logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Cara Mendampingi Orang dengan Trauma agar Kondisinya Tak Bertambah Parah

open-summary

Cara mendampingi orang dengan trauma harus dilakukan dengan memberikan dukungan dan tidak menghakimi segala hal yang dirasakan.


close-summary

5

(1)

8 Mar 2021

| Bayu Galih Permana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Cara mendampingi orang trauma

Cara mendampingi orang dengan trauma yang tepat bisa mempercepat proses pemulihan

Table of Content

  • Cara mendampingi orang dengan trauma
  • Catatan dari SehatQ

Bagi sebagian orang, hidup berdampingan dengan pasangan, teman, atau anggota keluarga yang mengalami trauma akan terasa berat untuk dijalani. Bahkan, tak jarang hubungan Anda dengan mereka menjadi terganggu karena kondisi tersebut. Maka dari itu, sangatlah penting bagi Anda untuk tahu cara mendampingi orang dengan trauma. 

Advertisement

Mendampingi orang dengan trauma membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian Jika tidak, trauma yang dialami oleh orang terdekat bisa semakin parah dan menuntunnya untuk melakukan tindakan-tindakan seperti konsumsi alkohol, penggunaan narkoba, hingga munculnya pikiran untuk bunuh diri.

Cara mendampingi orang dengan trauma

Mendampingi orang dengan trauma tak boleh sembarangan dan harus dilakukan menggunakan cara yang tepat. Pendampingan yang salah dapat memperburuk keadaan dan membuat kondisi orang terdekat Anda menjadi bertambah parah. 

Berikut ini sejumlah tindakan yang bisa Anda lakukan untuk mendampingi orang dengan trauma untuk membantu proses penyembuhan dan pemulihannya:

1. Berikan dukungan secara sosial

Ketika mengalami trauma, orang cenderung menarik diri dari keluarga, sahabat, atau pasangan mereka. Umumnya, mereka melakukan hal tersebut karena tak mau membebani orang lain dan menganggap bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa memahami kondisi yang tengah dirasakan.

Oleh sebab itu, Anda sebagai orang terdekat harus memberikan dukungan secara sosial untuk membantu proses pemulihan trauma. Menurut ahli, dukungan tatap muka termasuk salah satu faktor penting dalam pemulihan trauma.

2. Dengarkan keluh kesah mereka tanpa menghakimi

Mendampingi orang dengan trauma
Jangan memaksa untuk bercerita apabila ia tidak berkenan

Saat penderita trauma berbagi cerita, cobalah mendengarkan tanpa menghakiminya. Namun, Anda tak boleh memaksa mereka bercerita lebih dalam apabila tidak dilakukan atas kemauan mereka sendiri.

Cobalah untuk menghargai apa yang mereka ceritakan, jangan pernah menunjukkan reaksi ketidaksetujuan atau menghakimi. Kedua reaksi tersebut berpotensi membuat mereka tidak mau membuka diri lagi untuk orang lain.

Selain itu, ketika berkomunikasi dengan orang yang mengalami trauma, hindari melakukan tindakan-tindakan seperti:

  • Mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.
  • Menyangkal pengalaman traumatis yang diceritakan.
  • Membandingkan dengan pengalaman pribadi Anda.
  • Memberi saran atau memberi tahu apa yang harus mereka lakukan tanpa diminta.
  • Meminta orang yang menderita trauma untuk berhenti membicarakan perasaan dan ketakutannya.
  • Memberi tanggapan yang membuat mereka merasa lemah karena tidak mampu mengatasi masalah sebaik orang lain.
  • Mengatakan pada orang yang mengalami trauma bahwa mereka beruntung karena masalah mereka tidak lebih buruk dari orang lain. Hindari juga mengatakan kalimat seperti: “Kamu harus lebih banyak bersyukur” atau “Mungkin kamu perlu banyak berdoa dan beribadah”. 

3. Ketahui dan antisipasi hal-hal yang bisa jadi pemicunya

Sebagai orang yang dekat dengan penderita trauma, Anda wajib mengetahui hal-hal yang bisa membangkitkan kembali luka lama mereka. Tidak hanya tahu, hindarkan semua hal yang dapat memicu trauma dari orang terdekat Anda.

Beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu trauma, antara lain:

  • Acara tertentu, misalnya  pemakaman
  • Hubungan, sekolah, pekerjaan, dan masalah ekonomi
  • Orang, benda, atau lokasi yang mengingatkan akan trauma
  • Visual, suara, atau aroma tertentu yang berkaitan dengan trauma
  • Cuaca tertentu, misalnya hujan yang disertai dengan sambaran petir
  • Liputan media mengenai berita atau peristiwa yang berkaitan dengan trauma

Baca juga: Cara Menghilangkan Trauma pada Anak dengan Efektif

4. Bangun kembali kepercayaan mereka

Trauma dapat menghancurkan kepercayaan terhadap diri sendiri maupun orang lain. Untuk membangun kembali rasa percaya tersebut, beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

  • Yakinkan orang tersebut kalau mereka dapat pulih dari trauma yang sedang dialami.
  • Menepati janji yang telah Anda ucapkan. Tunjukkan bahwa Anda adalah orang yang bisa dipercaya.
  • Meminimalkan hal yang dapat memicu stres di rumah. Beri ruang dan waktu untuknya beristirahat dan relaksasi.
  • Tunjukkan komitmen bahwa Anda ada untuk mereka. Hal ini bisa membuat orang yang mengalami trauma merasa dicintai dan didukung.

5. Bantu mereka untuk mengatasi amarahnya

Orang yang mengalami trauma sering kesulitan mengelola emosi. Selain itu, amarah juga kerap kali ditunjukkan untuk menutupi kesedihan, ketidakberdayaan, serta rasa bersalah yang mereka rasakan.

Oleh sebab itu, Anda sebagai orang terdekat harus:

  • Memberinya ruang untuk berpikir.
  • Bantu penderita trauma untuk mengelola amarahnya.
  • Tetap tenang menghadapi ledakan emosi penderita trauma.
  • Tanyakan apakah ada yang bisa Anda bantu untuk memperbaiki keadaan.
  • Memerhatikan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa mereka sedang marah seperti mengepalkan tangan atau berbicara dengan nada lebih keras.

Jika dukungan dan cinta yang Anda berikan tak bisa memperbaiki keadaan, mintalah bantuan ahli untuk memulihkan mereka dari trauma. Lakukan pendekatan yang tidak membuat mereka tersinggung saat meminta penderita trauma berkonsultasi ke ahli.

Baca juga: Begini Sulitnya Korban Pemerkosaan Atasi Trauma

Catatan dari SehatQ

Cara mendampingi orang dengan trauma harus dilakukan dengan tepat supaya kondisi mereka bisa cepat pulih dan tidak bertambah parah. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan antara lain memberi dukungan secara sosial, menghindari pemicunya, serta membantu mereka mengelola emosinya.

Segera minta bantuan ahli apabila kondisi penderita trauma tidak kunjung membaik. Langkah ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk berdiskusi lebih lanjut terkait cara mendampingi orang dengan trauma, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ . Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

post traumatic stress disorder (PTSD)traumaluka traumatis

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved