3 Cara Mengatasi Batuk pada Anak saat Tidur Tanpa Membuatnya Terbangun


Ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai cara mengatasi batuk pada anak saat tidur tanpa membuatnya terbangun, yaitu menyalakan humidifier hingga mengoleskan minyak esensial.

(0)
22 Dec 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara mengatasi batuk pada anak saat tidur adalah dengan menyalakan humidifierBatuk saat tidur dapat mengganggu waktu istirahat anak
Melihat Si Kecil batuk saat tidur memang kerap membuat orangtua khawatir. Apalagi jika mereka sampai terbangun karena terganggu oleh batuknya. Untuk mengurangi rasa khawatir, berikut ini beberapa cara mengatasi batuk pada anak saat tidur dan cara mencegahnya terjadi lagi.

Cara mengatasi batuk pada anak saat tidur

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai cara mengatasi batuk pada anak saat tidur, di antaranya:

1. Menyalakan humidifier

Humidifier atau pelembap udara dapat membantu menenangkan batuk pada anak. Alat ini dapat meningkatkan kelembapan udara pada ruangan yang kering sehingga dapat melegakan iritasi pada tenggorokan yang menjadi penyebab batuk Si Kecil tanpa membuatnya terbangun di malam hari.

2. Meninggikan posisi kepala Si Kecil saat tidur

Tidur telentang atau miring dengan posisi kepala sejajar dengan badan bisa menyebabkan lendir berkumpul di tenggorokan anak sehingga memicu terjadinya batuk.Untuk mencegahnya, Anda bisa meninggikan posisi kepala dan leher Si Kecil saat tidur dengan bantal yang lebih besar atau menambah jumlah bantal. Namun, usahakan jangan mengangkat posisi kepala Si Kecil terlalu tinggi karena bisa menyebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman pada leher mereka.

3. Menggunakan minyak esensial

Penggunaan minyak esensial dapat dijadikan cara mengatasi batuk pada anak saat tidur. Minyak kayu putih dari jenis Eucalpytus radiata merupakan ekspektoran (pengencer dahak) alami yang dapat membantu melegakan saluran pernapasan.Minyak ini dapat dioleskan ke tubuh anak atau digunakan dalam diffuser. Pastikan jenis minyak kayu putih yang digunakan adalah eucalyptus radiata dan bukan eucalyptus globulus.Ada beberapa jenis minyak esensial lainnya yang dapat membantu anak merasa lebih rileks dan tidur lebih nyenyak, seperti minyak chamomile, minyak lavender, dan minyak jeruk mandarin (citrus reticulata).Jika Anda merasa khawatir dengan batuk yang Si Kecil alami, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mengetahui secara pasti. Anda juga sebaiknya tidak memberikan obat batuk sembarangan pada anak sebagai cara mengatasi batuk pada anak saat tidur.

Cara mencegah batuk terjadi di kemudian hari

Supaya anak tidak mengalami batuk pada saat tidur, Anda bisa melakukan beberapa hal sebelum Si Kecil bersiap untuk tidur, seperti:
  • Kosongkan ingus anak sebelum tidur. Anda dapat menyedotnya dengan aspirator hidung atau meminta anak menghirup uap untuk membersihkan ingus dari saluran pernapasan.
  • Pastikan tempat tidur bersih dari debu dan kotoran yang dapat menyebabkan batuk.
  • Berikan minum sebelum ia tidur dan pastikan kondisi anak yang sedang sakit selalu terhidrasi dengan baik.
  • Nyalakan humidifier sebelum tidur.
  • Gunakan minyak esensial untuk menghangatkan tubuhnya dan menggunakan selimut yang nyaman.
  • Nyalakan musik atau bacakan cerita pengantar tidur agar anak menjadi tenang dan lebih cepat terlelap.
Jika Anda memiliki obat batuk dari dokter, berikan obat tersebut menjelang tidur. Satu hal yang perlu Anda ingat, Anda tidak disarankan untuk memberikan obat batuk pada anak tanpa resep dokter.

Penyebab batuk pada saat anak tidur

Ada banyak sekali penyebab anak mengalami batuk. Mulai dari tersedak hingga penyakit akibat infeksi bakteri seperti pertusis. Penyebab batuk yang berbeda dapat menghasilkan jenis batuk yang juga berbeda. Berikut adalah beberapa jenis batuk yang dapat dialami anak:
  • Batuk berdahak: biasanya merupakan gejala umum dari pilek.
  • Batuk keras seperti menggonggong: bisa jadi gejala croup, yaitu akibat pembengkakan saluran pernapasan atas. Pada anak-anak dapat disertai sesak napas dan sering kali muncul tiba-tiba di tengah malam.
  • Batuk rejan: batuk keras yang terjadi berulang-ulang dan bisa menyebabkan muntah. Kondisi ini dikenal juga sebagai pertusis.
  • Batuk yang disertai bunyi mengi: batuk ini menandakan adanya pembengkakan di saluran  pernapasan bawah dan bisa jadi gejala asma atau bronkitis.
  • Batuk yang disertai demam lebih dari 39o Celcius: bisa mengindikasikan demam biasa atau pneumonia. Jika demamnya ringan, kondisi ini bisa menandakan adanya flu.
Selain itu, masih banyak jenis-jenis batuk yang dapat terjadi pada anak. Meski batuk bisa muncul kapan saja, hampir semua batuk biasanya memburuk pada malam hari. Khususnya saat anak sedang tidur. Hal tersebut dikarenakan udara dingin pada malam hari dapat membuat organ pernapasan lebih sensitif.Penderita asma sering kali mengalami batuk di malam hari. Demikian juga dengan penderita pilek dan batuk berdahak. Saat berbaring, ingus dari hidung dan sinus dapat mengalir ke bawah memenuhi kerongkongan sehingga menyebabkan batuk pada anak saat tertidur.Batuk saat anak sedang tidur sebetulnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Kecuali batuk tersebut menyebabkan anak susah tidur atau terbangun dari tidurnya dan sulit beristirahat.Segera bawa ke dokter jika anak mengalami sesak napas. Bayi di bawah 3 bulan dengan demam mencapai 38o Celcius juga harus segera dibawa ke dokter.Jika Anda punya pertanyaan lain seputar batuk pada anak, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
penyakit anakbatuk
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/childs-cough.html
Diakses 9 Desember 2020
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/when-to-be-concerned-about-your-childs-cough-3894893
Diakses 9 Desember 2020
Parents. https://www.parents.com/baby/health/cold/5-things-to-do-when-your-baby-has-a-cold/
Diakses 9 Desember 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/essential-oils-for-babies
Diakses 9 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait