7 Cara Mengatasi Bruntusan di Tangan Berdasarkan Penyebabnya

(0)
05 Oct 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bruntusan di tangan dapat terjadi akibat scabies atau tungauGigitan seranggan bisa menyebabkan bruntusan di tangan
Bukan hanya di wajah, bruntusan juga bisa muncul di tangan. Bruntusan di tangan dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari alergi hingga infeksi kulit. Jika tidak ditangani, masalah kulit ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi penderitanya. Namun, tak perlu khawatir karena ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.

Penyebab dan cara mengatasi bruntusan di tangan

Berikut adalah sejumlah penyebab bruntusan di tangan sekaligus cara mengatasinya yang bisa Anda lakukan.

1. Alergi atau iritasi kulit

Alergi atau iritasi kulit dapat terjadi akibat kontak dengan suhu dingin, udara kering, bahan pakaian tertentu, lateks, detergen atau sabun tertentu. Ketika tangan terpapar secara langsung oleh pemicu alergi, bruntusan, ruam merah, gatal-gatal, kulit kering, dan pengerasan kulit dapat muncul. Tidak hanya itu, pembengkakan, sensasi terbakar, dan rasa nyeri juga bisa terjadi. Untuk mengatasinya, Anda dapat meletakkan kompres dingin pada tangan selama 15-30 menit untuk menenangkan kulit. Setelah itu, Anda juga bisa mengoleskan losion calamine yang bisa membantu meredakan rasa gatal. Pastikan juga Anda menghindari penyebab alergi maupun iritasi kulit.

2. Gigitan serangga

Beberapa jenis gigitan serangga dapat menyebabkan bruntusan di kulit tangan. Kondisi ini juga bisa menimbulkan ruam kemerahan dan rasa gatal. Gejala-gejala di atas dapat berkembang dalam 24 jam setelah gigitan terjadi dan mampu bertahan kurang lebih selama 7 hari.Untuk mengatasi gigitan serangga, Anda dapat meletakkan kompres dingin ke area luka, mengoleskan krim hidrokortison 1 persen, mengonsumsi antihistamin, atau obat pereda nyeri. Jika infeksi berkembang di lokasi gigitan, Anda mungkin memerlukan antibiotik untuk mengobatinya.

3. Rambut tumbuh ke dalam

Sebagian orang gemar mencukur atau mencabut rambut di tangannya. Hal ini dapat menyebabkan rambut tumbuh ke dalamKondisi tersebut bisa memicu terbentuknya bruntusan, kemerahan, dan bengkak di area kulit. Infeksi bahkan juga bisa berkembang di folikel rambut yang tumbuh ke dalam.Rambut tumbuh ke dalam umumnya tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, pengobatan rumahan, seperti meletakkan kompres hangat, atau melakukan pengelupasan kulit di sekitar folikel, dapat membantu meredakannya. 

4. Dermatitis atopik

Dermatitis atopik bisa sebabkan tangan mengelupas
Dermatitis atopik adalah jenis eksim yang paling umum terjadi. Kondisi ini dapat menyebabkan bruntusan, kemerahan, gatal dan kulit mengelupas pada tangan. Rasa gatal yang hebat bahkan bisa mengganggu tidur Anda. Meski demikian, jangan menggaruknya karena tindakan ini hanya akan meningkatkan risiko infeksi.Untuk mengatasinya, kombinasi perawatan medis dan pengobatan rumahan mungkin diperlukan. Anda dapat menggunakan pelembap kulit dan humidifier untuk melawan udara kering. Selain itu, Anda juga bisa mengobatinya melalui obat-obatan, seperti krim kortikosteroid, antihistamin oral, atau terapi cahaya. 

5. Biang keringat

Biang keringat atau miliaria terjadi ketika pori-pori tersumbat dan menjebak keringat di bawah kulit. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya bruntusan yang terasa sangat gatal. Bukan hanya pada bayi, biang keringat juga bisa menyerang orang dewasa, terutama saat cuaca panas dan lembap.Kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya. Namun, Anda dapat meredakannya dengan mencegah kulit berkeringat, meletakkan kompres dingin, atau mengoleskan losion calamine guna mendinginkan kulit. Pada kasus yang parah, biang keringat memerlukan perawatan medis.

6. Scabies

Scabies adalah masalah kulit yang disebabkan oleh tungau yang bersembunyi di bawah lapisan kulit. Hal ini dapat menyebabkan bruntusan merah, gatal, dan terbentuknya garis abu-abu pada kulit. Scabies bisa menular melalui kontak kulit ke kulit dengan orang yang terinfeksi atau benda yang digunakan bersama dengan orang yang terinfeksi.Anda dapat mengatasinya dengan merendam kulit di air dingin, mengoleskan losion calamine, atau mengonsumsi antihistamin. Jika perawatan di rumah tersebut tidak memberikan hasil, dokter akan meresepkan obat topikal atau oral untuk membunuh tungau.

7. Tinea manuum

Tinea manuum adalah jenis infeksi jamur pada tangan. Kondisi ini dapat menyebabkan bruntusan, ruam yang melebar, rasa gatal, bahkan perubahan warna pada kuku. Anda dapat tertular tinea manuum dari orang, hewan, atau tanah yang terpapar jamur penyebab infeksi. Untuk mengatasinya, Anda dapat mengoleskan obat antijamur topikal, seperti salep kutu air. Pada kondisi yang parah, dokter juga mungkin merekomendasikan obat minum yang harus Anda konsumsi agar segera pulih.Pastikan Anda menjaga kebersihan tangan dengan baik agar kondisinya bisa segera pulih. Hindari memencet atau memecahkan bintik-bintik tersebut karena bisa menyebabkannya infeksi. Jika bruntusan di tangan tak kunjung hilang atau semakin memburuk, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kulit.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar bruntusan di tangan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit kulitmasalah kulitinfeksi kulit
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/contact-dermatitis/symptoms-causes/syc-20352742
Diakses pada 21 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/contact-dermatitis/diagnosis-treatment/drc-20352748
Diakses pada 21 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heat-rash/symptoms-causes/syc-20373276
Diakses pada 21 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scabies/diagnosis-treatment/drc-20377383
Diakses pada 21 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/scabies-bites#treatment
Diakses pada 21 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/rash-on-hands#tinea-manuum
Diakses pada 21 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326202#prevention
Diakses pada 21 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait