5 Cara Mencegah Usus Buntu yang Bisa Anda Lakukan

(0)
Cara mencegah usus buntu dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya radang usus buntuRadang usus buntu atau apendisitis dapat menyebabkan apendiks meradang
Radang usus buntu atau apendisitis dapat menyebabkan apendiks meradang. Kondisi ini umumnya dapat ditangani segera melalui operasi usus buntu agar tidak menyebabkan usus buntu pecah atau risiko komplikasi lain yang mengancam nyawa. Nah, agar kondisi tersebut tidak Anda alami, penting untuk mengetahui cara mencegah usus buntu. Bagaimana caranya?

Adakah cara mencegah usus buntu yang tepat?

Usus buntu adalah suatu organ kecil yang terletak pada ujung usus besar. Organ ini seringkali mengalami penyumbatan atau infeksi yang dikenal dengan kondisi radang usus buntu atau apendisitis.Nah, agar tidak terkena radang usus buntu, maka lebih baik perlu dilakukan tindakan pencegahan. Pasalnya, radang usus buntu dapat menyebabkan dampak yang fatal dan pengobatannya dilakukan dengan tindakan pembedahan.Sayang, sebenarnya tidak ada cara mencegah usus buntu yang tepat dilakukan. Akan tetapi, ada beberapa cara yang diyakini dapat menurunkan risiko terjadinya radang usus buntu.

Cara mencegah usus buntu dengan menurunkan risikonya

Memang tidak ada cara mencegah usus buntu yang tepat untuk dilakukan. Namun, bukan berarti Anda diam saja dan tidak melakukan usaha apa pun untuk menghindari risikonya.Sebagian besar kasus usus buntu yang meradang disebabkan oleh penyumbatan, infeksi, dan pembengkakan. Maka dari itu, ada beberapa cara mencegah usus buntu yang dapat Anda terapkan untuk menurunkan risikonya. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

1. Makan makanan berserat

Cara mencegah usus buntu adalah dengan makan makanan berserat
Sayuran dan buah adalah contoh makanan berrserat
Makan makanan berserat dapat menjadi salah satu cara mencegah usus buntu yang dapat dilakukan.Hal ini karena radang usus buntu dapat disebabkan oleh penumpukan feses yang mengeras (fekalit). Kondisi ini kemungkinan besar terjadi pada orang yang kurang banyak mengonsumsi makanan berserat.Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Sumatera Utara menunjukkan bahwa 14 dari 19 anak dengan kondisi radang usus buntu akut diketahui jarang mengonsumsi makanan berserat. Oleh sebab itu, para ahli kesehatan menyarankan konsumsi makanan berserat sebagai cara mencegah usus buntu akibat penumpukan feses.Makan makanan berserat dapat membantu menarik lebih banyak air ke usus besar sehingga tekstur feses tetap lunak dan mudah dikeluarkan oleh tubuh. Serat juga merangsang gerakan usus tetap normal. Ini artinya, baik makanan maupun feses dapat melewati usus dengan lancar tanpa menyebabkan penumpukan.Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh pusat medis Universitas Maryland mengemukakan bahwa makan makanan berserat dapat membantu mencegah usus buntu yang meradang dan pecah.Anda dapat meningkatkan asupan makanan berserat yang berasal dari buah-buahan dan sayuran (pepaya, apel, pisang, wortel, sayuran hijau), oatmeal, kacang polong, dan biji-bijian utuh.

2. Mengonsumsi makanan probiotik

Cara mencegah usus buntu bisa dengan mengonsumsi probiotik
Tempe adalah salah satu jenis makanan probiotik
Anda juga bisa mencegah usus buntu dengan mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik, seperti yogurt, tempe, atau kimchi.Walaupun ini bukan cara mencegah usus buntu secara langsung, konsumsi makanan probiotik dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan tubuh Anda.

3. Mencukupi asupan air putih dalam tubuh

minum banyak air putih adalah cara mencegah usus buntu
Cukupi asupan air putih dalam tubuh, minimal 8 gelas per hari
Cara mencegah usus buntu berikutnya adalah dengan banyak mengonsumsi air putih.Ya, selain mencegah dehidrasi, minum banyak air putih dapat memaksimalkan kinerja usus dan serat makanan berfungsi dengan baik di usus.Jika minum air putih yang cukup, makanan yang dikonsumsi dapat dengan lancar melewati saluran pencernaan.Namun, sebaliknya apabila konsumsi air putih tidak cukup, usus akan menyerap cairan dari feses untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Akibatnya, Anda akan sulit untuk buang air besar dan terjadilah penumpukan feses yang dapat meningkatkan risiko radang usus buntu.Jadi, pastikan Anda mencukupi asupan air putih dalam tubuh setiap hari, setidaknya 8 gelas per hari. Selain air putih, Anda juga bisa mendapatkan cairan dari jus buah-buahan atau sup.

4. Makan dengan tenang

Makan dengan tenang juga menjadi cara mencegah usus buntu yang dapat dilakukan. Menurut studi yang dimuat dalam Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine menunjukkan bahwa 1 dari 7 kasus usus buntu dapat terjadi akibat adanya penyumbatan biji-biji makanan.Kesimpulan dari studi tersebut menyatakan bahwa cara mencegah usus buntu dapat dilakukan dengan makan secara tenang. Dengan ini, Anda dapat mengunyah makanan hingga halus dan biji-biji makanan dapat disingkirkan.Maka dari itu, penting untuk tidak mengobrol, main ponsel, atau melakukan kegiatan lainnya yang dapat memecah konsentrasi Anda saat makan.

5. Memerhatikan gejala usus buntu

Selain menghindari terjadinya penyakit usus buntu, Anda juga perlu meminimalisir keparahan gejala dan komplikasi usus buntu yang mungkin timbul. Beberapa gejala usus buntu yang umum muncul dari yang ringan hingga parah, yaitu:
  • Nyeri di sisi kanan bawah perut
  • Terasa nyeri atau sulit buang air kecil
  • Perut kram
  • Diare atau sembelit
  • Demam
  • Kehilangan nafsu makan
  • Tidak bisa membuang gas
Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas dan mencurigai sebagai radang usus buntu, segera periksakan diri ke dokter.

Catatan dari SehatQ

Memang tidak ada cara mencegah usus buntu yang tepat untuk dilakukan. Namun, bukan berarti Anda diam saja dan tidak melakukan usaha apa pun untuk menghindari risikonya. Anda masih dapat menurunkan risiko kondisi ini dengan melakukan cara mencegah usus buntu di atas.
apendisitisusus buntu
Healthline. https://www.healthline.com/health/appendicitis#prevention
Diakses pada 18 Juni 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/appendicitis/diagnosis-treatment/drc-20369549
Diakses pada 18 Juni 2020
Web Md. https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-appendicitis#1
Diakses pada 18 Juni 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fiber/art-20043983
Diakses pada 18 Juni 2020
Bali Medical Journal. https://ojs.unud.ac.id/index.php/bmj/article/view/21950
Diakses pada 18 Juni 2020
Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3609170/#!po=5.55556
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait