logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Manfaat Beramal dan Cara Mengajarkannya pada Anak

open-summary

Beramal merupakan salah satu perbuatan baik yang memiliki banyak manfaat. Cara mengajarkan anak beramal dapat dilakukan dengan memberi contoh, melibatkannya langsung, hingga memberikan apresiasi positif.


close-summary

5

(1)

9 Mar 2021

| Nenti Resna

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Cara mengajarkan anak beramal dapat dilakukan dengan memberi contoh

Beramal merupakan perbuatan baik yang dapat diajarkan sejak kecil

Table of Content

  • Manfaat beramal dengan ikhlas
  • Cara mengajarkan anak untuk beramal
  • Manfaat mengajarkan anak beramal

Beramal adalah salah satu perbuatan baik yang memiliki banyak manfaat. Hal ini bisa menjadi tanda syukur dan pengingat bagi kita bahwa harta hanyalah titipan dari tuhan. Sayangnya, terkadang kita merasa khawatir harta akan habis jika beramal.

Advertisement

Padahal bersyukur dengan cara beramal merupakan perbuatan yang terpuji. Namun, saat beramal atau sedekah jangan sampai Anda ria dan hanya ingin mendapat pujian. Kenali keutamaan ikhlas beramal yang dapat Anda peroleh.

Manfaat beramal dengan ikhlas

Sebetulnya, beramal bukan hanya materi saja, hal-hal lain seperti menolong orang lain dengan tenaga atau pikiran, memberi nafkah keluarga, atau sekadar menyingkirkan batu dari tengah jalan bisa menjadi amalan.

Berikut berbagai manfaat beramal dengan ikhlas jika dilihat dari sudut pandang agama Islam.

1. Mendapat pahala berlipat ganda

Anda tak perlu khawatir karena orang yang ikhlas beramal akan mendapat pahala berlipat ganda. 

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 261. Allah SWT akan melipatgandakan balasan kepada orang yang mendermakan hartanya di jalan Allah. Jadi, pastikan Anda beramal dengan hati yang ikhlas.

2. Mendatangkan rezeki

Apa manfaat beramal dengan ikhlas? Bukan kehabisan harta, bersyukur dengan cara beramal dapat mendatangkan rezeki. 

Jika kita bersedekah dengan ikhlas karena Allah Ta’ala, kelak insya Allah akan digantikan dengan sesuatu yang lebih baik. 

3. Menghapus dosa

Selain mendapat pahala yang berlipat ganda, beramal dengan ikhlas juga bisa menghapus dosa. Perbuatan baik ini dapat membantu mengikis dosa-dosa yang telah kita perbuat. 

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya, “sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi).

4. Meringankan kesulitan

Ikhlas dalam beramal dapat meringankan kesulitan yang dihadapi. Kita akan merasa bersyukur karena masih diberi mampu untuk menolong orang yang membutuhkan. 

Kelak saat hari kiamat, amal yang telah kita perbuat akan menjadi sumber penolong dan kemudahan bagi diri kita sendiri.

Bagaimana cara kita beramal dengan ikhlas memang bukan hal yang mudah. Namun, mulai saat ini pastikan perbuatan baik itu diniatkan karena Allah SWT bukan mengharapkan pujian ataupun imbalan.

Cara mengajarkan anak untuk beramal

Untuk membiasakan anak beramal, Anda perlu memberikan tuntunan dan contoh nyata sebagai orangtua sehingga si kecil termotivasi dan tertarik untuk mengikutinya.

Anda sebaiknya mulai mengajarkan anak untuk bersyukur dengan cara beramal sejak usia 3-5 tahun. Sebab, pada usia ini anak mulai merasakan empati, yang merupakan kunci untuk memahami pentingnya beramal. 

Berikut adalah beberapa cara dalam mengajarkan anak agar terbiasa untuk beramal.

1. Ajarkan empati sejak dini

Sebelum memiliki dorongan hati untuk beramal, anak harus mampu berempati dengan orang lain terlebih dahulu. Mulailah ajarkan anak mengenai sifat empati sejak berusia tiga tahun karena pada saat inilah mereka mulai memahami bahwa setiap orang punya perasaan.

Sejumlah hal yang bisa Anda lakukan untuk mengajarkan empati kepada anak, di antaranya::

  • Berbicara tentang perasaan orang lain dan mengapa mereka merasakannya.
  • Memberi saran kepada anak untuk membantu orang lain yang sedang kesulitan.
  • Memberikan buku atau membacakan cerita tentang emosi atau perasaan.
  • Ajarkan anak memiliki kesadaran diri dengan belajar membuat pernyataan menggunakan ‘aku’ untuk menggambarkan perasaannya.

Berkembangnya sifat empati dapat menjadi dasar bagi anak-anak untuk belajar beramal.

2. Memberikan teladan yang baik

memberi sumbangan
Memberi sumbangan pada orang yang membutuhkan

Salah satu cara belajar yang paling cepat bagi anak-anak adalah meniru apa yang orangtua atau orang-orang terdekatnya lakukan. Ciptakan lingkungan keluarga yang senang beramal dan menghargai kebiasaan beramal sehingga anak bisa menirunya.

Anda bisa memberikan contoh dengan memasukkan uang ke kotak amal atau memberikan sumbangan pada fakir miskin di depan anak Anda.

3. Mengajarkan bahwa beramal merupakan kesempatan berbuat baik

Salah satu cara mengajarkan anak untuk beramal adalah menanamkan pada dirinya bahwa beramal merupakan sebuah kesempatan untuk berbuat baik.

Jelaskan kepada anak mengapa Anda beramal dan manfaatnya, baik dalam bentuk memberikan beras untuk pengemis, menyumbang ke panti asuhan, dan lain sebagainya.

4. Melibatkan anak secara langsung

Selanjutnya, Anda dapat melibatkan anak untuk beramal secara langsung. Misalnya, dengan mengajaknya ke panti asuhan untuk menyumbangkan pakaian dan mainan bekas yang masih layak.

Anda juga dapat mengajarkan bahwa beramal bukan hanya tentang uang. Membantu orang lain dengan waktu dan tenaga juga bisa jadi cara untuk beramal.

5. Berikan apresiasi positif

Berikan anak apresiasi secara positif setelah melakukan hal baik seperti beramal. Berikan pujian yang layak baginya dan ajak ia untuk memahami perasaannya setelah melakukan sebuah kebaikan.

6. Memberi dalam kondisi apa pun

Tunjukkan kepada anak bahwa dalam kondisi keuangan seperti apa pun, Anda tetap beramal sesuai kemampuan. Lagipula, beramal bukan hanya mengenai uang.

Jadi, jangan pernah mengeluhkan tidak bisa beramal karena keadaan finansial. Dengan demikian, anak akan belajar untuk dapat memberi dalam berbagai kondisi sesuai dengan kemampuannya.

7. Ingatkan anak untuk bersyukur

Menurut penelitian dalam The Journal of Positive Psychology tahun 2019, remaja yang memiliki kebiasaan bersyukur beramal 60 persen lebih banyak daripada yang tidak melakukannya. 

Anda dapat mengingatkan anak untuk mensyukuri apa yang dimilikinya karena ada sebagian orang yang tidak seberuntung dirinya. Tak ada salahnya juga untuk mencatat hal yang anak syukuri ke dalam buku catatan.

Baca Juga

  • 5 Perbedaan Baby Sitter dan Nanny serta Tips Memilihnya
  • Orangtua Perlu Tahu, Ini 7 Cara Membangunkan Bayi untuk Menyusu
  • Tingkatkan Kemampuan Sosial, Ini 7 Manfaat Main Boneka untuk Anak-Anak

Manfaat mengajarkan anak beramal

anak memiliki perasaan positif setelah beramal
Beramal membuat anak memiliki perasaan dan pandangan positif

Mengajarkan anak beramal memiliki berbagai manfaat bagi kehidupannya. Beramal bahkan bukan hanya berdampak baik bagi penerimanya saja, tapi juga bagi pemberinya.

Berikut adalah beberapa manfaat mengajarkan anak beramal yang bisa didapatkan:

  • Merasa bahagia saat mengetahui pemberiannya bermanfaat bagi orang lain.
  • Memiliki perasaan dan pandangan positif terhadap diri sendiri dan orang lain.
  • Membuat anak merasa berperan dan terhubung dengan lingkungan atau dunia di luar dirinya.
  • Membantu menemukan arti dan tujuan dalam menjalani hidup.
  • Anak yang berbuat kebajikan memiliki kemungkinan penerimaan sosial lebih tinggi.
  • Anak yang suka beramal juga memiliki kemungkinan prestasi akademis yang lebih tinggi.
  • Anak-anak yang suka beramal akan lebih peduli dan perhatian pada bumi dan hal-hal lain di sekitar mereka.
  • Anak-anak yang telah terbiasa beramal akan melakukan kegiatan ini dengan penuh perasaan semangat dan bahagia.
  • Beramal juga dapat membuat anak merasakan kesenangan karena merasa mampu berperan dan membuat kondisi orang lain menjadi lebih baik dengan apa yang dilakukannya.

Tidak hanya itu, anak yang telah terbiasa beramal akan mengembangkan sikap tulus, di mana mereka tidak lagi memberi untuk mendapatkan pengakuan. 

Mereka akan terbiasa beramal karena mereka senang melakukannya. Ini adalah salah satu sikap yang sangat baik untuk dikembangkan hingga dewasa.

Itulah berbagai cara mengajarkan anak beramal dan manfaatnya. Tanamkan kebiasaan ini sejak ini supaya anak dapat tumbuh menjadi sosok yang peduli terhadap orang-orang di sekitarnya.

Jika Anda punya pertanyaan seputar kesehatan anak, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Advertisement

tips parentinggaya parentingtips mendidik anak

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved