logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Cara Mengajari Anak Disleksia Membaca dan Menulis Ini Perlu Anda Ketahui

open-summary

Ada beberapa cara mengajari anak disleksia membaca dan menulis, yaitu dengan latihan rutin, penggunaan media suara dan gambar, serta menggunakan lagu atau poster abjad.


close-summary

3.73

(11)

23 Jul 2019

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Diperlukan dukungan dari orang tua agar anak disleksia dapat dengan mudah belajar membaca dan menulis

Orangtua memiliki peran dalam mengajarkan membaca dan menulis pada anak disleksia

Table of Content

  • Cara mengajari anak disleksia belajar membaca dan menulis
  • Kapan harus mengajarkan anak disleksia membaca dan menulis?

Disleksia dapat menjadi penyebab anak mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis. Namun, terdapat beberapa cara mengajari anak disleksia belajar membaca dan menulis yang dapat Anda lakukan. 

Advertisement

Keterlambatan dalam mengidentifikasi anak yang terkena disleksia bisa menciptakan masalah membaca yang lebih parah, bahkan berlanjut hingga dewasa. Jika anak Anda memang mengalami disleksia, maka Anda harus segera mengarahkannya untuk belajar membaca dan menulis dengan metode khusus bagi mereka.

Cara mengajari anak disleksia belajar membaca dan menulis

Sebelum mengajari anak disleksia untuk belajar membaca dan menulis, Anda perlu mencari tahu sebanyak mungkin mengenai disleksia untuk melihat kemungkinan yang dapat dilakukan dalam membantu anak Anda. Akan tetapi, selalu pastikan bahwa informasi yang Anda dapat berasal dari sumber terpercaya, seperti dokter anak atau psikolog anak.

Berikut cara mengajari anak disleksia untuk belajar membaca dan menulis secara efektif yang bisa Anda lakukan:

  • Latihan secara rutin

Ajaklah anak untuk melakukan latihan membaca dan menulis secara rutin. Hal yang sering dilakukan biasanya akan berubah menjadi kebiasaan, atau dalam peribahasa disebut “bisa karena terbiasa”. Namun, jangan menekan atau memaksa mereka karena akan membuat anak malas untuk belajar. Berilah dukungan, kesabaran, dan pengertian pada anak agar merasa nyaman dalam belajar.

  • Buat pelajaran lebih menarik

Anak yang mengalami disleksia kesulitan memahami kata-kata, apalagi jika yang ia coba baca adalah buku dengan teks panjang. Oleh sebab itu, dalam mempermudah proses belajar sebaiknya Anda mengajarkan cara membaca dan menulis dengan lebih menarik. Gunakan berbagai media, seperti suara, gambar, video, ataupun animasi untuk mengajak anak mengenal huruf, suku kata, angka, mengeja, membaca, dan menulis.

Selain itu, Anda juga bisa mengajak anak Anda untuk membaca buku favoritnya atau komik bergambar agar membuatnya tertarik untuk membaca. Selanjutnya, Anda bisa memintanya untuk menceritakan ulang atau menulis kata yang ada dalam buku tersebut secara acak untuk melatih kemampuannya.

  • Menyanyikan lagu dan menempel poster abjad angka

Anak disleksia bisa kesulitan dalam menyebutkan urutan abjad. Dengan sering menyanyikan lagu abjad, apalagi menggunakan video yang juga menunjukkan bentuk abjadnya maka dapat membantu anak untuk mudah mengingat bentuk abjad tersebut dan urutannya. Anda juga bisa menempelkan poster abjad dan angka di kamar anak Anda agar membuatnya selalu melihat poster tersebut.

  • Memberi anak waktu untuk beristirahat

Meski Anda harus tegas dalam mengajarkan anak belajar dan membaca, namun Anda juga harus tetap memberi anak waktu untuk beristirahat. Jangan membuat anak merasa berbeda sehingga harus terus belajar. Akan lebih baik jika setelah belajar membaca dan menulis, Anda memberi anak waktu beristirahat. Selain itu, Anda juga bisa memberinya makanan favorit atau mengajaknya bermain agar mereka merasa senang dan semangat untuk belajar kembali.

Baca Juga

  • Perkembangan Emosi Anak 1-5 Tahun yang Patut Diperhatikan Orangtua
  • Mengenal Peran Dokter Spesialis Anak Ahli Tumbuh Kembang dan Masalah yang Ditangani
  • Perkembangan Anak Usia 6 Tahun yang Wajib Diketahui Orangtua

Beragam cara kreatif mengajarkan anak disleksia lancar baca tulis

Latihan multisensori bisa membantu anak disleksia lancar membaca dan menulis, terutama jika dilakukan secara rutin. Latihan ini melibatkan penglihatan, pendengaran, gerak, dan sentuhan. Bentuk-bentuk latihan multisensori, di antaranya:

  • Menulis di pasir

Tak hanya membantu anak disleksia lancar membaca dan menulis, menulis di pasir juga bisa membuat anak merasa senang karena mereka menganggapnya sebagai suatu hal yang unik. Caranya cukup mudah, yaitu ratakan pasir di atas meja atau nampan. Lalu, mintalah anak untuk menuliskan sebuah kata dengan menggunakan jari. Ketika anak menulis, beri tahu ia untuk menyebutkan setiap huruf yang ditulisnya. Kemudian, setelah anak selesai menulis anjurkan anak untuk membaca seluruh kata tersebut dengan keras.

  • Menggunakan kertas lipat

Gunting kertas lipat, kemudian bentuk kertas tersebut menjadi berbagai huruf. Ketika sudah terbentuk menjadi berbagi huruf, mintalah anak untuk menyebutkan huruf yang Anda pegang atau kata yang Anda susun. Selain itu, ajak mereka untuk menyusun suatu kata yang Anda sebutkan. Hal ini bisa membantunya untuk mengingat huruf dan membacanya dengan lancar.

  • Menggunakan balok huruf

Balok huruf dapat membantu anak mengenal huruf ataupun menyusun huruf menjadi suatu kata. Sebaiknya, balok huruf memiliki warna yang berbeda untuk menandakan mana huruf vokal dan mana huruf konsonan. Ketika anak sedang menyusun kata, mint mereka untuk mengeja kata tersebut dan sebutkan secara lengkap jika sudah beres.

  • Membaca bersama

Anda bisa membaca bersama dengan anak. Ketika Anda membaca buku, anak dapat mengikutinya. Lalu, mintalah anak untuk menggaris bawahi kata-kata yang tidak diketahui cara membacanya sehingga nanti dapat diajarkan. Hal ini bisa membantu anak lebih mudah untuk belajar.

  • Menggunakan stik es krim

Anda dapat membaca buku cerita bersama dengan anak, dan jika sudah mintalah ia untuk mengambil stik es krim warna-warni yang bertuliskan pertanyaan mengenai cerita tersebut. Anak pun akan berlatih untuk membaca dan menjawab pertanyaan.

  • Baca, susun, tulis

Gunakan selembar kertas karton, lalu buatlah tiga kolom yang terdiri dari baca, susun, tulis. Tuliskan satu kata di kolom baca, lalu bacalah bersama dengan anak. Setelah itu, minta anak untuk menyusun kata di kolom susun menggunakan balok huruf dengan menyebutkan hurufnya. Lalu, minta ia menuliskan kata tersebut di kolom tulis menggunakan spidol. Jika sudah selesai, lakukan secara berulang.

  • Menulis di udara

Anda dapat meminta anak untuk mencoba menuliskan huruf bayangan di udara menggunakan jari tengah dan telunjuk. Ketika anak menulis huruf bayangan, mintalah ia untuk menyebutkan huruf yang ia tulis tersebut. Hal ini bisa membantu anak memperkuat ingatannya mengenai huruf, dan mengurangi, atau bahkan menghilangkan kebiasaan tertukarnya huruf yang mirip seperti ‘b’ dan ‘d’.Melakukan latihan multisensori secara berulang, dapat membantu mengubah cara anak disleksia memproses kata sehingga akan terjadi peningkatan dalam kemampuan bahasa lisan dan tulisannya.

Bukan hanya latihan multisensori, namun terdapat pula latihan lain yang dapat dilakukan untuk membuat anak disleksia lancar baca tulis. Berikut bentuk latihan yang dapat dilakukan:

  • Pendekatan whole language

Pendekatan whole language dilakukan untuk mengajarkan anak mengenal kata secara menyeluruh dengan memperhatikan kosakata. Misalnya, saat Anda memperlihatkan sebuah kata mintalah anak untuk menuliskannya kembali dengan memperhatikan huruf kapital, ejaan, atau tanda baca yang ada.Hal ini bisa membantu anak untuk tidak lagi membolak-balik kata yang hampir mirip. Keterampilan membaca dan menulis anak dapat berkembang secara alami dengan latihan ini. Selain itu, dapat mendorong anak untuk semakin rajin dalam membaca dan menulis di kehidupan sehari-hari.

  • Terapi wicara dan bahasa

Terapi wicara dan bahasa dapat membantu anak disleksia dengan gangguan fonologis (gangguan bunyi) untuk mengenali kata-kata secara lebih jelas. Tindakan ini efektif untuk membantu cara belajar membaca dan menulisnya anak menjadi lancar.Berbagai latihan di atas dapat membantu anak disleksia membangun keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan pengenalan kata, kelancaran mengeja, membaca maupun menulis.Meski dapat dilakukan oleh orangtua di rumah, akan lebih baik jika hal tersebut dilakukan berdasarkan konsultasi pada dokter atau psikolog anak agar peluang keberhasilannya lebih besar. Selain itu, anak juga memerlukan dukungan yang besar agar dapat mempelajarinya dengan mudah dan cepat.

Kapan harus mengajarkan anak disleksia membaca dan menulis?

Sebenarnya tidak ada waktu yang pasti dalam mengajarkan anak disleksia membaca dan menulis. Namun, setelah mengetahui anak Anda mengalami disleksia, maka penyakit tersebut tentu harus segera ditangani.

Penanganan dini dapat meningkatkan keberhasilan dalam mengendalikan disleksia yang dialami anak. Anda dapat mengajarkannya untuk membaca dan menulis sesegera mungkin dengan bantuan dokter anak. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah kondisi disleksia yang dialami tidak semakin buruk seiring waktu, atau membuatnya malu karena belum bisa baca tulis meski sudah sekolah.

Ketika usianya masih 6 bulan atau kurang dari 6 bulan, Anda dapat mulai membacakan buku cerita untuknya sehingga kelak ia pun akan tertarik untuk membaca. Setelah anak sudah cukup besar, kurang lebih usia prasekolah atau sekitar 4-6 tahun, ajak anak Anda untuk membaca buku dan menulis bersama. Anda harus terus mendorongnya untuk berlatih membaca dan menulis, serta tunjukkan bahwa hal tersebut juga menyenangkan untuk dilakukan.

Akan tetapi, Anda tidak boleh memaksa anak belajar terlalu dini. Sebetulnya sah-sah saja jika Anda ingin mengajarkan anak belajar membaca dan menulis di usia dini, apalagi jika diselingi dengan bermain dan membuatnya gembira. Tapi ingat, jangan sampai memaksa mereka.

Paksaan bagi anak bisa dianggap sebagai suatu ancaman sehingga nantinya malah membuat mereka bosan, frustrasi, dan merasa tidak suka untuk belajar. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mempertimbangkan kesiapan anak dalam belajar.

Selain itu, berilah banyak pujian ketika mengajarkan anak membaca dan menulis. Pujian dan dukungan yang diberikan oleh Anda dapat membuat mereka senang dan antusias untuk belajar lagi.

Advertisement

perkembangan anakdisleksia

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved