7 Cara Mendidik Anak Agar Tak Jadi Tukang Bully di Sekolah

Cara mendidik anak untuk tidak bully akan bermanfaat untuknya kelak, agar tidak suka menindas orang lain.
Salah satu cara mendidik anak agar tidak suka bullying ialah mencari motif di balik tindakan bullying.

Tidak ada orangtua yang ingin anaknya menjadi pelaku bully di sekolah. Apalagi sampai melukai teman-teman sebayanya. Jika perilaku bullying anak sudah terlewat batas, biasanya pihak sekolah akan memanggil orangtua.

Tentu saja, tidak ada ayah dan ibu yang menginginkan hal ini terjadi. Maka dari itu, cara mendidik anak yang baik dan tegas, dianggap sebagai hal penting, untuk menghindari sifat bullying muncul dalam diri anak.

Cara mendidik anak agar tak jadi pelaku bully di sekolah

Suatu saat, ada guru yang menelepon dan meminta Anda datang ke sekolah karena perilaku anak yang sudah kelewat batas dalam kasus bullying. Kalau hal ini sampai terjadi, jangan berlarut-larut dalam kesedihan atau amarah, yang Anda tujukan pada anak.

Terkadang, bullying bisa dilakukan oleh anak-anak karena adanya ketidakmampuan untuk mengendalikan rasa marah atau adanya tekanan dari teman sebayanya. Walau demikian, Anda harus tetap mendisiplinkan anak yang sudah melakukan kesalahan.

Berikut ini cara mendidik anak agar tak jadi pelaku bully di sekolah:

  • Jangan tunda diskusi

Ketika Anda sudah mengetahui bahwa anak melakukan bullying di sekolah, langsung tegur dan diskusikan kesalahannya itu. Hal ini bisa memberikan kesadaran kepada anak, bahwa melakukan bullying adalah hal yang salah dan tidak terpuji.

Biarkan anak tahu bahwa ia harus segera memperbaiki diri dan tidak melakukan tindakan bullying lagi terhadap teman sebaya.

  • Cari tahu penyebab bullying

Untuk mencari tahu latar belakang anak melakukan tindakan bullying, Anda harus bertanya dulu kepada anak, mengapa mereka “menindas” temannya?

Misalnya, jika anak Anda mengaku, ia ingin populer di sekolah dengan cara melakukan tindakan bullying, segera bahas pentingnya persahabatan yang sehat antara teman agar anak Anda sadar, bahwa melakukan bullying bukan cara yang tepat untuk menjadi terkenal. Namun ingat, jangan pernah menyepelekan, apalagi membenarkan, perlakuan buruk anak Anda itu.

  • Ingatkan bahwa bullying bukan jalan keluar

Bullying bukanlah jalan keluar anak dalam menghadapi persoalannya di sekolah. Anda harus bisa tahu cara mendidik anak, agar ia tidak memilih tindakan bullying dalam menyelesaikan suatu masalah, atau mencari pengakuan dari teman-temannya.

Tegaskan bahwa setiap tindakan buruk, termasuk bullying, harus dipertanggungjawabkan. Biasanya, anak-anak memang tidak mau mengakui kesalahannya, dan tugas orangtua adalah menghilangkan sifat itu.

  • Memberikan konsekuensi logis

Untuk menghadapi anak yang kerap melakukan bullying, cara mendidik anak yang tepat ialah menumbuhkan konsekuensi logis. Jika anak melakukan cyberbully melalui komputer atau smartphone-nya, konsekuensi yang harus diterima adalah, penyitaan gadget, agar tidak melakukan tindakan bullying lagi.

Kemudian, jika ia tidak sendirian dalam melakukan tindakan bullying, ada baiknya “pisahkan” anak dari teman-temannya itu untuk beberapa waktu, agar ia berpikir ulang bahwa kelakuannya tidak dibenarkan.

  • Mendukung hukuman dari sekolah

Biasanya, setiap sekolah punya kebijakan hukumannya masing-masing untuk menangani kasus bullying yang terjadi di lingkungannya. Sebagai orangtua, mungkin akan sulit untuk bisa mendukung hukuman ini, apalagi jika hukumannya dianggap berat. Namun, demi kebaikan, ada baiknya Anda selaraskan “suara” dengan pihak sekolah, demi kebaikan anak dan masa depannya.

Selalu tegaskan kepada anak, jika ia “tertangkap” sekolah karena melakukan tindakan bullying, orangtua tidak akan datang untuk membela dan menyelamatkan.

  • Ajarkan kemampuan baru

Setelah mengetahui alasan di balik tindakan bullying yang dilakukan anak, langsung cari solusinya. Misalnya, jika anak melakukan bullying karena ingin populer, biasanya hal itu dikarenakan kurangnya percaya diri. Bantu anak untuk bisa melihat nilai dan harga dirinya, agar mampu berbaur dengan percaya diri.

Kalau bullying dilakukan karena sering emosi, ajarkan cara mengatur amarahnya. Hal-hal ini ampuh untuk mencegah perlakuan bullying di masa yang akan datang.

  • Hindari “mempermalukan” anak di depan publik

Jika benar anak Anda melakukan tindakan bullying, jangan hukum dia di depan publik. Hal ini justru bisa membuatnya merasa malu dan rendah diri.

Anak tidak akan belajar disiplin dengan jenis hukuman seperti ini. Bahkan, “mempermalukan” anak juga masuk dalam kategori bullying, dan ia malah akan menjadikan itu sebagai contoh buruk di masa depan.

Tidak mungkin anak melakukan tindakan bullying tanpa maksud dan sebab. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui alasan di balik tindakan bullying yang dilakukan anak, terhadap temannya.

Berikut ini beberapa alasan anak melakukan bullying:

  • Ia pernah atau sering menjadi korban bully di rumah atau sekolah, sehingga ingin “mengambil” kembali kekuasaan yang direnggut dari dirinya dengan melakukan bullying
  • Ia mencari perhatian dari guru, orangtua atau teman sekelas dengan melakukan tindakan bullying
  • Ia ingin diterima oleh kelompok teman yang suka bullying
  • Memiliki kecenderungan menganggap anak-anak lain sebagai musuh, padahal sebenarnya ia berada di lingkungan yang bersahabat
  • Belum mengerti perasaan yang dirasakan oleh korban bullying, sehingga ia tak jera melakukan tindakannya itu

Apapun alasannya, tindakan bullying tidak bisa dibenarkan. Sebagai orangtua, ini merupakan tanggung jawab Anda untuk mendisiplinkannya dengan cara-cara yang baik, tanpa harus melukai perasaan atau bahkan fisik.

Cara mendidik anak di lingkungan keluarga

Ketika melihat anak Anda suka melakukan bullying, coba ingat lagi, apakah mungkin ia sering mendapatkan perlakuan tidak baik, kerap mendengar bentakan, hingga mengalami kekerasan fisik di rumah? Jika iya, mungkin itu jadi penyebabnya.

Sebaiknya, lebih perhatikan cara berkomunikasi dengan anak yang baik. Atur cara mengontrol emosi Anda, agar tidak menjadi contoh buruk bagi anak.

Jika di rumah saja sang anak sudah mendapatkan perlakuan tidak baik, akan sulit baginya untuk berlaku santun di luar rumah.

[[artikel-terkait]]

Catatan dari SehatQ

Ajarkan kebaikan dan sopan santun sejak dalam rumah. Tidak ada pelajaran yang lebih berharga, dibandingkan kasih sayang orangtua. Jika tindakan bullying masih dilakukan anak Anda walau sudah didisiplinkan dengan 7 cara mendidik anak di atas, ada baiknya berkonsultasi dengan psikolog, untuk mencari tahu kondisi mental anak yang membuatnya kerap melakukan bullying.

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/ways-discipline-child-for-bullying-others-460520

Diakses pada 4 Oktober 2019

 

Child Mind. https://childmind.org/article/what-to-do-if-your-child-is-bullying/

Diakses pada 4 Oktober 2019

 

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/no-bullying.html

Diakses pada 4 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed