Cara Mengatasi Batuk Asma pada Malam Hari agar Tidak Mengganggu Tidur


Banyak penderita asma yang mengalami asma nokturnal. Mengetahui cara mengatasi batuk asma pada malam hari dapat membantu mengurangi gejalanya.

0,0
14 Jun 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara mengatasi batuk asma pada malam hari adalah dengan menghindari paparan alergenAsma yang kambuh pada malam hari dapat mengganggu kualitas tidur
Asma kambuh pada malam hari dapat menyebabkan sulit tidur. Padahal untuk sembuh dibutuhkan waktu tidur dan istirahat yang cukup. Batuk asma pada malam hari atau asma nokturnal memiliki gejala, seperti dada terasa sesak, sesak napas, batuk, dan mengi yang dapat memengaruhi kualitas hidup di siang hari.Sulit tidur karena asma bisa jadi masalah yang serius. Ketika Anda kurang tidur, tubuh bisa kelelahan di siang hari. Pada anak-anak, kondisi ini akan menyebabkan kesulitan belajar, berkurangnya rentang perhatian atau konsenstrasi, dan perubahan suasana hati. Sedangkan pada orang dewasa hal ini menyebabkan penurunan kinerja dan risiko kecelakaan.Menurut National Sleep Foundation, orang yang menderita asma nokturnal cenderung memiliki asma yang lebih parah. Semakin parah asma, maka semakin tinggi risiko kematian.

Penyebab asma kambuh pada malam hari

Belum dapat dipastikan penyebab asma kambuh pada malam hari, namun faktor-faktor berikut diperkirakan berkontribusi besar, yaitu:
  • Posisi berbaring saat tidur
  • Peningkatan produksi lendir
  • Peningkatan drainase dari sinus atau sinusitis. Selama tidur, saluran pernapasan cenderung menyempit, bahkan menyebabkan peningkatan resistensi aliran udara. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan drainase dari sinus. Akhirnya hal ini memicu asma pada orang yang memiliki saluran pernapasan yang sensitif.
  • Penurunan kadar hormon epinefrin yang membantu rileks dan memperlebar saluran pernapasan
  • Tingginya hormon histamin, yaitu senyawa dalam sistem kekebalan tubuh yang dapat memicu reaksi alergi
  • Respons yang tertunda dari paparan alergen pada siang hari. 
  • Paparan alergen seperti tungau debu di kasur pada malam hari
  • GERD. Jika Anda sering merasa mual, refluks asam lambung yang naik melalui esofagus ke laring dapat memicu kejang bronkial. Terkadang, asam lambung akan mengiritasi bagian bawah esofagus dan menyebabkan saluran pernapasan menyempit.
  • Stres psikologis yang memengaruhi kualitas tidur
  • Udara di kamar yang terlalu dingin karena suhu AC yang rendah. Suhu yang dingin dan hilangnya kelembapan udara juga jadi pemicu batuk asma di malam hari.
  • Obesitas dan kelebihan lemak

Cara mengatasi batuk asma pada malam hari

Seperti asma biasa, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan asma nokturnal. Kondisi ini adalah kondisi kronis yang harus dirawat jangka panjang. Salah satu perawatan yang terpenting adalah pengobatan steroid inhaler yang dapat mengurangi peradangan dan gejala asma lainnya. Anda diharuskan menggunakan steroid inhaler setiap hari jika Anda menderita asma di malam hari.Minum obat oral, seperti antagonis reseptor leukotrien (montelukast) juga dapat membantu meringankan gejalanya. Bronkodilator kerja cepat juga dapat mengurangi batuk asma di malam hari.Cara lain untuk mengatasi asma nokturnal adalah dengan mengobati faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebabnya. Berikut beberapa metode yang bisa Anda gunakan:

1. Meminimalkan stres

Jika penyebabnya adalah stres, maka kelola stres dengan cara relaksasi, seperti yoga atau menulis jurnal. Jika Anda memiliki kondisi klinis, seperti gangguan kecemasan atau depresi, obat-obatan tertentu mungkin akan membantu.

2. Obati GERD

Anda dapat mengurangi gejala GERD dengan menghindari makanan berlemak tinggi, mengurangi kafein, menghindari makanan pedas, dan makan di waktu yang sama setiap hari. Jika tidak membantu, hubungi dokter untuk pengobatan.

3. Menjaga berat badan

Obesitas merupakan faktor risiko asma nokturnal dan GERD. Penting untuk Anda mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang. Memulai rutinitas olahraga juga dapat dilakukan untuk mencapai berat badan optimal.

4. Hindari alergen

Tungau debu di kasur dapat memperburuk gejala batuk asma di malam hari. Oleh karena itu, cuci selimut dan sprei secara berkala akan sangat membantu. Jika cara-cara di atas sudah dilakukan namun belum menunjukkan hasil, segera konsultasikan dengan dokter Anda agar gejalanya tidak semakin parah. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang batuk asma di malam hari, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
alergiasmabatuk
WebMD. https://www.webmd.com/asthma/guide/nocturnal-asthma-nighttime-asthma
Diakses pada 31 Mei 2021.
Healthline. https://www.healthline.com/health/nocturnal-asthma#treatment
Diakses pada 31 Mei 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/nocturnal-asthma#symptoms
Diakses pada 31 Mei 2021
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/asthma/what-is-nocturnal-asthma.aspx
Diakses pada 31 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait