Cara Mencegah Anemia, Ini Kombinasi Makanan yang Direkomendasikan dan Tidak


Pola makan bisa jadi salah satu kunci cara mencegah anemia. Sebab, penyakit anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, vitamin B, dan juga vitamin C.

(0)
27 Jun 2021|Azelia Trifiana
Mengonsumsi daging bisa membantu mencegah anemiaMengonsumsi daging bisa membantu mencegah anemia
Pola makan bisa jadi salah satu kunci cara mencegah anemia. Sebab, penyakit anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, vitamin B, dan juga vitamin C.Selain itu, inti dari cara mencegah penyakit anemia adalah memastikan tubuh mendapat cukup asupan zat besi. Inilah yang akan merangsang adanya hemoglobin sehingga produksi sel darah merah bisa optimal.

Cara mencegah anemia

Dalam mengatasi anemia, dokter kerap kali menyarankan perubahan pola makan. Ada kombinasi makanan kaya vitamin dan mineral tertentu, utamanya zat besi.Namun, menarik diingat bahwa zat besi dalam makanan terbagi menjadi 2 yaitu heme dan nonheme. Jenis zat besi heme bisa ditemukan di olahan hewani seperti daging sapi, daging unggas, dan makanan laut.Sementara zat besi nonheme berasal dari tanaman dan makanan yang terfortifikasi dengan zat besi.Di antara kedua jenis di atas, tubuh lebih mudah menyerap jenis zat besi dari hewani. Idealnya, konsumsi setiap harinya adalah 10 miligram untuk laki-laki dan 12 miligram untuk perempuan.Lalu, apa saja makanan yang bisa jadi cara mencegah penyakit anemia?

1. Sayuran berdaun hijau

Jenis sayuran dengan warna daun hijau gelap merupakan sumber zat besi nonheme terbaik. Contohnya adalah bayam, kale, collard green, Swiss chard, dan juga dandelion greens.Selain itu, ingat bahwa sayuran kaya zat besi seperti bayam dan kale juga tinggi senyawa oksalat. Ini dapat mengikat zat besi sehingga justru mencegah penyerapan zat besi nonheme. Jadi, sebaiknya jangan hanya mengandalkan makanan ini untuk mengatasi anemia, namun kombinasikan juga dengan jenis makanan lain.Tambahkan asupan vitamin C seperti jeruk, paprika, dan stroberi sembari mengonsumsi sayuran hijau. Dengan demikian, penyerapan zat besi pun bisa jadi makin optimal.

2. Daging

daging giling
Konsumsi daging untuk dapatkan zat besi
Sumber protein hewani seperti daging unggas dan daging sapi juga kaya zat besi. Contoh terbaik adalah daging merah dan daging domba. Sementara daging unggas seperti ayam mengandung kadar zat besi lebih rendah.

3. Daging organ

Jangan ragu mengonsumsi daging organ seperti ati, lidah sapi, dan juga ampela. Banyak orang yang berpikir dua kali sebelum mengonsumsinya karena ada miskonsepsi seputar daging organ. Padahal, ini merupakan sumber zat besi sekaligus folat yang sangat baik.

4. Makanan laut

ikan mahi-mahi
Ikan mahi-mahi
Beberapa makanan laut juga kaya akan zat besi. Bukan hanya ikan, namun juga hewan laut bercangkang seperti kerang, kepiting, udang, tiram, dan juga kerang kampak. Sementara untuk ikan, rekomendasinya yang kaya zat besi adalah tuna, mahi-mahi, salmon, dan makarel.Menariknya, sarden meski kaya akan zat besi juga tinggi kalsium. Adanya kalsium ini bisa mengikat zat besi dan menghambat tubuh dalam penyerapannya. Jadi, sebaiknya jangan konsumsi zat besi bersamaan dengan kalsium.Contoh makanan dan minuman tinggi kalsium seperti susu, yogurt, keju, dan tahu.

5. Kacang-kacangan

kacang almond
Kacang almond
Penyakit anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan seperti kacang-kacangan. Ini juga bisa jadi alternatif bagi mereka yang vegetarian. Contohnya bisa berupa kacang kedelai, kacang garbanzo, kacang merah, kacang tunggak, dan kacang polong.

6. Biji-bijian

Anda juga bisa menambahkan asupan zat besi dengan mengonsumsi kacang atau sebagai taburan di salad dan yogurt. Beberapa jenis biji-bijian yang kaya zat besi adalah:
  • Biji labu kuning
  • Pistachio
  • Biji bunga matahari
  • Hempseed
  • Kacang pinus
Sementara almond sebaiknya tidak dikonsumsi khusus untuk meningkatkan kadar zat besi karena kandungan kalsiumnya juga tinggi. Artinya, proses penyerapan zat besi pun menjadi kurang optimal.Tak kalah penting, sebaiknya hindari konsumsi makanan tinggi zat besi dengan jenis makanan atau minuman yang justru menahan penyerapannya. Ini termasuk kopi, teh, telur, makanan tinggi kalsium, serta makanan tinggi oksalat.Di sisi lain, untuk memaksimalkan penyerapan bisa dengan mengonsumsi makanan tinggi betakaroten seperti buah bit, makanan kaya vitamin C, atau mengonsumsi zat besi heme dan nonheme secara bersamaan.

Catatan dari SehatQ

Meski rancangan pola makan untuk penderita anemia berbeda-beda, sebagian besar memerlukan asupan zat besi sekitar 150-200 miligram per hari. Dokter juga mungkin meresepkan suplemen zat besi hingga level hemoglobin optimal sebagai cara mencegah anemia.Tidak ada satu jenis makanan khusus yang bisa menyembuhkan anemia. Namun, mengonsumsi berbagai menu kaya zat besi mulai dari sayuran, daging, makanan laut, serta makanan laut bisa jadi cara menambah kadar zat besi dalam tubuh.Sementara untuk suplemen, pastikan sudah berdiskusi dengan dokter sebelum menentukan mana yang paling efektif.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar apakah pola makan Anda telah mencukupi kebutuhan zat besi atau belum, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
anemiaanemia defisiensi besianemia sel sabit
Healthline. https://www.healthline.com/health/best-diet-plan-for-anemia
Diakses pada 14 Juni 2021
NIH. https://newsinhealth.nih.gov/2014/01/avoiding-anemia
Diakses pada 14 Juni 2021
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=117312
Diakses pada 14 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait