Tua Tidak Harus Pikun, Ini Cara Mencegah Alzheimer yang Tepat


Penyakit Alzheimer dimulai setidaknya 10 tahun sebelum gejala-gejala umum muncul. Sebagai langkah pencegahan Alzheimer terjadi, Anda dapat melakukan tes darah. Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa melakukan tes darah dapat mendeteksi Alzheimer hingga 16 tahun sebelum gejala Alzheimer muncul.

0,0
11 Apr 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
pencegahan alzheimerBersosialisasi dengan orang-orang di sekitar bisa jadi langkah pencegahan Alzheimer pada lansia.
Alzheimer adalah penyakit yang membuat kemampuan berpikir penderitanya berkurang. Orang yang mengidap penyakit ini, biasanya ingatannya terganggu. Selain itu, kemampuannya untuk mempelajari baru, mempertimbangkan hal-hal tertentu, berkomunikasi, hingga melakukan aktivitas harian juga jadi berkurang.  Lantas, apa yang dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan Alzheimer?

Sekilas tentang penyakit Alzheimer

Alzheimer merupakan salah satu kondisi yang disebabkan oleh kerusakan saraf. Kondisi ini merupakan salah satu bentuk paling umum dari demensia. Demensia adalah suatu kumpulan gejala yang menyebabkan gangguan fungsi mental. Gangguan ini bisa cukup parah, hingga dapat berdampak pada kegiatan sehari-hari.Hingga saat ini, penyebab penyakit Alzheimer belum diketahui secara pasti. Namun para ahli setuju, bahwa seperti halnya penyakit kronis yang lain, penyakit ini terjadi akibat berbagai macam faktor seperti usia, genetik atau keturunan, lingkungan, gaya hidup, dan penyakit lain yang dialami.Meski faktor risiko seperti umur dan gen tidak dapat diubah, tapi faktor risiko lainnya seperti tekanan darah tinggi dan kurangnya kesadaran untuk berolahraga teratur, dapat diubah. Perubahan gaya hidup dipercaya dapat membantu mengurangi risiko terjadinya penyakit Alzheimer.

Langkah-langkah pencegahan Alzheimer

Menjalani gaya hidup yang sehat merupakan kunci untuk pencegahan Alzheimer. Berikut ini langkah-langkah yang dapat Anda lakukan sebagai cara mencegah Alzheimer:

1. Olahraga Teratur

pencegahan alzheimer
Olahraga secara teratur sebagai salah langkah pencegahan Alzheimer pada lansia
Olahraga teratur dipercaya dapat membantu mengurangi risiko terjadinya penyakit Alzheimer dan demensia vaskular. Sebab, olahraga dapat memberikan manfaat untuk otak dengan meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak.Bahkan, dengan olahraga yang teratur, risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer dipercaya dapat berkurang hingga 50 persen. Olahraga juga dapat memperlambat kerusakan lebih jauh, bagi orang yang telah mengalami gangguan kognitif.

2. Tetap Bersosialisasi

Tidak hanya aktif secara fisik, aktivitas mental juga dipercaya dapat membantu mengurangi risiko terkena salah satu penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif pada lansia ini. Aktivitas mental bisa didapatkan apabila Anda aktif bersosialisasi dengan orang-orang sekitar.Hubungan antara koneksi sosial dan risiko Alzheimer hingga saat ini memang belum terlalu jelas. Namun para ahli berpendapat, hal ini mungkin disebabkan oleh interaksi sosial yang dapat memicu stimulasi untuk mempererat koneksi antara sel-sel saraf di otak.

3. Pola Makan Sehat

Pada penyakit Alzheimer, peradangan pada otak serta resistensi insulin yang terjadi, dapat merusak sel saraf dan mengganggu komunikasi antar sel otak. Menjalani pola makan yang sehat, dapat membantu mengurangi terjadinya peradangan dan melindungi otak.Anda dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah segar, gandum utuh, minyak zaitun, kacang-kacangan, ikan, unggas, telur, dan susu. Anda juga disarankan untuk mengurangi konsumsi alkohol dan daging merah, seperti daging sapi.

4. Tidur yang Cukup

Tidur yang cukup selama 7-8 jam per hari, dapat membantu mencegah Alzheimer. Sebab saat tidur, tubuh akan menghasilkan lebih banyak beta-amyloid, sejenis protein yang berguna untuk pembentukan memori. Tidur yang cukup juga dipercaya dapat membantu membuang racun-racun di otak.

5. Stimulasi Mental

pencegahan alzheimer
Bermain musik juga menjadi salah satu pencegahan Alzheimer
Orang yang rutin mempelajari hal-hal baru dan tetap aktif mengasah otak, memiliki risiko lebih kecil untuk terkena penyakit Alzheimer maupun demensia. Anda dapat melakukan aktivitas baru, misalnya mempelajari bahasa asing, belajar melukis, bermain musik, atau rajin membaca buku dan majalah.Selain itu, kegiatan seperti bermain puzzle, memecahkan teka teki, dan melatih memori, juga dipercaya dapat membantu menstimulasi mental.

6. Kurangi Stres

Cara mencegah Alzheimer lainnya adalah dengan mengendalikan stres. Stres yang terjadi secara terus-menerus, dapat menimbulkan berbagai kerusakan di otak. Mulai dari penyusutan di area memori, terhambatnya pertumbuhan sel, hingga peningkatan risiko terhadap penyakit Alzheimer dan demensia. Anda dapat melakukan langkah sederhana untuk meredakan stres, seperti meditasi dan yoga.

Tes Darah untuk Deteksi Alzheimer?

Belakangan ini, sebuah penelitian dilakukan untuk memprediksi gejala Alzheimer dengan mengukur perubahan kadar protein dalam darah, yang disebut rantai cahaya neurofilamen (NFL). Para peneliti dalam jurnal Nature Medicine mengungkap bahwa setiap kenaikan kadar protein bisa menjadi tanda awal risiko sebuah penyakit.Dalam hal ini diperlukan tes darah untuk mengetahui adanya penanda dalam darah yang memberikan indikasi hilangnya sel saraf di otak. Ketua peneliti, Mathias Jucker, yang merupakan seorang profesor biologi sel penyakit neurologis di Pusat Penyakit Neurodegeneratif Jerman juga mengatakan bahwa semakin banyak neurofilamen yang dimiliki seseorang dalam darah, semakin tinggi risiko kerusakan otak yang akan terjadi.Meskipun begitu, hingga saat ini masih belum ada obat Alzheimer yang benar-benar efektif. Jucker juga mengatakan bahwa tes penyakit Alzheimer yang satu ini merupakan sebuah proses yang masih harus diuji secara studi klinis untuk memungkinkan para peneliti dalam memantau efektivitas perawatan baru sebelum para pasien mulai menunjukkan gejala Alzheimer dengan mengukur bagaimana tingkat protein dipengaruhi.

Sebagai penyakit yang cukup banyak diderita oleh lansia, Alzheimer perlu dicegah secara tepat sejak usia muda. Jika sejak awal pola hidup yang dilakukan sudah tidak sehat, maka secara tidak langsung akan meningkatkan risiko timbulnya gejala Alzheimer. Masa tua tidak harus selalu identik dengan pikun, bukan?Untuk mengetahui lebih lanjut seputar pencegahan Alzheimer, Anda bisa tanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play. 
gangguan lansiakesehatan lansiaalzheimerdemensialansia
Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/alzheimers-dementia-aging/preventing-alzheimers-disease.htm/
Diakses pada 8 April 2019
Alzheimer’s Association. https://www.alz.org/alzheimers-dementia/research_progress/prevention
Diakses pada 8 April 2019
Harvard Health Publishing, Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/alzheimers-and-dementia/what-can-you-do-to-avoid-alzheimers-disease
Diakses pada 8 April 2019
Psychiatry. https://www.psychiatry.org/patients-families/alzheimers/what-is-alzheimers-disease
Diakses pada 8 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait