Cara Mengajarkan Pola Berpikir Kritis pada Anak untuk Menyelesaikan Masalah


Pola berpikir kritis perlu diajarkan sejak dini pada anak. Cara efektif mengajarkan pola berpikir ini pada anak yaitu dengan mencontohkannya secara langsung di dalam kehidupan sehari-hari.

0,0
Pola berpikir kritis perlu diajarkan sejak dini pada anakPola berpikir kritis pda anak akan membantunya membentuk opini dan ide
Pola berpikir kritis penting untuk diajarkan orangtua kepada anak sejak dini. Dengan begitu, anak dapat berpikir secara jernih dan rasional mengenai apa yang harus dipercaya dan dilakukan.
Seberapa penting pola pikir ini? Lalu, bagaimana cara mengajarkan pola berpikir kritis pada anak? Simak pembahasan lengkapnya berikut.

Apa itu pola berpikir kritis?

Pola berpikir kritis adalah kemampuan membayangkan, menganalisis, serta mengevaluasi informasi yang didapat, untuk kemudian ditentukan integritas dan validitasnya. Pada anak, kemampuan ini penting untuk membantu mereka membentuk opini dan ide. Pola pikir ini juga dapat membantu anak untuk mengetahui siapa teman yang baik dan tidak.Menurut American Philosophical Association, pola pikir kritis terdiri dari 6 sub-keterampilan, di antaranya:
  • Interpretasi: mengkategorikan atau mengklasifikasikan makna
  • Analisis: memeriksa, mengidentifikasi, maupun menganalisis ide dan argumen
  • Evaluasi: menilai klaim dan argumen
  • Inferensi: mempertanyakan bukti, memikirkan alternatif, menarik kesimpulan
  • Eksplanasi: menyatakan hasil, membenarkan prosedur, dan menyajikan argumen
  • Regulasi diri: melakukan pemeriksaan dan koreksi diri

Manfaat pola berpikir kritis pada anak

Pola berpikir kritis penting dimiliki dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memikirkan segala sesuatunya secara kritis, risiko penyalahartian suatu informasi bisa dikurangi. Tak hanya itu, anak-anak juga bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang dunia.Berikut ini sejumlah manfaat pola berpikir kritis pada anak:
  • Jeli dalam menyaring informasi
  • Menentukan siapa teman yang baik dan tidak
  • Lebih dapat memahami diri sendiri dan orang lain
  • Cenderung mempunyai pola pikir terbuka atau open minded
  • Membantu dalam hal pemecahan masalah, kreativitas, dan produktivitas

Cara mengajarkan pola berpikir kritis pada anak

Mengingat berpikir kritis sangat penting dalam menjalani kehidupan, tidak ada salahnya bagi orangtua untuk mengajarkan pola pikir kepada anak sejak dini. Agar dapat dipahami dengan baik, pengajaran harus dilakukan secara bertahap dan disertai contoh.Berikut sejumlah cara mengajarkan pola berpikir kritis pada anak:

1. Mulai sedini mungkin

Cobalah untuk mengajarkan pola pikir kritis sedini mungkin pada anak. Anak kecil mungkin belum siap untuk diajak berlogika, tapi mereka dapat diajari untuk memberikan alasan atas perkataan dan tindakan mereka. Anda juga bisa mengajak anak untuk mengevaluasi alasan yang diberikan orang lain.

2. Beri alasan saat meminta anak melakukan sesuatu

Ketika meminta anak untuk melakukan sesuatu, cobalah untuk memberikan alasannya. Misal, Anda hendak memberitahu anak untuk tidak berbuat jahat kepada orang lain. Sampaikan juga bahwa bertindak jahat dapat membuat orang lain sedih dan memupuk perasan dendam.

3. Dorong anak untuk bertanya

Mendorong anak untuk bertanya saat ia tidak paham dengan informasi tertentu atau kesulitan dalam mengerjakan suatu tugas bisa membantu mengembangkan pola berpikir kritis. Apabila jawaban yang mereka terima terasa tak masuk akal, anak harus didorong untuk menyuarakan keberatannya.

4. Minta anak untuk mempertimbangkan solusi alternatif

Saat dihadapkan dengan masalah, kita harus selalu mempunyai plan B agar dampak yang ditimbulkan tidak terlalu parah atau bisa dihindari. Ajarkan anak untuk mempertimbangkan banyak solusi ketika menghadapi masalah. Dengan begitu, pemikiran anak akan jadi lebih fleksibel dan mudah beradaptasi dengan keadaan.

5. Berdiskusi masalah bias

Bias sering memengaruhi pikiran seseorang dalam mengambil keputusan. Diskusikan dengan anak bagaimana bias terjadi, sebelum kemudian memengaruhi mereka. Dengan begitu, anak bisa meminimalkan bias yang mungkin dapat berpengaruh buruk saat pengambilan keputusan.

6. Tunjukkan pola berpikir kritis pada anak

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Anak cenderung meniru sikap dan perilaku orangtua. Jika Anda menunjukkan pola berpikir kritis setiap hari di depan anak, kemungkinan si Kecil memiliki pikiran serupa tentu akan lebih besar. 

Catatan dari SehatQ

Mengajarkan pola berpikir kritis pada anak perlu dilakukan sejak dini. Cara mengajarkan pola berpikir ini pada anak yang efektif yaitu dengan mencontohkannya secara langsung di dalam kehidupan sehari-hari.Dengan begitu, anak akan menjadi lebih jeli dalam menyaring informasi, berpikiran terbuka, serta lebih dapat memahami diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, keterampilan mereka untuk memecahkan masalah secara otomatis akan ikut terasah.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda dapat bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
perkembangan anak
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/how-to-teach-your-child-to-be-a-critical-thinker-5190765
Diakses pada 27 Oktober 2021
Parenting Science. https://parentingscience.com/teaching-critical-thinking/
Diakses pada 27 Oktober 2021
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/how-to-teach-your-child-critical-thinking
Diakses pada 27 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait