5 Cara Mengatasi Hidung Berair dan Tersumbat pada Anak Secara Alami

Mengeluarkan lendir dari hidung dapat dilakukan untuk mengatasi hidung berair pada anak
Hidung berair dan tersumbat menyebabkan anak menjadi rewel dan mengganggu aktivitas

Hidung berair dan hidung tersumbat merupakan kondisi yang sering dialami oleh anak. Kondisi ini membuat anak menjadi rewel dan mengganggu aktivitas yang dijalaninya. Kondisi hidung berair ini dapat disebabkan oleh pilek, flu, sinusitis, hingga asap rokok.

Beberapa orang memiliki kondisi hidung berair kronis tanpa penyebab yang jelas. Dalam kasus ini, hidung berair terjadi terus-menerus dalam waktu yang lama. Kondisi ini disebut dengan rhinitis nonalergi atau rhinitis vasomotor.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk meringankan gejala hidung berair dan tersumbat yang dialami oleh anak.

5 Cara mengatasi hidung berair pada anak

1. Mengeluarkan lendir dari hidung

Pada orang dewasa, Anda dapat mengeluarkan lendir secara mandiri. Akan tetapi, anak akan mengalami kesulitan dalam mengeluarkan lendir dari hidung. Jika anak mampu mengeluarkan sendiri, minta mereka untuk mengeluarkan lendir secara teratur dan gunakan tisu yang lembut agar tidak mengiritasi hidung.

Pada bayi, gunakan aspirator atau alat hisap untuk membersihkan lendir dari hidung. Lakukan ini 15 menit sebelum anak makan atau tidur. Hal ini akan membantu bayi untuk bernapas dengan lebih mudah saat meminum susu atau tidur.

Terkadang dokter akan memberikan cairan salin untuk membantu mengeluarkan lendir. Cairan salin juga dapat diresepkan dalam bentuk spray. Cairan ini bermanfaat untuk mengencerkan lendir yang kental.

Hindari memberikan obat batuk dan pilek yang Anda beli sendiri pada anak di bawah 4 tahun. Hanya berikan obat yang telah diresepkan oleh dokter. Apabila anak dicurigai mengalami hidung berair akibat alergi, bicarakan juga hal ini pada dokter.

Jauhkan anak dari hal-hal yang menyebabkan iritasi hidung, contohnya asap rokok. Hal ini dapat memperburuk gejala hidung berair dan tersumbat yang dialami.

2. Gunakan air hangat

Sejak zaman dahulu, konsumsi air hangat dipercaya mampu meredakan gejala hidung berair dan tersumbat. Tidak hanya memiliki efek secara psikologis, ternyata meminum air hangat dapat menstimulasi saraf yang berperan di rongga hidung dan mulut.

Selain meminum air hangat, menghirup uap air juga dapat meredakan hidung berair yang dialami anak Anda. Anda dapat menambahkan minyak esensial atau rempah pada air hangat, lalu dekatkan tubuh anak dengan gelas agar uap dapat terhirup.

Penelitian dari Journal of Dental and Medical Sciences menyatakan bahwa dalam uap yang terhirup mampu membantu meredakan gejala hidung berair dengan lebih efektif dibandingkan tanpa inhalasi.

Cara lain untuk mendapatkan manfaat dari uap air hangat adalah dengan berendam dalam air hangat. Selain menghirup uapnya, tubuh akan menjadi rileks dan melemaskan otot-otot yang tegang.

3. Jaga tubuh tetap terhidrasi

Saat anak mengalami hidung berair, penting untuk menghindari tubuh dari kondisi dehidrasi. Beri mereka air minum sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Pada bayi yang masih mengandalkan ASI, berikan ASI dalam jumlah cukup. ASI memiliki kelebihan karena mengandung antibodi yang melindungi tubuh dari mikroorganisme.

[[artikel-terkait]]

4. Konsumsi makanan pedas

Ketika mengonsumsi makanan pedas, gejala hidung berair yang dialami akan memberat. Namun, hal ini hanya terjadi semenatara. Setelah selesai makan, hidung tersumbat yang dialami akan mengalami perbaikan.

Spray hidung yang mengandung capsaicin atau bubuk cabai terbukti bermanfaat dalam menghilangkan gejala hidung berair dan tersumbat yang dialami. Akan tetapi, Anda tidak dianjurkan untuk membuat sendiri bubuk cabai bila mengalami hidung berair.

5. Posisi bantal

Posisi bantal pada saat tidur bisa membantu meredakan hidung berair dan tersumbat yang dialami oleh anak. Posisikan bantal sehingga kepala berada pada sudut yang lebih tinggi dibandingkan kaki. Hal ini mempermudah drainase cairan dari rongga sinus.

Akan tetapi, jangan lakukan ini pada bayi baru lahir hingga usia 2 tahun. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya sudden infant death syndrome (SIDS).

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320992.php
Diakses pada Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/children/features/help-child-stuffy-nose#1
Diakses pada Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/treating-a-childs-congestion-or-stuffy-nose
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed