10 Cara Mencegah Serangan Jantung untuk Hindari Kematian Mendadak

Cara mencegah serangan jantung harus dilakukan secara serius, agar menghindari penyakit mengerikan itu.
Cara mencegah serangan jantung bisa dilakukan guna mencegah kematian mendadak.

Cara mencegah serangan jantung sudah sepatutnya dilakukan. Sebab, serangan jantung tidak memandang usia. Siapapun dapat menjadi korbannya.

Meskipun serangan jantung lebih berisiko dialami oleh kelompok individu berusia 45 tahun ke atas, bukan berarti anak muda boleh santai saja dalam menghadapi penyakit mematikan ini.

Lakukanlah berbagai cara mencegah serangan jantung sejak dini, agar terhindar dari kematian mendadak di kemudian hari!

Cara mencegah serangan jantung yang beragam

Penyakit jantung menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Menurut badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO), setidaknya ada 17,9 juta nyawa terenggut oleh penyakit jantung per tahunnya.

Maka dari itu, sudah sepatutnya kita semua termotivasi untuk melakukan berbagai cara mencegah serangan jantung ini.

1. Mengontrol tekanan darah

Tekanan darah tinggi adalah penyebab utama dari penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung. Karena itu, Anda disarankan untuk sering mengontrol tekanan darah di Puskesmas, klinik, maupun rumah sakit, setidaknya satu tahun sekali untuk orang dewasa.

Namun, pemilik tekanan darah tinggi, disarankan untuk lebih rutin lagi dalam mengontrol tekanan darah.

2. Menjaga kadar kolesterol dan trigliserida

Cara mencegah serangan jantung selanjutnya adalah menjaga kadar kolesterol dan trigliserida stabil di dalam tubuh.

Perlu diketahui, kolesterol tinggi bisa menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.

Trigliserida (jenis lemak dalam darah) juga bisa meningkatkan penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, terutama pada wanita.

3. Menjaga berat badan

Berat badan berlebih atau obesitas bisa meningkatkan risiko serangan jantung. Sebab dengan memiliki berat badan yang berlebih, tubuh bisa mengalami peningkatan kadar kolesterol, trigliserida, tekanan darah, hingga diabetes.

Maka dari itu, cara mencegah serangan jantung yang satu ini perlu menjadi perhatian Anda. Sebab, tidak sedikit orang yang meremehkan berat badannya.

4. Menjalani pola makan sehat

Cara mencegah serangan jantung yang satu ini tidak hanya baik untuk sistem kardiovaskular saja, tapi juga kesehatan Anda secara keseluruhan.

Ya, jalanilah pola makan sehat dengan mengurangi lemak jenuh, makanan tinggi natrium, serta gula. Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian dalam menu makan sehari-hari Anda.

Dengan menjaga pola makan yang sehat, tekanan darah dan kolesterol bisa terjaga, sehingga serangan jantung dapat dicegah.

5. Berolahraga secara rutin

Tidak hanya membentuk otot saja, berolahraga secara rutin juga bisa menjadi cara mencegah serangan jantung yang efektif.

Sebab, berolahraga rutin bisa memperkuat jantung dan melancarkan sirkulasi darah. Tidak hanya itu, berbagai faktor penyebab serangan jantung seperti obesitas, kolesterol tinggi, serta tekanan darah tinggi pun bisa diatasi dengan olahraga secara rutin.

6. Mengurangi konsumsi minuman beralkohol

Mengurangi atau berhenti mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa menjadi cara mencegah serangan jantung.

Sebab, mengonsumsi minuman beralkohol terlalu banyak bisa meningkatkan tekanan darah tinggi. Ditambah lagi, minuman beralkohol akan menambah kadar kalori dalam tubuh, sehingga berat badan akan naik.

7. Tidak merokok

Jika Anda tidak merokok, jangan memulainya. Namun apabila sudah terlanjur merokok, segera berhenti. Setiap batang rokok yang isap, akan “mendekatkan” Anda pada serangan jantung.

Percayalah, merokok bisa meningkatkan tekanan darah Anda, sehingga risiko serangan jantung semakin besar.

8. Mengelola stres

Cara mencegah serangan jantung yang tak kalah penting ialah mengelola stres. Sebab, stres adalah gangguan mental yang bisa meningkatkan tekanan darah tinggi dan memicu serangan jantung.

Sayangnya, banyak orang yang mencari pelarian dari stres dengan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan merokok. Keduanya tak lain adalah kebiasaan penyebab serangan jantung.

9. Mengelola diabetes

Lambat laun, kadar gula darah yang tinggi akibat diabetes bisa merusak pembuluh darah dan saraf yang mengontrol jantung. Jika Anda sudah mengidap diabetes, berkonsultasilah dengan dokter secara rutin untuk mengontrol kadar gula darah.

Sebab, diabetes bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, akibat kadar gula darah yang tinggi.

10. Menjaga pola tidur yang sehat

Cara mencegah serangan jantung yang terakhir adalah mendapatkan waktu tidur yang cukup. Kebanyakan begadang ternyata bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Tidak hanya itu, jam tidur yang minim pun bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes.

“Tiga sekawan” inilah yang kemudian akan menyerang jantung Anda. Anda disarankan untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup yaitu 7-9 jam per harinya.

Tanda peringatan serangan jantung

Serangan jantung
Cara mencegah serangan jantung

Setelah mengetahui berbagai cara mencegah serangan jantung di atas, kini saatnya Anda memahami tanda peringatan serangan jantung, yang bisa dirasakan sebelum serangan jantung datang.

Menurut asosiasi jantung di Amerika Serikat, American Heart Association (AHA), beberapa tanda peringatan serangan jantung ini harus diwaspadai:

  • Rasa tak nyaman, seperti ada tekanan pada jantung dan berlangsung selama beberapa menit, kemudian hilang
  • Rasa sakit pada tangan, leher, punggung, ulu hati, atau rahang
  • Sesak napas tiba-tiba

Selain itu, keringat dingin, rasa mual, atau pusing juga bisa menjadi tanda peringatan serangan jantung yang tak boleh diremehkan.

Jika tanda peringatan serangan jantung ini telah dirasakan, segera minta seseorang untuk mengantarkan Anda ke rumah sakit terdekat!

Faktor risiko serangan jantung

Cara mencegah serangan jantung
Cara mencegah serangan jantung harus dilakukan

Perlu diketahui, ada beberapa faktor risiko serangan jantung yang tak dapat diubah, seperti:

  • Usia: Risiko serangan jantung akan semakin meningkat di saat usia lanjut. Pria di atas 45 tahun atau wanita di atas 55 tahun memiliki risiko serangan jantung yang besar.
  • Jenis kelamin: Jenis kelamin juga menjadi faktor risiko serangan jantung yang tak boleh terlupakan. Misalnya, wanita lebih memiliki risiko diabetes, sehingga lebih rentan terhadap serangan jantung.
  • Ras: Beberapa ras, seperti African American, dianggap lebih berisiko terkena serangan jantung. Kemudian, dibandingkan masyarakat Asia Timur, orang-orang Asia Tenggara lebih rentan terhadap serangan jantung.
  • Riwayat keluarga: Jika Anda memiliki saudara dekat dengan riwayat serangan jantung, maka Anda juga berisiko mengidapnya.

Namun jangan takut, apalagi putus asa. Tetap lakukan berbagai cara mencegah serangan jantung yang sudah Anda pahami di atas untuk menurunkan risiko serangan jantung.

Jika Anda masih merasa takut karena memiliki kerabat dekat dengan riwayat serangan jantung, tidak ada salahnya datang ke dokter untuk berkonsultasi. Dokter juga akan memberikan rekomendasi langkah antisipasi untuk mencegah serangan jantung.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-attack/symptoms-causes/syc-20373106
Diakses pada 17 Juni 2020

WHO. https://www.who.int/health-topics/cardiovascular-diseases/#tab=tab_1
Diakses pada 17 Juni 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/howtopreventheartdisease.html
Diakses pada 17 Juni 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/151444#warning-signs
Diakses pada 17 Juni 2020

Artikel Terkait