Cara Mengajari Anak Disleksia Membaca dan Menulis Ini Perlu Anda Ketahui

Orangtua perlu membimbing anak disleksia untuk belajar membaca dan menulis
Orangtua memiliki peran dalam mengajarkan membaca dan menulis pada anak disleksia

Disleksia dapat menjadi penyebab anak mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis. Namun, tidak semua anak yang susah membaca dan menulis mengalami disleksia, karena masalah tersebut bisa juga disebabkan oleh hal lain. Oleh sebab itu, pemeriksaan lebih lanjut ke dokter anak diperlukan dalam memastikan apakah anak Anda mengalami disleksia atau tidak.

Keterlambatan dalam mengidentifikasi anak yang terkena disleksia bisa menciptakan masalah membaca yang lebih parah, bahkan berlanjut hingga dewasa. Jika anak Anda memang mengalami disleksia, maka Anda harus segera mengarahkannya untuk belajar membaca dan menulis dengan metode khusus bagi mereka.

Cara mengajari anak disleksia belajar membaca dan menulis

Sebelum mengajari anak disleksia untuk belajar membaca dan menulis, Anda perlu mencari tahu sebanyak mungkin mengenai disleksia untuk melihat kemungkinan yang dapat dilakukan dalam membantu anak Anda. Akan tetapi, selalu pastikan bahwa informasi yang Anda dapat berasal dari sumber terpercaya, seperti dokter anak atau psikolog anak.

Berikut cara efektif mengajari anak disleksia untuk belajar membaca dan menulis yang bisa Anda lakukan:

  • Latihan secara rutin

Ajaklah anak untuk melakukan latihan membaca dan menulis secara rutin. Hal yang sering dilakukan biasanya akan berubah menjadi kebiasaan, atau dalam peribahasa disebut “bisa karena terbiasa”. Namun, jangan menekan atau memaksa mereka karena akan membuat anak malas untuk belajar. Berilah dukungan, kesabaran, dan pengertian pada anak agar merasa nyaman dalam belajar.

  • Buat pelajaran lebih menarik

Anak yang mengalami disleksia kesulitan memahami kata-kata, apalagi jika yang ia coba baca adalah buku dengan teks panjang. Oleh sebab itu, dalam mempermudah proses belajar sebaiknya Anda mengajarkan cara membaca dan menulis dengan lebih menarik. Gunakan berbagai media, seperti suara, gambar, video, ataupun animasi untuk mengajak anak mempelajari huruf, angka, mengeja, membaca, dan menulis.

Selain itu, Anda juga bisa mengajak anak Anda untuk membaca buku favoritnya atau komik bergambar agar membuatnya tertarik untuk membaca. Selanjutnya, Anda bisa memintanya untuk menceritakan ulang atau menulis kata yang ada dalam buku tersebut secara acak untuk melatih kemampuannya.

  • Menyanyikan lagu dan menempel poster abjad angka

Anak disleksia bisa kesulitan dalam menyebutkan urutan abjad. Dengan sering menyanyikan lagu abjad, apalagi menggunakan video yang juga menunjukkan bentuk abjadnya maka dapat membantu anak untuk mudah mengingat bentuk abjad tersebut dan urutannya. Anda juga bisa menempelkan poster abjad dan angka di kamar anak Anda agar membuatnya selalu melihat poster tersebut.

  • Memberi anak waktu untuk beristirahat

Meski Anda harus tegas dalam mengajarkan anak belajar dan membaca, namun Anda juga harus tetap memberi anak waktu untuk beristirahat. Jangan membuat anak merasa berbeda sehingga harus terus belajar. Akan lebih baik jika setelah belajar membaca dan menulis, Anda memberi anak waktu beristirahat. Selain itu, Anda juga bisa memberinya makanan favorit atau mengajaknya bermain agar mereka merasa senang dan semangat untuk belajar kembali.

Kapan harus mengajarkan anak disleksia membaca dan menulis?

Sebenarnya tidak ada waktu yang pasti dalam mengajarkan anak disleksia membaca dan menulis. Namun, setelah mengetahui anak Anda mengalami disleksia, maka penyakit tersebut tentu harus segera ditangani.

Penanganan dini dapat meningkatkan keberhasilan dalam mengendalikan disleksia yang dialami anak. Anda dapat mengajarkannya untuk membaca dan menulis sesegera mungkin dengan bantuan dokter anak. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah kondisi disleksia yang dialami tidak semakin buruk seiring waktu, atau membuatnya malu karena belum bisa baca tulis meski sudah sekolah.

Ketika usianya masih 6 bulan atau kurang dari 6 bulan, Anda dapat mulai membacakan buku cerita untuknya sehingga kelak ia pun akan tertarik untuk membaca. Setelah anak sudah cukup besar, kurang lebih usia prasekolah atau sekitar 4-6 tahun, ajak anak Anda untuk membaca buku dan menulis bersama. Anda harus terus mendorongnya untuk berlatih membaca dan menulis, serta tunjukkan bahwa hal tersebut juga menyenangkan untuk dilakukan.

Akan tetapi, Anda tidak boleh memaksa anak belajar terlalu dini. Sebetulnya sah-sah saja jika Anda ingin mengajarkan anak belajar membaca dan menulis di usia dini, apalagi jika diselingi dengan bermain dan membuatnya gembira. Tapi ingat, jangan sampai memaksa mereka.

Paksaan bagi anak bisa dianggap sebagai suatu ancaman sehingga nantinya malah membuat mereka bosan, frustrasi, dan merasa tidak suka untuk belajar. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mempertimbangkan kesiapan anak dalam belajar.

Selain itu, berilah banyak pujian ketika mengajarkan anak membaca dan menulis. Pujian dan dukungan yang diberikan oleh Anda dapat membuat mereka senang dan antusias untuk belajar lagi.

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/dyslexia.html
Diakses pada Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dyslexia/symptoms-causes/syc-20353552
Diakses pada Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dyslexia/diagnosis-treatment/drc-20353557
Diakses pada Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/children/helping-children-with-dyslexia#1
Diakses pada Juli 2019

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/preschool/Pages/Helping-Your-Child-Learn-to-Read.aspx
Diakses pada Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed