Olahraga teratur dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit Alzheimer hingga 50 persen pada lansia
Bersosialisasi dengan orang-orang di sekitar bisa mencegah penyakit Alzheimer pada lansia.

Penyakit Alzheimer merupakan salah satu kondisi yang disebabkan oleh kerusakan saraf. Kondisi ini merupakan salah satu bentuk paling umum dari demensia. Yang dimaksud dengan demensia adalah suatu kumpulan gejala penyebab gangguan fungsi mental. Gangguan ini bisa cukup parah, hingga dapat berdampak pada kegiatan sehari-hari.

Penyakit Alzheimer dapat merusak ingatan seseorang dan mengganggu kemampuannya untuk mempelajari baru, mempertimbangkan hal-hal tertentu, berkomunikasi, hingga melakukan aktivitas harian. Beruntung, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko Anda terkena penyakit ini.

Namun sebelumnya, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu penyebab penyakit ini, agar tindakan pencegahan yang dilakukan dapat efektif. Berikut ini penyebab serta cara mencegah penyakit Alzheimer yang tepat untuk Anda.

Penyebab Penyakit Alzheimer

Hingga saat ini, penyebab dari penyakit Alzheimer belum diketahui secara pasti. Namun para ahli setuju, bahwa seperti halnya penyakit kronis yang lain, penyakit ini terjadi akibat berbagai macam faktor seperti usia, genetik atau keturunan, lingkungan, gaya hidup, dan penyakit lain yang dialami.

Meski faktor risiko seperti umur dan gen tidak dapat diubah, tapi faktor risiko lainnya seperti tekanan darah tinggi dan kurangnya kesadaran untuk berolahraga teratur, dapat diubah. Perubahan gaya hidup dipercaya dapat membantu mengurangi risiko terjadinya penyakit Alzheimer.

Pencegahan Penyakit Alzheimer

Menjalani gaya hidup yang sehat merupakan kunci untuk mengurangi risiko Anda terkena penyakit Alzheimer. Berikut ini langkah-langkah yang dapat Anda lakukan agar dapat terhindar dari penyakit ini.

1. Olahraga Teratur

Olahraga teratur dipercaya dapat membantu mengurangi risiko terjadinya penyakit Alzheimer dan demensia vaskular. Sebab, olahraga dapat memberikan manfaat untuk otak dengan meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak.

Bahkan, dengan olahraga yang teratur, risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer dipercaya dapat berkurang hingga 50 persen. Olahraga juga dapat memperlambat kerusakan lebih jauh, bagi orang yang telah mengalami gangguan kognitif.

2. Tetap Bersosialisasi

Tidak hanya aktif secara fisik, aktivitas mental juga dipercaya dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit Alzheimer. Aktivitas mental bisa didapatkan apabila Anda aktif bersosialisasi dengan orang-orang sekitar.

Hubungan antara koneksi sosial dan risiko Alzheimer hingga saat ini memang belum terlalu jelas. Namun para ahli berpendapat, hal ini mungkin disebabkan oleh interaksi sosial yang dapat memicu stimulasi untuk mempererat koneksi antara sel-sel saraf di otak.

3. Pola Makan Sehat

Pada penyakit Alzheimer, peradangan pada otak serta resistensi insulin dapat merusak sel saraf, dan mengganggu komunikasi antar sel otak. Menjalani pola makan yang sehat, dapat membantu mengurangi terjadinya peradangan dan melindungi otak.

Anda dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah segar, gandum utuh, minyak zaitun, kacang-kacangan, ikan, unggas, telur, dan susu. Anda juga disarankan untuk mengurangi konsumsi alkohol dan daging merah, seperti daging sapi.

4. Stimulasi Mental

Orang yang rutin mempelajari hal-hal baru dan tetap aktif mengasah otak, memiliki risiko lebih kecil untuk terkena penyakit Alzheimer maupun demensia. Anda dapat melakukan aktivitas baru, misalnya mempelajari bahasa asing, belajar melukis, atau rajin membaca buku dan majalah.

Selain itu, kegiatan seperti bermain puzzle, memecahkan teka teki, dan melatih memori, juga dipercaya dapat membantu menstimulasi mental.

5. Tidur yang Cukup

Tidur yang cukup selama 7-8 jam per hari, dapat membantu mencegah Alzheimer. Sebab saat tidur, tubuh akan menghasilkan lebih banyak beta-amyloid, sejenis protein yang berguna untuk pembentukan memori. Tidur yang cukup juga dipercaya dapat membantu membuang racun-racun di otak.

6. Kurangi Stres

Stres yang terjadi secara terus-menerus, dapat menimbulkan berbagai kerusakan di otak. Mulai dari penyusutan di area memori, terhambatnya pertumbuhan sel, hingga peningkatan risiko terhadap penyakit Alzheimer dan demensia. Anda dapat melakukan langkah sederhana untuk meredakan stres, seperti meditasi dan yoga.

Sebagai penyakit yang cukup banyak diderita oleh lansia, Alzheimer perlu dicegah secara tepat sejak usia muda. Masa tua tidak harus selalu identik dengan pikun, bukan?

Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/alzheimers-dementia-aging/preventing-alzheimers-disease.htm/
Diakses pada 8 April 2019

Alzheimer’s Association. https://www.alz.org/alzheimers-dementia/research_progress/prevention
Diakses pada 8 April 2019

Harvard Health Publishing, Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/alzheimers-and-dementia/what-can-you-do-to-avoid-alzheimers-disease
Diakses pada 8 April 2019

Psychiatry. https://www.psychiatry.org/patients-families/alzheimers/what-is-alzheimers-disease
Diakses pada 8 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed