7 Cara Mengatasi Anak Hiperaktif Ini Perlu Dipelajari Orangtua

Cara mengatasi anak hiperaktif yaitu dengan membiarkannya menghabiskan tenaganya
Cara mengatasi anak hiperaktif salah satunya adalah mengajaknya berolahraga

Menghadapi anak hiperaktif yang terus bergerak ke sana ke mari memang bukanlah hal yang mudah. Ada orangtua yang mengatasinya dengan menginstruksikan anak untuk diam di kamar, atau bahkan ada yang membiarkan saja. Tidak jarang juga, orangtua justru bingung menentukan cara mengatasi anak hiperaktif yang paling efektif.

Kondisi hiperaktif pada anak pun sebenarnya bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Umumnya, kondisi ini dikaitkan dengan attention deficit hiperactivity disorder (ADHD). Namun, anak yang bergerak terlalu aktif bukan berarti pasti ADHD. Ada kondisi lain yang bisa membuat anak ingin terus berlarian tanpa henti.

Cara mengatasi anak hiperaktif

Lebih lanjut, berikut ini tujuh cara mengatasi anak hiperaktif yang lebih efektif dari sekadar memarahi atau melarangnya agar tidak berlarian.

1. Tidak membatasi waktu bermain anak

Saat Si Kecil terus bergerak tanpa kenal lelah, rasa lelah tersebut sepertinya justru pindah ke orangtua yang sedang mengawasinya. Sehingga, tidak jarang orangtua kemudian menyuruh anaknya untuk duduk diam atau “menghukum” anak dengan mengurangi waktu bermainnya.

Namun, hal tersebut sebenarnya kurang tepat apabila diterapkan pada anak yang hiperaktif. Sebab, biar bagaimanapun juga, anak masih memiliki energi yang tersisa. Jika energi tersebut tidak dikeluarkan, tingkat hiperaktivitas anak nantinya malah semakin meningkat.

Meski begitu, bukan berarti orangtua tidak boleh mendisplinkan anak hiperaktif. Hanya saja, ada cara-cara tertentu yang sebaiknya diikuti.

2. Buat aturan yang jelas di rumah

Mendisiplinkan anak hiperaktif memang butuh trik khusus. Selain tegas, Anda juga mesti terstruktur. Sebab, anak hiperaktif umumnya akan mengalami masalah dalam memahami lingkungan dengan suasana yang tidak tertata. Jadi jika Anda ingin bersikap tegas, lakukanlah dengan indikator yang jelas. Sampaikan kesalahan anak dan keinginan Anda agar ke depannya, anak bisa membedakan yang salah dan benar.

3. Ajak anak untuk berolahraga bersama

Cara mengatasi anak hiperaktif selanjutnya adalah dengan mengalihkan energinya ke hal yang positif, seperti olahraga. Ajak anak bergabung dalam tim basket, sepakbola, atau olahraga lain yang membutuhkan banyak energi positif untuk dilakukan.

4. Berikan mainan seperti bola karet sebagai pengalih perhatian

Bola karet atau yang dapat disebut sebagai stress ball maupun mainan jenis squishy yang aman untuk anak, bisa menjadi pengalih perhatian yang baik untuk anak hiperaktif. Anda bisa membekali mainan tersebut untuk anak saat berada di situasi ramai.  Ini akan membantu mengalihkan fokusnya dari ingin bergerak, menjadi fokus terhadap mainan tersebut.

5. Jangan beri tugas yang terlalu rumit

Terkadang, anak yang hiperaktif juga sulit mengikuti instruksi yang terlalu rumit. Sehingga, sebaiknya bagi tugas anak menjadi kewajiban-kewajiban kecil.

Misalnya Anda menginginkan anak untuk tidur. Sebelum tidur, anak harus cuci muka, cuci kaki, dan berdoa. Maka, instruksinya yang diberikan sebaiknya jangan langsung menyuruhnya tidur, tapi diawali dengan masuk ke kamar mandi dan cuci kaki.

6. Kurangi hal yang bisa mendistraksi anak

Mengerjakan suatu hal yang perlu konsentrasi seperti membuat PR bisa menjadi tantangan tersendiri untuk anak-anak hiperaktif. Sebab, anak akan sangat mudah terdistraksi oleh segala hal yang terjadi di sekitarnya.

Untuk membantunya, orangtua bisa menyediakan ruangan di rumah yang minim distraksi, agar ia bisa lebih mudah berkonsentrasi saat mengerjakan tugas-tugas tertentu.

Namun perlu diingat juga, pastikan ruangan tersebut nyaman dan pengaturannya tidak kaku sehingga anak tidak merasa terintimidasi saat masuk ke dalamnya.

7. Bantu anak membuat to do list

Daftar tugas yang harus dikerjakan, bisa sangat membantu anak yang hiperaktif. Daftar tersebut juga bisa digunakan sebagai pengingat saat anak terdistraksi di tengah-tengah waktu mengerjakan tugas.

Arahkan anak untuk membaca daftar tersebut ketika mulai menunjukkan sikap hiperaktif, karena merasa tidak ada hal lain yang perlu dilakukan.

Namun ingat, jangan jadikan daftar tersebut sebagai satu-satunya patokan kegiatan anak. Orangtua juga disarankan untuk tidak menghukum anak apabila tugas tersebut tidak terselesaikan dengan baik.

Penyebab anak hiperaktif

Salah satu penyebab anak hiperaktif yang paling umum memang adalah ADHD. Namun, tidak semua anak yang hiperaktif pasti mengalami kondisi ini. Ada beberapa tanda lain yang juga perlu diperhatikan, seperti:

  • Seberapa sering ia terdistraksi?
  • Apakah anak kesulitan untuk mengikuti instruksi?
  • Apakah daya ingat anak kurang baik? 
  • Anak tidak sabaran

Anak yang mengalami ADHD, biasanya akan mengalami hal-hal di atas dalam jangka waktu yang lama. Tentu untuk memastikannya, Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Selain ADHD, hal-hal seperti stres pada anak hingga kurangnya waktu olahraga juga bisa menjadi penyebab anak menjadi hiperaktif. Pertikaian keluarga dan suara bising, bisa membuat anak susah tidur serta merasa stres, sehingga anak akan sulit merasa rileks dan tenang.

Kurangnya olahraga pun bisa membuat energi anak akhirnya terlalu banyak tersimpan. Olahraga di sini bisa diartikan sebagai setiap aktivitas membutuhkan pergerakan fisik, seperti bersepeda hingga jalan-jalan di sekitar rumah.

Orangtua perlu tahu cara mengatasi anak hiperaktif yang tepat sehingga kondisi ini bisa teratasi dalam jangka panjang. Apabila kondisi hiperaktif pada anak sudah tidak dapat dikontrol, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang paling sesuai.

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/emotional-health/adhd/10-tips-coping-with-hyperactive-child/
Diakses pada 31 Januari 2020

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/managing-your-childs-hyperactivity-2161928
Diakses pada 31 Januari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/why-child-hyper#1
Diakses pada 31 Januari 2020

Artikel Terkait