Cara Mengatasi Gigi Palsu yang Longgar agar Kembali Nyaman


Cara mengatasi gigi palsu yang longgar adalah dengan menggunakan lem gigi, relining, ataupun implan. Ketiganya bisa menjadi pilihan, tergantung dari kondisi rongga mulut Anda.

(0)
17 Dec 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara mengatasi gigi palsu yang longgar ada beragam, salah satunya dengan lem gigiCara mengatasi gigi palsu yang longgar bisa dengan lem gigi
Menggunakan gigi palsu bisa mengembalikan fungsi rongga mulut seperti sedia kala. Namun terkadang, gigi tersebut bisa terasa longgar, sehingga tidak nyaman saat digunakan atau malah bisa menimbulkan efek samping seperti luka di mulut.Saat hal ini terjadi, Anda perlu segera mendatangi dokter gigi agar cara mengatasi gigi palsu yang longgar dapat segera dilakukanAnda juga disarankan untuk tidak menunda reparasi atau perbaikan gigi palsu. Sebab jika gigi palsu yang tidak nyaman terus-menerus dipaksakan untuk dipakai, justru akan ada banyak kerugian.

Cara mengatasi gigi palsu yang longgar

Menggunakan lem gigi bisa mengatasi gigi palsu yang longgar
Mengoleskan lem gigi bisa mengatasi gigi palsu yang longgar
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi gigi palsu yang longgar, yaitu:

1. Menggunakan lem gigi

Lem gigi atau yang dalam bahasa medis bisa juga disebut sebagai adesif, merupakan solusi kilat untuk mengatasi gigi palsu yang longgar.Untuk menggunakan lem gigi palsu ini, Anda cukup mengoleskannya sedikit di permukaan dalam gigi palsu. Lem ini memiliki daya adesif untuk melekat di permukaan gigi palsu maupun gusi, sehingga gigi tidak kembali longgar atau goyang.Aturan pemakaian lem gigi bisa berbeda-beda tergantung dari merek yang Anda gunakan. Oleh karena itu, pastikan Anda mengikuti langkahnya sesuai dengan yang tertera pada kemasan.Perlu diketahui bahwa penggunaan lem gigi adalah solusi sementara. Anda juga tidak disarankan untuk mengoleskan lem tersebut lebih dari satu kali dalam sehari.

2. Relining gigi palsu

Relining adalah prosedur yang dilakukan dokter gigi untuk melapisi kembali permukaan gigi palsu agar bentuknya bisa sesuai lagi dengan jaringan rongga mulut.Dalam proses relining, dokter akan kembali mencetak rahang. Hasil cetakan tersebut kemudian dijadikan sebagai patokan banyaknya proses relining yang perlu dilakukan.Dengan relining yang tepat, bentuk gigi palsu akan kembali sesuai dengan jaringan rongga mulut sehingga nantinya merekat dengan baik dan nyaman saat digunakan.

3. Pemasangan implan

Ada beberapa metode untuk membuat gigi palsu yang digunakan bisa stabil di dalam rongga mulut. Pada gigi palsu berbahan akrilik, kawat biasanya akan digunakan dan dikaitkan ke gigi-gigi yang masih tersisa.Pada gigi palsu berbahan plastik yang sudah lebih modern, perlekatan akan terjadi secara otomatis antara gigi palsu dan gusi.Namun pada metode terakhir yang paling baru dan stabil dokter akan melakukan pemasangan implan. Implan adalah sejenis skrup yang ditanam di dalam gusi. Di ujung implan akan dipasangkan alat seperti magnet maupun klip untuk membuat bagian dalam gigi palsu merekat dengan baik dan stabil di rongga mulut.Anda tetap bisa melepas dan memasang gigi palsu sendiri di rumah, layaknya gigi palsu biasa untuk dibersihkan maupun disimpan sebelum tidur.Perlu diingat, implan untuk penyangga gigi palsu berbeda dari implan gigi biasa.Baca Juga: Risiko Pasang Gigi Palsu Tanpa Cabut Gigi Terlebih Dahulu

Kenapa gigi palsu bisa longgar?

Gigi palsu longgar bisa disebabkan karena perubahan struktur rongga mulut
Gigi palsu bisa longgar saat ada perubahan jaringan mulut akibat usia
Gigi palsu bisa longgar setelah bertahun-tahun pemakaian atau bahkan ketika baru sebentar digunakan. Alasannya ada beragam, seperti:

• Perubahan pada struktur di jaringan mulut

Seiring bertambahnya usia, akan ada berbagai perubahan yang terjadi di tubuh. Kulit menjadi lebih keriput, pandangan menjadi lebih kabur, dan tulang serta gusi di rongga mulut mengalami resorbsi alias penyerapan, sehingga posisinya menjadi lebih rendah atau menyempit.Saat resorbsi tulang terjadi, gigi palsu yang bentuknya disesuaikan dengan bentuk tulang tersebut akan menjadi tidak pas atau longgar saat digunakan.

• Air liur berlebih di rongga mulut

Ketika gigi palsu dipasang, awalnya jaringan rongga mulut akan mengira benda tersebut sebagai benda asing. Akibatnya secara otomatis, produksi air liur jadi meningkat. Saat hal ini terjadi, gigi palsu bisa kesulitan untuk menempel sempurna di gusi.

• Kerusakan gigi penyangga

Apabila Anda menggunakan gigi palsu lepasan berbahan akrilik dengan kawat dan gigi-gigi sebelahnya sebagai penyangga, kelonggaran bisa saja terjadi ketika gigi penyangga berlubang atau mengalami kerusakan.Hal ini akan membuat kawat jadi tidak bisa terkait lekat dengan gigi dan membuat gigi palsu terasa longgar saat digunakan untuk mengunyah.

• Kerusakan gigi palsu

Apabila mengalami kerusakan, gigi palsu juga bisa terasa longgar meski tidak ada perubahan apapun pada jaringan rongga mulut. Saat gigi palsu patah, retak, atau mengalami perubahan bentuk karena penggunaan yang tidak tepat, sebaiknya Anda segera mengganti gigi palsu dengan yang baru.

Berapa tahun gigi palsu harus diganti?

Tidak ada waktu spesifik untuk penggantian gigi palsu. Selama kondisi gigi tiruan tersebut kondisinya, terasa nyaman digunakan, dan rutin dibersihkan, Anda tidak memerlukan penggantian.Meski begitu, rata-rata gigi palsu yang bisa dilepas dan dipasang sendiri memang perlu diganti setiap sekitar 5 tahun sekali karena kondisinya yang sudah aus, longgar, rusak, atau bahkan patah.Apabila gigi palsu yang Anda gunakan sudah terasa tidak nyaman digunakan akibat rusak ataupun kondisi lainnya, segera hubungi dokter gigi untuk melakukan reparasi gigi palsu atau menggantinya dengan yang baru.Sebab jika gigi palsu yang sudah tidak nyaman atau rusak terus-menerus digunakan, akan ada beberapa efek samping yang Anda alami seperti sariawan yang tak kunjung sembuh, sakit saat mengunyah, nyeri di rahang, hingga sulit menelan.Selalu periksakan kondisi rongga mulut Anda secara rutin ke dokter gigi untuk melihat kondisi gigi palsu. Karena terkadang, pengguna gigi palsu tidak sadar bahwa gigi yang digunakannya merupakan sumber penyakit dan masalah di rongga mulut.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang gigi palsu, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di
kesehatan gigigigi palsugigi goyang
Jurnal Universitas Gadjah Mada. https://journal.ugm.ac.id/jkg/article/download/27635/16915
Diakses pada 3 Desember 2020
Newnham Dental. https://newnhamdental.co.uk/get-your-smile-back-how-to-fix-loose-dentures/
Diakses pada 3 Desember 2020
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/dentures-and-the-effects-of-poor-fitting-dentures-1059196
Diakses pada 3 Desember 2020
My Health Malaysian Government. http://www.myhealth.gov.my/en/problems-related-to-wearing-dentures/
Diakses pada 3 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait