Biduran menghasilkan rasa gatal dan bentol pada kulit yang disebabkan oleh infeksi virus atau alergi makanan
Berbeda dengan dermatitis, biduran terlihat kemerahan dan muncul sebagai benjolan-benjolan kecil

Iritasi kulit merupakan kondisi yang umum dialami banyak orang. Saat kulit terlihat kemerahan, bentol dan gatal, kondisi tersebut umumnya langsung disebut sebagai biduran. Padahal, kondisi kelainan kulit lainnya, seperti dermatitis kontak maupun dermatitis atopik, juga memiliki ciri yang hampir serupa.

Mengetahui perbedaan antara biduran dan gangguan kesehatan kulit lain penting untuk dilakukan agar Anda dapat menjalani perawatan dengan tepat. Agar tidak lagi bingung, simak penjelasan lebih lengkap mengenai biduran berikut ini.

Perbedaan Biduran dengan Kondisi Kesehatan Kulit Lainnya

Biduran kerap salah dikenali sebagai kondisi lain, seperti dermatitis kontak dan dermatitis atopik. Berikut ini perbedaan di antara ketiganya.

1. Perbedaan Tampilan

Secara tampilan, ketiga kondisi ini memang hampir serupa. Biduran atau yang dalam bahasa medis disebut dengan urtikaria, terlihat berwarna kemerahan dan akan muncul sebagai benjolan-benjolan kecil. Ukurannya dapat beragam dan bisa muncul di area manapun di tubuh.

Hampir serupa dengan biduran, dermatitis kontak dan atopik juga menyebabkan ruam kemerahan dan rasa gatal di kulit. Namun, kulit umumnya akan terlihat kering. Dermatitis kontak dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu iritasi dan alergi. Pada dermatitis kontak, kulit akan terlihat merah, gatal, dan muncul benjolan berisi cairan seperti lepuhan.

2. Perbedaan Penyebab

Biduran dapat dibagi menjadi kondisi akut dan kronis. Biduran akut dapat terjadi akibat infeksi virus, alergi makanan atau obat, dan sebagai efek samping dari obat. Sementara itu, biduran kronis sering kali disebabkan oleh kondisi autoimun.

Berbeda dari biduran, dermatitis atopik dapat disebabkan oleh rinitis alergi dan asma. Kondisi ini dapat dipicu oleh paparan bulu binatang, tungau, atau keringat berlebih.

Dermatitis kontak iritasi terjadi saat lapisan kulit menjadi rusak, akibat paparan bahan tertentu. Sementara itu, dermatitis kontak alergi terjadi saat kulit Anda berkontak dengan bahan-bahan penyebab alergi, seperti tumbuhan, lateks, parfum, hingga kosmetik.

3. Perbedaan Rasa Gatal

Biduran, dermatitis kontak alergi, dan dermatitis atopik sama-sama menimbulkan gatal. Namun, pada dermatitis kontak iritasi akan lebih mungkin muncul rasa nyeri dibandingkan dengan rasa gatal. Semakin lama kulit berkontak dengan bahan penyebab iritasi, reaksi yang dapat Anda rasakan juga akan semakin parah.

Cara Mengatasi Biduran yang Tepat

Biduran akut dan kronis membutuhkan penanganan tersendiri. Berikut ini langkah-langkah penanganan untuk kedua tipe biduran tersebut.

1. Cara Mengatasi Biduran Akut

Biduran akut dapat diatasi dengan mengonsumsi obat antihistamin non-sedatif secara teratur, selama beberapa minggu. Obat-obatan tersebut dapat membantu mengurangi ruam kemerahan serta rasa gatal.

Obat jenis ini umumnya dapat menyebabkan kantuk, terutama apabila diminum oleh orang yang juga mengonsumsi alkohol. Ibu hamil juga sebaiknya tidak mengonsumsi obat ini, kecuali jika diresepkan oleh dokter.

2. Cara Mengatasi Biduran Kronis

Untuk mengatasi biduran kronis, dokter umumnya akan meresepkan antibiotik seperti dapsone, untuk membantu meredakan kemerahan dan pembengkakan yang terjadi. Selain itu, dokter juga dapat memberikan obat berbahan omalizumab, dengan cara disuntikkan.

Obat tersebut akan membantu mengurangi produksi antibodi, yang berperan dalam reaksi alergi di tubuh. Meski biduran yang Anda alami dirasa tidak kunjung sembuh dan semakin memburuk, segera konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter.

Berhati-hatilah dalam menggunakan obat maupun menjalani terapi alternatif. Sebab jika tidak, Anda berisiko mengalami efek samping dan kondisi biduran bisa semakin parah.

American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology. https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/allergy-library/allergic-skin-conditions
Diakses pada 28 Maret 2019

American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology. https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/allergy-library/hives-angioedema
Diakses pada 28 Maret 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/157260.php
Diakses pada 28 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed