Cara Mengatasi Bekas Gigitan Tungau Berdasarkan Jenisnya

(0)
Cara mengatasi bekas gigitan tungau sebaiknya harus sesuai dengan jenisnyaBekas gigitan tungau bisa menimbulkan gatal, iritasi, dan ruam di kulit
Bekas gigitan tungau dapat menimbulkan rasa gatal dan iritasi pada kulit. Meski umumnya cenderung tidak membahayakan secara medis, adanya bekas gigitan tungau dapat mengganggu aktivitas hingga penampilan seseorang. Lantas, bagaimana cara mengatasi bekas gigitan tungau yang mengganggu?

Apa itu tungau?

Tungau adalah suatu jenis hewan kelompok arthropoda berukuran sangat kecil (mikro) yang umumnya memakan tanaman, serangga, hewan, bahkan kulit manusia. Bentuk tubuh tungau menyerupai kutu dan serangga, tetapi tungau tidak memiliki mata dan sayap.Lantaran bentuk tubuhnya yang sangat kecil, keberadaan tungau seringkali sulit dilihat oleh manusia dengan mata telanjang. Tak ayal banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka digigit tungau sampai muncul bekas gigitan tungau di permukaan kulit.Beberapa jenis tungau ada yang menggigit hewan lainnya dan manusia. Jenis-jenis tungau yang menggigit kulit manusia, antara lain:
  • Chigger
  • Demodex
  • Sarcoptes scabiei
  • Tungau debu

Bagaimana gejala digigit tungau?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, banyak orang yang tidak menyadari keberadaan tungau sampai muncul bekas gigitan tungau di permukaan kulit.Namun, tidak seperti jenis gigitan serangga lainnya yang membentuk bentol-bentol di kulit pada area kulit yang digigit, bekas gigitan tungau biasanya menimbulkan ruam di permukaan kulit, lengan, atau area leher dan punggung.Secara umum, gejala bekas gigitan tungau di permukaan kulit adalah sebagai berikut:
  • Bercak merah menyerupai ruam kulit
  • Iritasi, rasa gatal, nyeri, di area bekas gigitan tungau
  • Kulit bengkak atau melepuh
  • Benjolan kecil di permukaan kulit yang bisa mengeras atau meradang

Pertolongan pertama digigit tungau

Jika Anda mencurigai permukaan kulit digigit oleh hewan sejenis tungau, ada baiknya Anda segera mandi menggunakan air bersih dan sabun berulang kali. Pastikan pakaian terakhir yang Anda gunakan sebelumnya dicuci dengan air panas dan sabun deterjen.Bekas gigitan tungau biasanya dapat menimbulkan rasa gatal yang parah. Namun, menggaruk kulit yang digigit tungau dapat meningkatkan risiko infeksi pada kulit.Maka dari itu, pertolongan pertama digigit tungau adalah mengurangi rasa gatal dengan kompres air dingin dan penggunaan obat-obatan tertentu.Anda dapat mengoleskan krim antihistamin atau krim antigatal yang mengandung hidrokortison ke area permukaan kulit yang digigit tungau. Salep kulit ini bertujuan untuk mengurangi rasa gatal.Selain itu, Anda bisa minum obat antihistamin untuk meredakan rasa gatal yang parah. Jika bekas gigitan tungau menimbulkan rasa nyeri yang teramat sangat, krim anestesi mungkin dapat membantu.Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakannya.

Cara mengatasi bekas gigitan tungau berdasarkan jenisnya

Adapun cara mengatasi bekas gigitan tungau yang tepat harus sesuai dengan jenisnya. Bagaimana caranya? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

1. Sarcoptes scabiei

Bekas gigitan tungau yang utama berasal dari jenis Sarcoptes scabiei. Jenis spesies tungau ini dapat menggigit permukaan kulit, menggali terowongan di bawah kulit, bertelur, dan menimbulkan scabies atau penyakit kudis.Scabies atau kudis merupakan penyakit menular. Centers for Disease and Control (CDC) mengungkapkan tungau S. scabiei dapat berpindah dari satu orang ke orang lainnya melalui kontak kulit langsung atau menggunakan pakaian dan tempat tidur milik seseorang yang terinfeksi penyakit.Saat digigit tungau S.scabiei, awalnya Anda mungkin tidak mengalami gejala apa pun selama beberapa minggu. Tetapi, lama kelamaan permukaan kulit yang digigit tungau akan mengalami benjolan dan melepuh menyerupai ruam. Ruam ini akan terbentuk di sepanjang lipatan kulit, termasuk di:
  • Sela-sela jari
  • Lipatan lutut dan siku
  • Area pinggang, payudara, atau bokong
  • Alat kelamin pria
  • Bagian bawah kaki, terutama ini dialami oleh anak-anak
Bekas gigitan tungau ini akan membuat penderitanya merasakan gatal yang teramat sangat di kulit terutama saat malam hari. Sebaiknya, Anda tidak menggaruk kulit karena dapat meningkatkan risiko luka terbuka dan infeksi kulit.Cara mengatasi bekas gigitan tungau S.scabiei adalah dengan menemui dokter spesialis kulit untuk mendapatkan pertolongan medis.Dokter akan mengobati scabies dengan meresepkan obat salep (krim permethrin, lotion lindane, crotamiton) dan atau obat minum yang berfungsi membunuh tungau S.scabiei dan larvanya di dalam kulit.Dokter juga akan meresepkan obat antihistamin untuk mengurangi rasa gatal dan antibiotik untuk mencegah infeksi.

2. Tungau debu

Tungau debu mungkin menjadi salah satu jenis tungau yang cukup akrab di telinga. Sesuai namanya, jenis tungau ini dapat menghuni debu rumah. Mereka dapat hidup dengan memakan kulit-kulit mati manusia yang jatuh atau bulu hewan peliharaan.Tungau debu biasanya terdapat di debu rumah, kasur, karpet, perabotan rumah, hingga barang-barang furnitur.Meski makhluk hidup kecil ini tidak menggigit atau hidup pada kulit manusia, keberadaannya dapat memicu reaksi alergi akibat protein dan feses yang dikeluarkan tungau debu.Ketika seseorang terpapar tungau debu, maka bercak kecil dengan benjolan merah di kulit dapat muncul yang disertai dengan gejala infeksi pernapasan, seperti:
  • Bersin dan hidung tersumbat
  • Mata gatal, merah, atau berair
  • Hidung, mulut, atau tenggorokan gatal
  • Batuk
  • Dada terasa sesak
  • Sulit bernapas
  • Mengi (napas bunyi)
Pada orang-orang yang memiliki riwayat asma, kondisinya mungkin dapat semakin parah akibat terpapar tungau debu.Beberapa jenis obat-obatan yang digunakan sebagai cara mengatasi bekas gigitan tungau debu, meliputi:
  • Obat antihistamin yang dijual bebas di apotek
  • Dekongestan
  • Semprotan hidung yang mengandung kortikosteroid atau cromolyn sodium
Bagi orang yang mengalami alergi tungau debu, imunoterapi merupakan salah satu cara mengobati tungau debu yang efektif. Imunoterapi adalah pemberian obat dengan dosis alergen yang besar.

3. Demodex

Demodex adalah jenis tungau yang dapat hidup pada folikel rambut, wajah, hingga permukaan kulit tubuh, seperti leher atau dada. Terdapat dua jenis tungau demodex yang umum dikenal, yaitu Demodex folliculorum dan Demodex brevis.Demodex brevis biasanya akan memakan sel-sel kelenjar folikel rambut dan berada di area leher dan dada manusia. Sedangkan, Demodex folliculorum akan hinggap pada folikel rambut di area wajah manusia, termasuk:
  • Pipi
  • Hidung
  • Dagu
  • Bulu mata
  • Alis
  • Telinga
  • Lipatan kulit mulai dari hidung hingga area mulut
Jenis tungau Demodex dapat menimbulkan gejala, seperti:
  • Bercak kulit merah yang meradang dan kering di wajah
  • Kelopak mata meradang, berkerak, bahkan berair
  • Kulit terasa gatal
  • Kulit terasa sensitif
  • Kulit terasa kasar
  • Sensasi seperti kulit terbakar
  • Muncul jerawat
Gejala bekas gigitan tungau Demodex tersebut akan lebih jelas terlihat apabila Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.Sejumlah penelitian menyebutkan bekas gigitan tungau Demodex dalam jumlah banyak dapat memperburuk kondisi kulit wajah, seperti rosacea, androgenic alopecia, atau dermatitis wajah.Cara mengatasi bekas gigitan tungau Demodex, yakni menggunakan salep gigitan serangga, seperti krim crotamiton atau permethrin.Selain itu, untuk mencegah bekas gigitan tungau bertambah parah, sebaiknya bersihkan wajah secara rutin dua kali sehari menggunakan sabun pembersih wajah berbasis minyak serta lakukan eksfoliasi kulit.

4. Chigger

Chigger adalah larva dari keluarga tungau Trombiculid. Ketika tungau chigger hinggap pada kulit manusia, ia akan mengeluarkan enzim pencernaan yang melembutkan lapisan epidermis kulit sehingga menyebabkan ruam.Biasanya bekas gigitan tungau chigger muncul di area ketiak, pinggang, dan pergelangan kaki.Bekas gigitan tungau chigger dapat menimbulkan sekelompok benjolan merah kecil pada permukaan kulit yang disertai rasa gatal hebat. Kondisi tersebut dapat berlangsung selama beberapa hari hingga 2 minggu.Meski menimbulkan rasa gatal yang teramat sangat, pastikan Anda tidak menggaruknya karena dapat menyebabkan risiko infeksi dan demam.Untuk mengatasi bekas gigitan tungau chigger, Anda dapat menggunakan obat oles kortikosteroid, minum obat antihistamin, dan mengompres kulit yang terdapat bekas gigitan tungau dengan air dingin.

Kapan harus menemui dokter?

Umumnya, bekas gigitan tungau dapat sembuh dengan pengobatan yang telah dijelaskan di atas. Namun, untuk bekas gigitan tungau scabies, sebaiknya Anda segera menemui dokter guna mendapatkan pengobatan yang tepat.Anda juga perlu menemui dokter apabila:
  • Obat-obatan tanpa resep dokter yang digunakan tidak meredakan rasa gatal dan nyeri
  • Bekas gigitan tungau tak kunjung membaik setelah seminggu atau lebih
  • Anda mengalami gejala infeksi, seperti demam, pembengkakan, atau keluar cairan dari bekas gigitan tungau
Selain itu, jika kulit yang digigit tungau langsung menimbulkan rasa gatal, pusing, atau sulit bernapas, Anda juga perlu menemui dokter dengan segera. Pasalnya, bekas gigitan tungau tersebut bisa saja menandakan reaksi alergi.
alergihewan peliharaanruam kulitgigitan serangga
Healthline. https://www.healthline.com/health/mite-bites#pictures
Diakses pada 10 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/mites-bites
Diakses pada 10 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scabies/diagnosis-treatment/drc-20377383
Diakses pada 10 Juli 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3884930/
Diakses pada 10 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait