Cara Mengajarkan Toleransi pada Anak Melalui Tindakan Sederhana


Cara mengajarkan toleransi ke anak harus dilakukan sejak dini. Orangtua bisa mengajarkan toleransi dengan memberikan contoh perilaku dan sikap, serta melibatkan anak dalam situasi keberagaman di dunia nyata.

(0)
Cara mengajarkan toleransi pada anak melalui tindakan sederhanaToleransi pada anak bisa diajarkan dengan memasukannya ke sekolah umum
Toleransi merupakan sikap yang perlu diajarkan sejak dini pada anak. Dengan sikap ini, anak menjadi lebih dapat menghargai perbedaan. Sebelum membahas cara mengajarkan toleransi kepada anak, ada baiknya Anda memahami makna dari toleransi terlebih dahulu.

Apa itu toleransi?

Toleransi adalah sikap keterbukaan dengan saling menghargai serta menghormati perbedaan yang ada di antara manusia. Toleransi tidak hanya sebatas pada suku, ras, etnis, dan agama saja, melainkan juga gender, fisik, intelektual, pendapat, dan beragam perbedaan lainnya.Meski begitu, toleransi tak berarti menerima begitu saja sikap dan perlakuan yang buruk dari orang lain. Tindakan seperti perundungan, berbohong, dan mencuri bukanlah sesuatu yang harus ditoleransi. Dengan sikap ini, anak diajarkan untuk menerima orang apa adanya tanpa memandang perbedaan.

Cara mengajarkan toleransi pada anak

Cara mengajarkan toleransi pada anak dapat dilakukan orangtua dengan memberikan contoh sikap maupun perilaku di kehidupan nyata. Selain itu, membiarkan anak bersosialisasi dengan orang lain membantunya untuk memahami perbedaan.Berikut beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan untuk mengajarkan toleransi pada anak:

1. Tunjukkan sikap menghormati orang lain

Untuk mengajarkan toleransi pada anak, Anda dapat memberikan contoh dalam berperilaku sehari-hari. Tunjukkan sikap menghormati orang lain. Dengan sendirinya, anak akan meniru sikap yang ditunjukkan oleh orangtua.

2. Jaga cara bicara 

Ketika berada di depan anak, hindari membuat statement negatif atau lelucon mengenai orang yang memiliki perbedaan suku, ras, etnis, agama, pandangan, maupun cara pikir dengan Anda. Hal tersebut mungkin terasa menyenangkan untuk Anda, namun dapat berdampak buruk untuk anak.

3. Perhatikan buku, mainan, dan tontonan anak

Media-media seperti buku, game, dan video dapat mengajarkan sikap intoleransi kepada anak Anda. Maka dari itu, Anda sebagai orangtua harus memperhatikan kegiatan anak. Jangan lupa juga untuk memberikan konten mendidik terkait perbedaan.

4. Membahas masalah intoleransi dengan anak

Beberapa contoh sikap intoleransi bisa disaksikan secara langsung atau lewat televisi dan internet. Ajak anak Anda untuk membahas masalah tersebut. Berikan juga contoh bagaimana perbedaan seharusnya disikapi dengan benar.

5. Jawab pertanyaan anak terkait perbedaan dengan bijaksana

Anak seringkali bertanya kepada orangtua mengenai perbedaan. Sebagai orangtua, berikan jawaban yang menghormati perbedaan, namun tetap jujur. Beri penjelasan pada anak bahwa perbedaan adalah hal yang umum terjadi dan dapat diterima dengan saling menghargai satu sama lain.

6. Akui dan hormati perbedaan yang ada dalam keluarga Anda sendiri

Perbedaan merupakan hal yang lumrah terjadi dalam keluarga. Oleh sebab itu, Anda sebagai orangtua harus menunjukkan sikap yang bisa menerima dan menghargai perbedaan tersebut. Ketika anak mempunyai minat maupun pola pikir yang berbeda dengan Anda, cobalah untuk menghargainya. Sikap tersebut secara tidak langsung akan menurun kepada anak.

7. Ajarkan batasan toleransi

Toleransi tidak berarti menerima begitu saja perilaku buruk maupun tindakan yang dilakukan di luar batas kewajaran. Setiap orang berhak diperlakukan dengan hormat. Jika ingin diperlakukan dengan hormat, Anda juga harus menunjukkan sikap menghormati orang lain.

8. Ajari anak menghargai dirinya sendiri

Anak yang bersikap buruk terhadap diri sendiri cenderung melakukan hal serupa ke orang lain. Ketika berhasil menghargai dirinya sendiri, anak cenderung memperlakukan orang lain dengan penuh rasa hormat. Oleh sebab itu, Anda sebagai orangtua harus membantu anak agar merasa diterima, dihormati, dan dihargai.

9. Libatkan anak dalam situasi keberagaman

Melibatkan anak dalam situasi keberagaman secara langsung dapat membantunya memahami dan menghargai perbedaan. Situasi keberagaman tersebut bisa didapatkan anak pada tempat-tempat seperti sekolah, kegiatan olahraga, hingga kamp pelatihan.

10. Belajar budaya dan tradisi lain bersama anak

Mengajak anak belajar budaya dan tradisi lain dapat membantunya menghormati perbedaan Ajak anak Anda untuk melihat bagaimana orang-orang dengan budaya maupun kepercayaan berbeda merayakan acara dengan cara mereka sendiri.

Catatan dari SehatQ

Cara mengajarkan toleransi pada anak harus dilakukan sejak dini oleh orangtua. Langkah ini perlu dilakukan supaya anak Anda dapat menerima, memahami, menghargai, dan menghorrnati perbedaan.Orangtua bisa mengajarkan toleransi dengan memberi contoh perilaku dan sikap di dunia nyata. Selain itu, melibatkan anak secara langsung dalam situasi keberagaman juga dapat membantunya berhadapan langsung dengan perbedaan.Untuk berdiskusi lebih lanjut soal cara mengajarkan toleransi pada anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips mendidik anaktumbuh kembang anakperkembangan anakcara mendidik anak
Rady Children’s Hospital San Diego. https://www.rchsd.org/health-articles/teaching-your-child-tolerance/
Diakses pada 13 Februari 2021
Medical Center University of Vermont. https://medcenterblog.uvmhealth.org/children-health/diversity-encourage-tolerance-children/
Diakses pada 13 Februari 2021
Child Development Institute. https://childdevelopmentinfo.com/how-to-be-a-parent/communication/talk-to-kids-tollerance/
Diakses pada 13 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait