebar.

Beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan di antaranya:

Namun, beberapa jenis olahraga justru dapat memicu terjadinya jantung berdetak kencang. Sehingga, pilihlah olahraga yang tepat untuk kondisi Anda

Jantung berdetak kencang, perlukah ke dokter?

Jika jantung berdetak kencang, perawatan dokter sebenarnya tidak selalu diperlukan, terutama jika kondisi ini bisa berhenti dengan sendirinya. Anda disarankan untuk menghubungi dokter apabila:

  • Kondisi jantung berdebar tidak kunjung reda atau justru bertambah parah
  • Jantung berdebar yang disertai nyeri dada
  • Kesulitan untuk bernapas
  • Memiliki riwayat sakit jantung
  • Merasa khawatir akan kondisi yang dialami

Jika jantung yang berdetak kencang disebabkan oleh suatu penyakit, maka dokter akan mencoba mengatasinya agar kondisi ini dapat mereda. Ketika jantung yang berdebar sudah mengganggu kegiatan Anda sehari-hari, maka tidak ada salahnya Anda juga mengonsultasikannya ke dokter.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321541.php
Diakses pada 20 Juni 2019

Healthline. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321541.php
Diakses pada 20 Juni 2019

NHS. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321541.php
Diakses pada 20 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed