Cara Mencukupi Kebutuhan Tidur Saat Puasa Agar Tidak Lemas


Pola tidur saat puasa berubah seiring dengan kebiasaan bangun lebih pagi untuk sahur. Agar tidak mengantuk saat siang, Anda harus bisa menyiasati kebutuhan tidur saat puasa.

(0)
27 Apr 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pola tidur saat puasa berubah seiring dengan kebiasaan bangun lebih pagi untuk sahurTidur siang sejenak bisa memberikan Anda tenaga baru
Ketika menjalankan puasa, Anda akan mengalami beberapa perubahan dalam menjalankan aktivitas harian. Puasa bukan hanya mengatur jadwal makan saja, ibadah yang satu ini juga mengubah pola tidur Anda. Tidur saat puasa bisa tergolong sangat singkat pada malam hari. Tak heran banyak orang mengantuk saat beraktivitas di siang harinya.

Perubahan pola tidur saat puasa

Durasi puasa bisa sangat berbeda di setiap wilayah. Hal ini bergantung pada waktu terbit dan terbenamnya matahari. Di Indonesia, durasi berpuasa yang harus dijalankan umat muslim sekitar 13 jam. Perhitungan waktu puasa dimulai saat waktu Subuh hingga waktu Maghrib tiba.Anda yang menjalankan puasa disarankan untuk melakukan aktivitas sahur. Ini adalah aktivitas makan dan minum tepat sebelum memasuki waktu puasa. Apabila waktu Subuh dimulai sekitar pukul 04.30 hingga 04.45, berarti Anda harus makan setidaknya 30 menit sebelum itu.Dengan kata lain, Anda harus bangun lebih pagi untuk menyiapkan makanan hingga melakukan santap sahur. Bangun lebih pagi berarti harus memangkas waktu tidur Anda. Sedikit banyak, hal tersebut akan mengubah pola tidur dan pola makan juga.Terlebih lagi, bulan puasa juga sedikit banyak mengubah pola aktivitas masyarakat. Indonesia, sebagai salah satu populasi muslim terbanyak, menerapkan beberapa kebiasaan baru selama Ramadan. Banyak perusahaan dan kantor yang mulai memperpendek waktu kerja. Sayangnya, mereka membuat jam buka restoran dan tempat perbelanjaan menjadi lebih malam.Sebuah studi menyebutkan bahwa Ramadan membuat seseorang harus mengubah kebiasaan dengan cepat. Berikut pola hidup yang dilakukan selama puasa:
  • Tidur malam lebih awal agar bisa bangun lebih cepat untuk sahur. Cukupi waktu tidur 8 jam per hari.
  • Mengurangi durasi tidur pada siang hari
  •  Berolahraga 30 menit sebelum berbuka

Puasa bukanlah penyebab rasa kantuk di siang hari

Sayangnya, menyalahkan puasa untuk rasa kantuk pada siang hari sangat tidak berdasar. Dalam sebuah studi, tidak ditemukan adanya hubungan yang selaras antara aktivitas puasa dengan kantuk. Perubahan pola aktivitas harian bukanlah hal yang menyebabkan Anda menjadi mengantuk pada siang hari.Para peneliti melihat tidak ada perbedaan yang besar antara orang yang baru satu minggu menjalankan puasa dengan mereka yang sudah melakukannya selama tiga minggu. Satu-satunya yang membuat rasa kantuk pada siang hari adalah pengurangan waktu tidur yang dilakukan secara sadar.Semakin mendekati hari raya Idul Fitri, banyak orang yang mulai sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Kelompok religius akan semakin aktif beribadah untuk memanfaatkan bulan suci Ramadan. Di sisi lain, pelaku bisnis akan memanfaatkan momen untuk meraup keuntungan lebih besar dengan membuka pesanan lebih banyak.Para pekerja pun dituntut untuk lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya sebelum libur Lebaran tiba. Sebagian orang lainnya juga melakukan aktivitas lain dengan teman untuk memanfaatkan momen bulan puasa. Aktivitas-aktivitas ini yang biasanya mengurangi waktu tidur pada malam hari sehingga membuat rasa kantuk esok harinya.

Cara mencukupi kebutuhan tidur saat puasa

Mengantuk selama menjalani puasa bisa dialami oleh siapa pun. Anda mungkin merasakan hal yang serupa. Mungkin Anda tidak bisa menghilangkan rasa kantuk tersebut, tapi tetap bisa menguranginya. Berikut cara mencukupi waktu tidur saat puasa.

1. Pastikan terhidrasi dengan baik

Jaga agar tubuh tidak kehilangan cairan selama puasa
Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi selama bulan puasa
Kunci dari menjalankan puasa adalah tetap terhidrasi. Pasalnya, Anda akan kehilangan cairan tubuh selama menjalani puasa di siang hari. Saat berbuka, pastikan Anda mendapatkan asupan cairan yang cukup yaitu 8 gelas per hari.Asupan air tidak hanya didapat dari air mineral. Anda bisa mengonsumsi buah yang mengandung banyak air, seperti semangka atau mentimun. Dengan terhidrasinya tubuh dengan baik, sel-sel tubuh pun akan bisa bekerja dengan baik. Hal ini sedikit banyak akan memengaruhi kualitas tidur malam Anda.

2. Lakukan aktivitas di luar ruangan

Tetap beraktivitas di luar ruangan meski sedang puasa
Lakukan olahraga ringan untuk membuat badan lebih bugar
Memberikan cahaya kepada tubuh Anda merupakan cara menghilangkan rasa kantuk di siang hari. Anda pun sebaiknya tidak kembali tidur setelah sahur karena hal itu yang membuat Anda semakin lemas saat bangun nantinya.Berjalan kaki dalam beberapa menit di pagi hari juga bisa membuat Anda lebih segar. Saat di siang hari, lakukan peregangan kecil untuk membuat aliran darah lebih lancar. Anda dapat berolahraga intensitas ringan-sedang sekitar 30 menit sebelum berbuka

3. ‘Mencuri’ waktu tidur siang

Tidur siang sejenak bisa memberikan Anda tenaga baru. Lakukanlah di ruangan yang redup atau gelap. Pastikan juga Anda tidak tertidur lebih dari 30 menit. Tidur siang yang terlalu lama malah akan membuat tubuh Anda lemas.Tidur singkat ini sering disebut power nap. Aktivitas ini sebaiknya dilakukan sekitar pukul 1—3 siang. Tidur singkat ini juga dipercaya bisa meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.

4. Buat pola tidur baru yang teratur

Perubahan pola tidur selama puasa membuat Anda memiliki kebiasaan baru.. Selama Ramadan, Anda akan bangun sekitar pukul 04.00 pagi. Karena itu, buatlah rutinitas baru dengan melakukan hal yang sama di waktu yang sama.Cobalah untuk tidur dan beraktivitas pada waktu sama. Misalnya, Anda mulai beraktivitas pada pukul 07.00 pagi hingga 16.00 sore. Lalu, tidurlah pada pukul 21.00.00 malam setiap harinya.

Catatan dari SehatQ

Biarpun puasa sering disandingkan dengan rasa kantuk, sebenarnya belum ada penelitian yang bisa membuktikan hal tersebut. Faktor penyebab rasa kantuk selama menjalani puasa adalah mengurangi waktu tidur Anda sendiri. Apabila Anda sedang menjalani puasa, ada baiknya tetap mengatur waktu harian secara baik.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar tidur saat puasa, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
waktu tidurtips puasakurang tidurramadan
NCBI https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3724373/
Diakses pada 23 April 2021
NCBI https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6292409/
Diakses pada 23 April 2021
Psychology Today https://www.psychologytoday.com/us/blog/sleep-newzzz/201904/what-is-intermittent-fasting-and-will-it-help-your-sleep
Diakses pada 23 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait