Cara Mengatasi Depresi Postpartum oleh Dokter Maupun Secara Alami

Depresi postpartum yang tepat perlu dilakukan dengan kerjasama dari keluarga.
Berbagai cara mengatasi depresi postpartum harus segera dilakukan sebelum kondisi ibu bertambah parah.

Depresi postpartum masih sering dipandang sebelah mata. Hal ini membuat wanita yang mengalaminya, cenderung belum mendapatkan perawatan yang sesuai. Padahal, dengan penanganan yang tepat, kondisi ini bisa dipulihkan. Depresi postpartum juga sebenarnya dapat dicegah.

Depresi postpartum atau yang juga disebut sebagai depresi pascapersalinan, jika tidak segera diatasi, bisa berkembang menjadi kondisi psikosis. Postpartum psikosis merupakan kondisi yang bisa membahayakan nyawa, dan merupakan suatu kegawatdaruratan medis.

[[artikel-terkait]]

Cara mengatasi depresi postpartum oleh dokter

Cara mengatasi depresi yang dilakukan oleh dokter terdiri dari dua cara, yaitu:

1. Psikoterapi

Melalui terapi, penderita depresi pascapersalinan akan mempelajari cara untuk menghadapi permasalahan yang dirasakan. Selain itu, terapi juga mampu menemukan solusi permasalahan yang muncul setelah melahirkan, serta membantu menerapkan tujuan yang realistis sebagai seorang ibu.

Terapi akan mengajarkan penderita untuk menghadapi kondisi ini dengan pikiran yang positif. Tidak hanya untuk ibu, terapi juga bisa dilakukan bersama pasangan, maupun keluarga.

2. Pemberian antidepresan

Pemberian obat antidepresan juga dapat dilakukan untuk mengatasi depresi postpartum. Dokter akan meresepkan obat yang cocok dan aman bagi ibu menyusui, agar efek dari obat tidak memberikan pengaruh kepada bayi.

Dengan perawatan yang rutin, depresi dapat membaik. Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa berlanjut menjadi depresi kronis. Sehingga, penting bagi penderitanya untuk terus melanjutkan perawatan, meski telah merasa lebih baik.

Cara mengatasi depresi postpartum secara alami

Setelah berkonsultasi dengan dokter, Anda kemudian dapat melakukan hal-hal di bawah ini, untuk membantu meringankan permasalahan yang sedang dialami.

1. Istirahat yang cukup

Istirahat bisa membantu meredakan stres yang dirasakan. Bayi baru lahir memang tidak memiliki jam tidur yang sama dengan orang dewasa. Karena itu, buatlah jadwal bersama pasangan, untuk bergantian menjaga Si Kecil.

Selain itu, buatlah tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks dengan pijat, membaca buku, atau berendam di air hangat.

2. Ceritakan kondisi Anda pada orang terdekat

Menceritakan gangguan mental yang Anda alami kepada orang lain, memang bukanlah perkara mudah. Namun sebaiknya, Anda tetap mencoba untuk mengutarakan yang Anda rasakan.

Dengan begitu, Anda tidak akan merasa sendirian. Cara ini juga bisa meringankan beban yang dirasakan.

3. Jangan menyendiri

Bagi orang yang sedang depresi, menyendiri adalah hal yang sangat tidak disarankan. Meski begitu, bukan berarti Anda diharuskan untuk berkumpul dengan banyak orang sekaligus.

Cukup dengan berkumpul dengan orang-orang terdekat, akan membantu Anda merasa lebih terhubung. Sebab, berkumpul dengan orang lain, memang bisa membantu mengalihkan pikiran Anda dari hal-hal yang membuat stres.

4. Kurangi melakukan pekerjaan rumah

Sebaiknya, Anda tidak memaksakan untuk melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci, atau mengepel, saat sedang merasa kelelahan. Lebih baik, gunakan energi Anda untuk mengurus kebutuhan dasar Si Kecil.

Jika memungkinkan, minta bantuan kepada teman dan keluarga untuk membantu merawat rumah dan juga Si Kecil.

Depresi postpartum bisa dicegah sejak masa kehamilan

Depresi postpartum bisa dicegah, selama Anda mengenali kondisi-kondisi yang sekiranya bisa menjadi pemicu. Salah satu hal yang bisa memicu munculnya depresi postpartum adalah rasa khawatir berlebih, selama kehamilan.

Kecemasan berlebihan yang sering dirasakan ibu hamil, umumnya disebabkan oleh rasa takut melewati proses persalinan. Kondisi ini disebut dengan tokophobia, yang berkaitan erat dengan depresi dan gangguan kecemasan.

Sementara itu, riwayat depresi yang pernah dialami sebelumnya, bisa meningkatkan risiko seseorang menderita depresi postpartum.

Jika Anda pernah memiliki riwayat depresi, termasuk depresi postpartum setelah proses persalinan anak sebelumnya, segera beritahukan hal ini ke dokter. Sehingga, dokter bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini, sebagai pencegahan depresi postpartum.

  • Memantau secara ketat tanda dan gejala depresi yang mungkin muncul.
  • Memberikan kuesioner pemeriksaan depresi saat masa kehamilan dan setelah melahirkan.
  • Menyarankan Anda untuk bergabung dengan komunitas ibu yang memiliki riwayat serupa.
  • Merujuk Anda untuk menjalani konseling atau terapi.
  • Pemberian obat antidepresan.

Setelah proses persalinan dilewati, dokter juga akan segera memeriksa tanda dan gejala awal depresi postpartum. Semakin cepat kondisi ini dideteksi, maka perawatan pun bisa semakin cepat dimulai.

Bagi Anda yang sebelumnya memiliki riwayat depresi postpartum, dokter bisa langsung meresepkan obat antidepresan atau perawatan psikoterapi, segera setelah persalinan.

Selama mencoba cara mengatasi depresi pascapersalinan, Anda perlu berkomunikasi secara rutin dengan dokter yang melakukan perawatan. Dukungan keluarga pun tidak kalah penting, untuk keberhasilan proses perawatan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/depression/postpartum-depression
Diakses pada 3 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/postpartum-depression/diagnosis-treatment/drc-20376623
Diakses pada 3 Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/depression/postpartum-depression/understanding-postpartum-depression-prevention
Diakses pada 3 Juli 2019

Tommy’s. https://www.tommys.org/pregnancy-information/labour-birth/labour-and-birth-faqs/it-normal-be-so-worried-about-giving-birth
Diakses pada 3 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed