logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

13 Cara Mendidik Anak dengan Tepat yang Harus Orangtua Ketahui

open-summary

Cara mendidik anak yang benar dapat dilakukan dengan menjadi pendengar yang baik untuknya, memberi aturan jelas, dan melibatkan anak pada hal positif.


close-summary

3.17

(47)

8 Feb 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Cara mendidik anak dengan tepat dapat membuatnya menjadi patuh

Orangtua harus menjadi pendengar yang baik untuk anak

Table of Content

  • Cara mendidik anak supaya pintar dan penurut
  • Kesalahan dalam mendidik anak
  • Catatan dari SehatQ

Parenting adalah seni. Tidak ada aturan baku mana yang boleh dan tidak dilakukan, termasuk dalam cara mendidik anak. Ada tantangan agar jangan sampai orangtua menjadi terlalu otoriter. Perhitungkan pula bagaimana karakter anak agar bisa masuk dan diterima oleh mereka.

Advertisement

Mengingat tidak ada formula pasti dalam mendidik anak, maka tak perlu pula membandingkan pola asuh Anda dengan orang lain. Berikan contoh yang baik agar orangtua bisa menjadi teladan bagi anak.

Cara mendidik anak supaya pintar dan penurut

Pintar bukan hanya sekadar nilai-nilai di lembaran rapor saja, tapi juga pintar dalam memecahkan masalah dan memiliki rasa empati.

Begitu pula dengan sosok anak penurut. Bukan berarti mereka harus mengiyakan seluruh perintah orangtua. Anak harus tetap menjadi pribadi yang bisa berpikir kritis dan logis terhadap apa yang diajarkan orangtua.

Berikut adalah beberapa cara mendidik anak yang baik dan bisa diadaptasi dalam pola parenting Anda:

1. Menjadi pendengar yang baik

Cara mendidik anak yang bandel bisa dilakukan dengan menjadi pendengar yang baik. Jika ingin anak mendengar dan menuruti perkataan Anda, maka Anda juga harus mendengarkan keinginan dan pendapat mereka.

Jangan hanya selalu berbicara tanpa memberi ruang bagi anak. Bahkan ketika anak menyampaikan hal yang sama kesekian kalinya, tetap dengarkan dengan baik. Hal ini bisa membuatnya merasa dimengerti, lebih dipercaya, dan tertarik pada apa yang Anda katakan.

Misalnya, saat anak berkelahi dengan temannya, minta anak untuk menjelaskannya kepada Anda dan tanggapi dengan bijak.

2. Memberikan contoh

Salah satu cara mendidik anak agar patuh yang dinilai efektif adalah memberikan contoh yang baik untuk anak. Misalnya, tunjukkan keramahan, kejujuran, dan kesopanan. Anak mempelajari banyak hal dengan memperhatikan orangtuanya.

Oleh sebab itu, jangan berperilaku buruk, terutama di depan anak, karena mereka bisa menirunya. Ingatlah bahwa setiap orangtua menjadi panutan bagi anak-anaknya.

3. Menggunakan kata yang sederhana dan mudah dipahami

ibu mengobrol dengan anak
Gunakan kata-kata yang sederhana dan mudah dipahami anak

Cara mendidik anak yang benar juga bisa dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang sederhana dan mudah dipahami. Terkadang, anak ingin mematuhi perintah orangtua, tetapi apa yang Anda sampaikan tidak sepenuhnya dimengerti oleh si kecil.

Hal ini tentu bisa membuat anak menjadi bingung, apalagi ia mungkin takut untuk bertanya. Maka dari itu, cobalah gunakan kata-kata yang lebih simpel agar anak bisa menangkapnya dengan mudah.

4. Menciptakan rutinitas dan kebiasaan

Salah satu cara mendidik anak yang susah diatur adalah menciptakan rutinitas dan kebiasaan. Kedua hal ini dapat membuat mereka terbiasa melakukan sesuatu tanpa harus diperintah terlebih dahulu.

Contoh rutinitas dan kebiasaan yang bisa diterapkan anak adalah menggosok gigi sebelum tidur, membereskan mainan, atau menyiapkan buku yang akan dibawa ke sekolah.

5. Tidak menyepelekan emosi anak

Penting untuk memastikan emosi anak tervalidasi, apa pun bentuknya. Tekankan kepada anak bahwa setiap emosi yang mereka rasakan ada namanya. Tak hanya itu, minta juga anak untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan.

Tahan keinginan untuk menyepelekan emosi anak dengan menganggap mereka lebay atau berlebihan. Apa yang terkesan sepele bagi orangtua bisa jadi merupakan masalah besar bagi anak-anak. 

Oleh sebab itu, sampaikan bahwa Anda mengerti apa yang mereka rasakan dan pastikan untuk memberikan perhatian.

6. Posisikan orangtua punya wewenang

Validasi emosi bukan berarti membiarkan anak memegang kendali atas keputusan-keputusan besar dalam keluarga. Boleh menanyakan perasaan mereka, tapi bedakan dengan meminta izin terkait keputusan besar.

Anak-anak belum memiliki kapasitas untuk membuat keputusan signifikan. Di sinilah peran orangtua untuk memberikan kepastian kepada anak bahwa keputusan yang diambil sudah benar-benar matang, dan Anda selalu ada untuk mereka.

7. Memberi aturan yang jelas

Selanjutnya, cara mendidik anak yang bandel adalah dengan memberi aturan yang jelas. Anak lebih bisa mencerna aturan yang jelas dan sederhana. Selalu sampaikan sebab dan akibat dari aturan yang diterapkan. 

Contohnya, ketika meminta anak tidur lebih awal, sampaikan apa alasannya. Alasan yang logis bahwa tidur sangat penting untuk tumbuh kembang anak.

Ketika anak memahami korelasinya, niscaya mereka menjadi lebih mudah untuk menaati aturan, bukan karena Anda memaksanya.

8. Memberikan peringatan

ibu memberi peringatan kepada anak
Berikan peringatan kepada anak saat beperilaku buruk

Untuk membedakan dengan orangtua yang otoriter, cara mendidik anak yang baik tanpa kekerasan bisa dilakukan dengan memberikan peringatan ketika anak berperilaku buruk.

Jika anak kembali mengulanginya, barulah kemudian Anda dapat memberikan konsekuensi atas tindakannya tersebut.

Ingat, hanya berikan peringatan sebanyak satu kali pada anak. Terus menerus memberikan peringatan yang sama hanya akan membuat mereka menganggap ancaman Anda tidak benar-benar terbukti.

9. Terapkan konsekuensi yang logis

Menerapkan konsekuensi merupakan cara mendidik anak yang nakal dan susah diatur dengan efektif. Ketika anak melakukan kesalahan, terapkan konsekuensi atas perbuatan mereka dengan logis. Pastikan pula menyampaikan dengan detail kapan konsekuensi ini berakhir.

Contohnya, ketika anak melewati batas waktu boleh bermain video game di tablet, sampaikan bahwa mereka tak boleh lagi menggunakan tablet hingga berhasil menyelesaikan tugas tepat waktu selama satu minggu.

Tak berhenti sampai di situ, diskusikan penyebab mereka mendapatkan hukuman. Namun, apabila hal semacam ini terjadi lagi, cari alternatif apa yang harus dilakukan.

10. Jangan berteriak

Terkadang, orangtua berteriak dan marah-marah jika anak melakukan hal yang tidak disukainya. Namun, cara mendidik anak yang bandel tersebut tidak tepat. 

Tegas memang penting. Namun, jika Anda berteriak pada mereka, maka akan membuat lingkungan di rumah menjadi tidak damai.

Cobalah untuk mendisiplinkan anak dengan konsisten. Jika perlu, beri hukuman sambil kendalikan emosi Anda.

11. Berikan reward

Sebetulnya, memberikan kasih sayang dan pujian kepada anak bisa membuatnya merasa bahagia. Namun, tak ada salahnya sesekali orangtua memberikan reward.

Tak perlu bermewah-mewah, metode ini bisa menjadi cara untuk mendidik anak supaya pintar dan penurut. 

Buat sistem reward untuk anak ketika berhasil mengatasi perilaku yang selama ini sulit diubah. Contohnya, saat anak berhasil menggosok gigi sebelum tidur atau mandi di pagi hari.

12. Seimbangkan kebebasan dan tanggung jawab

Cara mendidik anak yang keras kepala mungkin bukan hal yang mudah. Namun, pastikan anak paham betul bahwa ketegasan orangtuanya bertujuan agar mereka bisa sukses di kemudian hari. 

Alih–alih terus memberinya bantuan, orangtua perlu memberikan tanggung jawab pada anak. Jika mereka kesulitan, Anda dapat memandunya.

13. Libatkan anak dengan hal positif

Cara mendidik anak yang baik dalam keluarga adalah dengan melibatkannya pada hal-hal positif. Ajak anak berolahraga, bermain musik, membuat prakarya, atau sekadar mengerjakan PR bersama.

Selain itu, hindari berkata “jangan”, tetapi berikan pengucapan yang lebih bermakna positif. Misalnya, daripada berkata “jangan berlari”, sebaiknya ganti dengan “jalannya pelan-pelan, ya!”. Hal ini akan membuatnya lebih bisa menerima apa yang Anda katakan.

Baca Juga

  • Apakah Tisu Basah Baik untuk Wajah Si Kecil?
  • 10 Tips Belajar Mengenal Warna untuk Anak yang Tak Membosankan
  • Shaken Baby Syndrome, Kondisi Serius Akibat Sering Mengguncang Bayi

Kesalahan dalam mendidik anak

Orangtua dapat melakukan kesalahan dalam mendidik anak. Berikut adalah sejumlah kesalahan yang harus Anda hindari.

  • Tidak mencoba menyelesaikan masalah

Ketika masalah yang ada tidak diselesaikan, seperti anak sering terbangun di malam hari atau mengamuk di tempat umum, Anda dapat merasa frustrasi. Hal tersebut juga bisa mempengaruhi kemampuan Anda dalam mengasuh anak.

  • Melebih-lebihkan atau meremehkan masalah

ibu marah pada anak
Orangtua tidak boleh melebih-lebihkan atau meremehkan masalah

Kesalahan orangtua dalam mendidik anak selanjutnya adalah melebih-lebihkan atau meremehkan masalah. Misalnya, Anda merasa sesuatu terjadi pada anak karena terkadang tantrum, padahal itu merupakan hal yang umum terjadi.

Di sisi lain, Anda justru menganggap enteng masalah saat anak ketahuan mencuri atau merokok. Hal tersebut tentu tidak boleh dilakukan orangtua.

  • Bersikap tidak konsisten

Cara mendidik yang tidak konsisten dapat menyebabkan masalah untuk anak. Jika terkadang Anda sangat ketat, tetapi di lain waktu tampak tidak peduli dengan apa yang dilakukan anak, mereka akan kesulitan memahami bagaimana harus bertindak.

  • Tidak memiliki aturan atau batasan

Anak-anak akan kesulitan untuk hidup tanpa aturan atau batasan yang jelas. Hal ini bisa menyebabkan mereka berperilaku seenaknya.

Oleh sebab itu, memiliki aturan, menerapkan batasan, membuat rutinitas yang konsisten, dan menawarkan pilihan, akan membantu anak mengetahui apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan.

  • Bersikap kasar

Berteriak, berbicara kasar, ataupun melakukan kekerasan fisik bukan menghentikan perilaku anak yang bermasalah, melainkan justru bisa membuatnya semakin menjadi-jadi.

Akan lebih baik jika Anda menerapkan teknik disiplin yang lebih efektif, seperti metode time out atau menggunakan konsekuensi logis.

Catatan dari SehatQ

Hal terpenting dari berbagai cara mendidik anak di atas adalah memastikan orangtua punya hubungan yang sehat dengan anak. Tentunya memberikan daftar aturan dan meminta dipatuhi bukan cara yang tepat.

Sebaliknya, pastikan anak mendapat perhatian penuh dari orangtuanya. Selalu jadwalkan quality time agar anak merasa disayangi dan diterima. Dengan demikian, koneksi akan membuat mereka lebih mudah menerima koreksi dan masukan.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar hubungan orangtua dan anak yang sehat, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

tips parentingibu dan anakgaya parenting

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved