Anda Takut Mati Berlebihan? Hati-hati Gangguan Mental, Tangani Segera!

(0)
Rasa takut mati yang berlebihan merupakan gangguan mentalPernahkah Anda merasa cemas berlebihan takut mati, terutama ketika menghadiri pemakaman seseorang?
Wajar jika manusia takut menghadapi kematian. Akan tetapi, rasa takut yang berlebihan bisa menjadi gangguan kecemasan. Kecemasan sendiri menjadi salah satu masalah kesehatan mental di dunia. Salah satu bentuk gangguan kecemasan yang dapat terjadi, yaitu kondisi cemas berlebihan takut mati. Kondisi ini tentu bisa mengganggu hati dan pikiran. Anda akan terus merasa takut bahkan mungkin hingga memengaruhi kehidupan sehari-hari.[[artikel-terkait]]

Wajar atau tidak?

Ketakutan akan sesuatu dalam batasan tertentu terkadang memiliki efek positif bagi manusia. Misalnya, takut membuat kesalahan akan membuat kita menjadi lebih berhati-hati.Namun, kondisi cemas berlebihan takut mati akan membuat seseorang khawatir dan mengganggu fungsi dirinya sehari-hari. Kondisi ini termasuk gejala dari beberapa gangguan kecemasan.

Penyebab cemas berlebihan takut mati

Cemas berlebihan takut mati dapat disebabkan oleh beberapa tipe gangguan kecemasan.

1. Gangguan kecemasan sosial

Gangguan kecemasan sosial terjadi kecemasan yang berlebihan dan terus-menerus akan kegiatan tertentu bahkan terkadang aktivitas sehari-hari. Kekhawatiran dirasa berlebihan dan sulit dikontrol hingga mempengaruhi kondisi fisik.

2. Gangguan panik

Terjadi kecemasan atau takut atau teror yang datang secara tiba-tiba dan memuncak dalam hitungan menit (serangan panik). Kondisi ini sering sisertai dengan rasa sesak napas, nyeri dada, atau rasa berdebar.Serangan panik juga memicu kekhawatiran penderita akan berulangnya serangan dan membuat penderita menghindari berbagai kondisi yang dapat memicu. Biasanya cemas berlebihan takut mati lebih sering ditemukan pada gangguan panik.

3. Gangguan terkait fobia

Takut mati belum secara resmi masuk dalam penggolongan fobia atau takut yang spesifik terhadap suatu hal. Namun, beberapa fobia menyebabkan adanya rasa cemas berlebihan takut mati akibat kontak dengan hal yang ditakuti.

Tips mengatasi cemas berlebihan takut mati

1. Hindari kafein dan alkohol 

Kafein merupakan zat pemicu kecemasan yang dapat masuk ke dalam tubuh. Sedangkan alkohol mungkin berefek menenangkan pada mulanya, tetapi selanjutnya dapat membuat ketidak seimbangan hormon pada otak yang memicu mudahnya timbul kecemasan.

2. Minum air 

minum air putih
Kekurangan cairan membuat seseorang mudah merasa cemas. Belum lagi saat dehidrasi biasanya dada terasa berdebar. Minum segelas air dapat menjadi cara untuk menenangkan diri yang mudah dilakukan.

3. Makanlah sesuatu

Rendahnya gula darah dapat memicu kecemasan. Kegiatan mengunyah pun dipercaya dapat membuat Anda lebih relaks.

4. Berbagi kecemasan

Bicara dan berbagilah dengan orang yang bisa Anda percaya. Jika Anda merasa sulit untuk berbagi dengan orang lain, Anda bisa menuliskan setiap kecemasan Anda dalam sebuah buku setiap hari.

5. Aroma terapi 

humidifier
Aroma wangi-wangian dapat membantu menenangkan Anda, salah satunya aroma Lavender.

6. Mandi 

Terkadang badan yang lelah membuat diri Anda tegang. Mandi dengan air hangat dapat membantu merelaksasi otot-otot dan pikiran Anda.

7. Mendekatkan diri dengan Tuhan

Terakhir tetapi yang paling penting. Sebagai manusia beragama, hidup kita tidaklah lepas dari tangan Sang Pencipta. Sebuah riset menunjukan orang-orang yang rajin beribadah dan terlibat komunitas rohani memiliki risiko kecemasan yang lebih rendah.Semoga dengan tips di atas, Anda maupun orang terdekat yang mengalami perasaan cemas berlebihan takut mati dapat terbantu.
gangguan kecemasanfobiagangguan kecemasan umumgangguan kecemasan sosial
WHO. Depression and Other Common Mental Disorders Global Health Estimates page 10, 20.Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anxiety/symptoms-causes/syc-20350961
Diakses 4 Mei 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-calm-anxiety
Diakses 4 Mei 2019
Harold G, Linda KG. Religion and anxiety disorder: An examination and comparison of associations in young, middle-aged, and elderly adults. Journal of Anxiety h’mnierr. 1993;7:321-42.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait