Cara Mengatasi Diare pada Bayi yang Bisa Anda Lakukan di Rumah


Cara mengatasi diare pada bayi dapat dilakukan sendiri dari rumah. Anda bisa mulai dengan memberi oralit atau terus susui bayi dengan ASI maupun pemberian susu formula sampai mencret pada bayi mereda sendiri.

(0)
29 Nov 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cara mengatasi diare pada bayi bisa dengan memberikan makanan BRATCara mengatasi diare pada bayi mampu kurangi gejala rewel dan terus menangis
Cara mengatasi diare pada bayi harus diketahui segera agar masalah pencernaan si Kecil bisa cepat terobati. Namun, orang tua tidak perlu panik berlebihan karena cara mengatasi mencret pada bayi sebetulnya cukup sederhana.Diare adalah salah satu penyakit bayi ketika feses bayi encer (tekstur seperti air). Ini terjadi lebih dari tiga kali dalam sehari. Gejalanya diikuti dengan gangguan saluran pencernaan lainnya, seperti nyeri perut, mual, muntah, tidak nafsu makan dan minum susu.

Cara mengatasi diare pada bayi dari rumah

Virus, bakteri, maupun parasit adalah tiga penyebab utama terjadinya diare pada bayi. Virus yang paling sering mengakibatkan diare adalah rotavirus (60-70%), sedangkan 10-20% penyebab diare adalah bakteri, dan sisanya parasit.Penyakit ini memang menjadi momok bagi bayi-bayi di Indonesia. Menurut catatan Kementerian Kesehatan RI, penyakit ini merupakan penyebab kematian nomor satu pada bayi (31,4%) dan pada balita (25,2%). Meski statistik menunjukkan demikian, Anda tidak perlu khawatir bahwa nyawa bayi tengah terancam ketika menderita diare.Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berikut panduan tata cara mengatasi diare pada bayi yang bisa Anda ikuti:

1. Perhatikan bentuk fesesnya

Cek bentuk feses bayi. Perhatikan apakah feses mengandung darah atau tidak. Pastikan juga apakah bayi berpotensi atau sedang mengalami dehidrasi dengan tanda-tanda sebagai berikut:
  • Frekuensi buang air kecil menurun (ditandai dengan popok yang kering dan lembap)
  • Bayi lebih rewel dari biasanya
  • Bibir kering
  • Tidak keluar air mata saat menangis
  • Selalu mengantuk dan lesu
  • Ubun-ubun bayi terlihat cekung (masuk ke dalam kepala bayi)
  • Kulit bayi tidak lagi elastis, misalnya tidak kembali ke posisi semula setelah Anda tekan atau cubit.

2. Memberi oralit

Oralit merupakan cara mengobati diare pada bayi yang efektif
Setelah melakukan pengamatan klinis di atas, cara mengatasi diare pada bayi selanjutnya adalah memberi oralit. Sebagai cara mengobati diare pada bayi yang paling umum, oralit atau dalam dunia medis disebut cairan rehidrasi oral (CRO), adalah cairan yang dikemas khusus serta mengandung air dan elektrolit.Oralit kerap dianggap sebagai obat diare untuk bayi. Padahal, oralit berfungsi untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi saat diare. Jika bayi tidak menunjukkan tanda dehidrasi, berikan larutan oralit sebanyak 5-10 ml setiap bayi buang air besar dengan tekstur cair.Riset yang terbit pada jurnal International Journal of Epidemiology menemukan, oralit efektif sebagai cara mengatasi diare pada bayi. Bahkan, oralit mampu mengurangi tingkat kematian akibat dehidrasi saat diare hingga 93%.

3. Jangan berikan minuman manis

Jus apel bukan cara mengatasi diare pada bayi yang tepat
Meski bayi membutuhkan asupan elektrolit untuk menghindari dehidrasi, jangan berikan ia minuman olahraga (sports drink), soda, jus apel, dan minuman jahe. Alih-alih dianggap sebagai obat diare untuk bayi, hal ini justru akan membuat diare bayi semakin berat.Jangan pula memberi teh sebagai obat diare untuk bayi. Sebab, kadar natrium di dalam teh sangat rendah. Hal ini membuat bayi rawan menyebabkan terjadinya hiponatermia (kekurangan natrium), terutama pada bayi yang tengah diare.

4. Penuhi kebutuhan cairan bayi

Bayi makan teratur merupakan cara mengatasi bayi diare
Bayi akan kehilangan banyak cairan saat diare sehingga cara mengobati diare pada bayi adalah dengan memastikan kebutuhan cairannya terpenuhi. Bila bayi masih berusia di bawah enam bulan, biarkan ia mengonsumsi ASI kapanpun si Kecil menginginkannya. Kemudian pastikan bayi mengonsumsi air putih selain ASI saat usianya sudah di atas enam bulan. Jika diare bayi disebabkan oleh intoleransi laktosa yang terkandung pada susu formula, konsultasikan pada dokter Anda untuk memberikan susu bebas laktosa setidaknya 1 minggu. Intoleransi laktosa umumnya hanya bersifat sementara dan akan kembali normal ketika epitel mukosa usus beregenerasi.

5. Berikan makanan BRAT

Jika bayi sudah berusia di atas 6 bulan, Anda daapt memberikan makanan jenis BRAT (Bread, Rice, Applesauce, Toast) atau roti tawar, nasi putih, apel dan roti panggang sebagai menu MPASI. Jenis makanan di atas diketahui dapat menjadi salah obat diare untuk bayi.

Penyebab diare pada bayi yang harus diwaspadai

Sensitif pada obat tertentu sebabkan diare
Selain memahami cara mengatasi diare pada bayi, orang tua diharapkan juga mengetahui apa penyebab diare pada bayi. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya kasus diare pada Si Kecil di masa yang akan datang. Inilah penyebab diare pada anak:
  • Infeksi virus, bakteri atau parasit yang terjadi akibat memberi makanan dan minuman kotor atau menyentuh permukaan yang kotor kemudian memasukkan tangannya ke mulut
  • Alergi makanan
  • Sensitif terhadap obat-obatan
  • Mengonsumsi jus buah terlalu banyak
  • Keracunan makanan.

Cara mencegah diare pada bayi

Cuci tangan sebagai cara mencegah diare bayi
Meski diare merupakan penyakit bayi yang kerap terjadi, bukan tidak mungkin jika penyakit ini tidak dapat dicegah. Selain mencari tahu cara mengatasi diare pada bayi, inilah cara mencegah diare pada bayi:
  • Cuci tangan bayi dan orang dewasa yang ingin menyentuh bayi
  • Pastikan lantai selalu bersih
  • Selalu bersihkan alat makan dan minum bayi
  • Perhatikan kebersihan dan pilihan makanan untuk bayi. Jangan memberi makanan yang hanya bisa dikonsumsi oleh orang dewasa

Kapan harus membawa bayi ke dokter

Bawa bayi ke dokter jika diare diikuti dengan demam
Kebanyakan diare pada dasarnya akan sembuh dengan sendirinya (self limiting). Tujuan tata cara mengatasi diare pada bayi di atas adalah memastikan bayi tidak mengalami dehidrasi yang akan mengancam nyawanya.Meski demikian, bayi dapat mengalami dehidrasi dengan cepat, bahkan hanya dalam kurun 1-2 hari setelah pertama kali memperlihatkan gejala diare. Untuk itu, orang tua disarankan untuk tetap membawa bayi ke dokter bila menemui gejala diare yang membahayakan sebagai berikut:
  • Bayi memperlihatkan gejala dehidrasi (seperti dijelaskan di atas)
  • Bayi masih berusia di bawah 3 bulan
  • Suhu tubuh bayi berada pada 38 derajat celcius atau lebih
  • Muntah
  • Terlihat lesu dan tidak mau menyusu
  • Bayi yang berusia di atas 3 bulan dengan diare disertai demam yang berlangsung lebih dari satu hari dan sedikit buang air kecil.
Infus cairan rehidrasi merupakan obat diare pada bayi
Untuk bayi yang mengalami dehidrasi sedang, ia mungkin harus menginap di rumah sakit selama 1-2 malam untuk diberikan cairan oralit sebanyak 15-25 ml/kgBB/jam. Jika muntah, pemberian oralit sebagai obat diare untuk bayi ini harus tetap dilakukan secara perlahan untuk mengurangi muntah itu sendiri.Jika terindikasi mengalami dehidrasi berat, cairan rehidrasi diberikan melalui infus. Dokter bisa memberi obat diare untuk bayi berupa antibiotik.Namun, dalam kebanyakan kasus langkah ini dianggap tidak perlu, mengingat virus atau bakteri penyebab diare akan sembuh dengan sendirinya.Setelah bayi pulih, ia bisa langsung kembali menyusu dan makan apa pun. Konsumsi makanan yang kaya gizi akan mempercepat proses pemulihannya agar kembali ceria seperti sedia kala.

Catatan dari SehatQ

Cara mengatasi diare pada bayi bisa dilakukan dengan mengamati kondisi fisik bayi serta berikan makanan dan minuman yang tepat. Perlu diketahui, penyebab diare terjadi akibat infeksi, alergi, atau konsumsi asupan makanan dan minuman yang tidak cocok.Jika bayi mengalami diare lalu ditandai gejala dehidrasi, demam, lemas, ataupun diare saat berusia di bawah 3 bulan, segera hubungi dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ dan bawa bayi ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
diare pada bayidiaredehidrasimengatasi bayi rewelmerawat bayi
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/diapers-clothing/Pages/Diarrhea-in-Babies.aspx
Diakses pada 29 November 2019
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bagaimana-menangani-diare-pada-anak
Diakses pada 29 November 2019
Kementerian Kesehatan RI. https://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-indonesia-2013.pdf
Diakses pada 29 November 2019 
Web MD.https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-diarrhea-causes-treatment
Diakses pada 8 Oktober 2020
International Journal of Epidemiology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2845864/
Diakses pada 21 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait