logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Cara Mencegah Mastitis pada Ibu Menyusui, dari Sering Pompa hingga Sapih Perlahan

open-summary

Cara mencegah mastitis pada ibu menyusui bisa dilakukan terutama dengan menjaga kebersihan payudara, tidak menggunakan pakaian ketat, sering menyusui dan pompa ASI, sampai menerapkan sapih bayi secara perlahan. Ini bisa mencegah penumpukan ASI pada payudara yang sebabkan mastitis.


close-summary

15 Jan 2023

| Rena Widyawinata

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

cara mencegah mastitis

Memompa ASI dan menyusui rutin bisa jadi cara mencegah mastitis

Table of Content

  • Apa itu mastitis? 
  • Cara mencegah mastitis
  • Gejala mastitis

Mastitis adalah suatu kondisi yang biasanya menyerang ibu menyusui. Gejala yang muncul bisa berupa nyeri payudara, kemerahan, bengkak, terasa terbakar, hingga demam. Namun, ada cara mencegah mastitis yang bisa Anda lakukan agar proses menyusui berjalan dengan lancar.

Advertisement

Apa itu mastitis? 

Mastitis adalah peradangan pada payudara yang umum terjadi pada ibu menyusui. Salah satu penyebab mastitis adalah infeksi bakteri. Bakteri ini dapat masuk dari mulut bayi ke saluran payudara melalui celah puting susu.

Selain itu, peradangan juga dapat terjadi tanpa infeksi. Salah satu hal yang dapat menyebabkan payudara mengalami mastitis adalah jadwal menyusui atau mengeluarkan ASI yang tidak teratur.

Hal ini menyebabkan terjadinya pembengkakan pada payudara dan menyebabkan saluran payudara tersumbat sehingga terjadi mastitis. 

Selain itu, beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko mastitis, antara lain:

  • Stres
  • Kelelahan
  • Nutrisi yang buruk
  • Olahraga berat

Pada wanita sehat, mastitis lebih jarang terjadi. Namun, wanita yang memiliki penyakit kronis, diabetes, gangguan sistem kekebalan tubuh, ataupun AIDS, lebih rentan mengalami masalah ini. 

Cara mencegah mastitis

Mastitis bisa dihindari dengan cara menyusui yang benar. Berikut ini adalah beberapa cara mencegah mastitis yang bisa Anda lakukan:

1. Sering menyusui dengan jadwal yang teratur

Salah satu penyebab mastitis adalah tersumbatnya saluran ASI. Untuk mencegah sumbatan dan mastitis, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menyusui secara rutin.

Menyusui dapat mengosongkan payudara sehingga kemungkinan saluran susu tersumbat lebih rendah. Berikanlah ASI untuk bayi Anda selama 3-4 jam sekali selama 24 jam.

2. Memompa ASI

Apabila belum jadwal menyusui bayi, Anda bisa mengosongkan payudara dengan memompa ASI kapan pun payudara terasa penuh.

Cara ini dapat membantu mengosongkan payudara di luar jadwal menyusui. Waktu yang tepat untuk memompa ASI menyesuaikan jadwal menyusui bayi.

3. Kosongkan payudara secara bergantian

Salah satu upaya pencegahan mastitis yang bisa dilakukan adalah dengan mengosongkan ASI pada satu payudara terlebih dulu sebelum beralih ke payudara yang lain. Jadi, pastikan salah satu payudara kosong dulu, baru pindahkan anak Anda ke sisi payudara lainnya.

Hal ini bisa mencegah saluran susu pada satu payudara tidak tersumbat.

4. Jangan gunakan bra ketat

Pakaian, terutama bra, yang terlalu ketat dan sesak ternyata mampu memicu mastitis. Hal ini dikarenakan payudara tertekan oleh bra. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko saluran susu tersumbat dan menyebabkan mastitis.

5. Mengonsumsi suplemen lecithin

Salah satu cara mencegah mastitis yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengonsumsi suplemen lecithin. Menurut Drugs and Lactation Database, asupan lecithin diketahui dapat membantu mencegah sekaligus mengobati saluran susu yang tersumbat.

Walau demikian, Anda sebaiknya tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Meski belum ada asupan dosis pasti lecithin untuk mencegah mastitis, Canadian Breast-Feeding Foundation menyebutkan 1.200 mg, empat kali sehari, adalah dosis yang dianjurkan.

Akan lebih baik, jika Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter.

Selain suplemen, Anda bisa mengonsumsi makanan yang mengandung lecithin, seperti kuning telur, kedelai, biji-bijian, kacang-kacangan, daging, makanan laut, sayuran hijau, dan susu.

6. Menyapih perlahan

Menyapih bayi juga jadi salah satu fase yang membuat ibu menyusui berisiko mengalami mastitis. Ini karena ASI yang biasanya dikeluarkan, kemudian berhenti karena proses menyapih bayi. Hal ini menyebabkan saluran susu lebih rentan tersumbat.

Salah satu cara mencegah mastitis saat fase menyapih adalah dengan menyapihnya secara perlahan. Menyapih terlalu cepat dapat membuat produksi ASI yang masih banyak menumpuk di payudara dan meningkatkan risiko saluran ASI tersumbat.

Menyapih secara perlahan dapat membuat asupan ASI berkurang secara bertahap. Dengan demikian, payudara juga tidak menjadi terlalu penuh dan mencegah bengkak.

7. Memijat payudara

Sebuah penelitian dalam jurnal Cochrane menyebutkan pijat payudara bukan hanya bisa mengatasi mastitis tapi juga bisa mencegahnya. 

Pijat payudara memang lebih populer untuk mengatasi mastitis. Namun, penelitian yang dilakukan pada sekitar 3.000 ibu menyusui tersebut diketahui juga dapat membantu mencegah peradangan payudara lebih baik dibanding perawatan biasa.

Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai cara ini.

8. Menjaga kebersihan sebelum menyusui

Salah satu penyebab mastitis adalah infeksi bakteri. Untuk mencegah infeksi bakteri, Anda perlu menjaga kebersihan diri sebelum dan setelah menyusui atau memompa ASI. 

Pastikan Anda mencuci tangan sebelum memerah ASI atau menyusui. Selain itu, bersihkan juga puting dan mulut bayi sebelum menyusui.

9. Merawat area payudara

Untuk mencegah mastitis, Anda juga perlu merawat area payudara agar puting tidak sampai lecet, kering, atau pecah-pecah. Pasalnya, ini meningkatkan risiko bakteri dapat masuk dan menyebabkan infeksi.

Salah satu cara merawat area payudara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengoleskan krim payudara. Pilihlah krim payudara yang mengandung lanolin atau vitamin E untuk menjaga kelembapan area payudara.

Krim ini juga dapat membantu meredakan puting lecet dan membuat cepat sembuh.

Selain cara-cara di atas, Anda juga perlu memastikan mulut bayi melekat dengan sempurna ke puting. Anda juga harus menerapkan gaya hidup sehat, termasuk memperhatikan asupan makanan.

Asupan makanan bukan hanya berguna menambah kandungan ASI tapi juga membantu meningkatkan sistem imun ibu menyusui. Saat sistem imun meningkat, tubuh akan lebih mampu mencegah infeksi bakteri sehingga risiko mastitis pun menurun.

Gejala mastitis

Sekalipun telah melakukan berbagai upaya pencegahan, bisa saja peradangan payudara tetap terjadi. Beberapa gejala mastitis yang mungkin Anda rasakan, antara lain:

  • Payudara terasa lembut dan hangat saat disentuh
  • Payudara bengkak
  • Muncul benjolan di payudara
  • Jaringan payudara menebal
  • Nyeri atau ada sensasi terbakar yang terus menerus dirasakan saat menyusui
  • Kulit kemerahan 
  • Payudara sakit
  • Demam tinggi

Anda bisa mencoba berbagai cara mengatasi mastitis, seperti pijat payudara. Atau Anda juga bisa mengunjungi konselor laktasi untuk melakukan pijat payudara sekaligus mendapatkan pengobatan yang tepat.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter lewat chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ dan segera ke pusat pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Jika Anda ingin melengkapi keperluan ibu menyusui, kunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

bayi & menyusuimenyusuimastitis

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 24 Jam

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved