logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Sex & Relationship

Kenali Perasaan Wanita Setelah Bercerai dan 8 Cara Menata Hati

open-summary

Tidak lagi tabu, seseorang yang ingin bercerai karena tidak bahagia dalam pernikahannya adalah hal manusiawi. Pilihannya adalah bercerai atau bertahan. Satu yang pasti, jangan diputuskan berlandaskan emosi dan sebaiknya melewati proses pertimbangan sebelum bercerai.


close-summary

17 Agt 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Menata hati setelah bercerai

Menata hati setelah bercerai

Table of Content

  • Cara menata kehidupan setelah bercerai
  • Catatan dari SehatQ

Miris namun fakta, perempuan cenderung mendapat label negatif dari masyarakat ketika menjadi janda. Padahal, bisa saja keputusan untuk bercerai adalah yang terbaik demi kesehatan dan kewarasan diri sendiri. Mengingat kehidupan tidak akan lagi sama, penting memprioritaskan perasaan wanita setelah bercerai agar tetap stabil.

Advertisement

Kunci awal yang harus dilakukan adalah melakukan validasi terhadap emosi dan perasaan. Jangan menghindari atau denial tentang apa yang dirasakan. Di saat yang sama, jangan terlalu mendengarkan komentar orang lain karena mereka tidak tahu situasi sebenarnya.

Cara menata kehidupan setelah bercerai

Keputusan bercerai tentu membawa perubahan yang signifikan. Perasaan wanita setelah bercerai pun bagaikan rollercoaster, bisa naik turun secara drastis. Kebiasaan yang sudah berjalan bertahun-tahun tiba-tiba harus berubah.

Lalu, bagaimana cara menata kehidupan setelah bercerai?

1. Bangun kecerdasan emosional

Pertama-tama, terima emosi dan perasaan yang muncul. Sebab, inilah yang diperlukan untuk bisa move on secara positif. Jangan hanya menekan atau menyembunyikan perasaan karena justru menyulitkan diri sendiri.

Bahkan, dari berbagai emosi dan perasaan yang muncul itulah seseorang bisa berkembang. Ada pelajaran yang bisa diambil.

2. Bergabung dengan kelompok

Ada banyak support group untuk wanita setelah bercerai atau single parent. Dengan membuka koneksi terhadap orang-orang baru dan berada dalam kondisi serupa, ini dapat membantu memahami situasi lebih jernih.

Selain support group, bisa juga dengan bertemu kelompok yang secara berkala bertemu dengan terapis. Ini dapat membantu menjadi wadah bercerita sehingga tidak merasa cemas berlebih.

Ini penting karena salah satu perasaan wanita setelah bercerai bisa saja merasa terisolasi. Mereka merasa tidak lagi diterima di masyarakat juga mungkin terjadi, mengingat ada label negatif yang melekat pada seorang janda.

3. Fokus pada self-love

Setelah berhasil mengambil keputusan berani untuk bercerai, saatnya fokus untuk mencintai diri sendiri. Tidak ada waktu lebih baik ketimbang sekarang untuk kembali melihat diri sendiri dan memenuhi kebutuhan. Sebab, yang paling penting saat ini adalah fisik dan mental yang sehat.

Terlebih bagi perempuan yang selama ini terjebak dalam pernikahan toxic atau kerap mendapatkan kekerasan, inilah saat yang tepat untuk memulihkan diri. Bisa juga mencoba berdamai dengan diri sendiri lewat menulis jurnal.

4. Buat beberapa target

Setelah memasuki fase baru kehidupan setelah bercerai, Anda boleh saja membuat beberapa target. Tapi tentu saja, jangan berlebihan dan justru menjadi beban tersendiri. Tentukan apa yang menjadi tujuan hidup.

Mungkin dengan mempertimbangkan pekerjaan yang dijalani, menjajal hobi baru, atau menambah skill agar merasa semakin bermanfaat. Sesuaikan target dengan kondisi diri sendiri.

5. Komunikasikan dengan anak

Bagi yang bercerai dari pernikahan dengan anak, jangan lupa untuk komunikasikan kepada mereka apa yang terjadi. Semulus apapun proses perceraian, ini pasti berdampak besar bagi anak-anak secara signifikan.

Jangan pernah berbicara hal buruk atau menjelekkan mantan pasangan di depan anak-anak. Beri mereka pemahaman seputar proses yang terjadi. Tekankan bahwa kondisi ini tidak akan mengurangi rasa sayang dan cinta kepada mereka.

6. Siapkan ekspektasi

Hidup tidak selalu berjalan sesuai ekspektasi. Oleh sebab itu agar tidak merasa kecewa, persiapkan diri dengan perubahan dari sekitar. Salah satunya adalah kehilangan teman-teman.

Ini wajar dan tak perlu menjadi beban pikiran. Teman-teman yang ada saat Anda masih menikah dengan saat sudah bercerai bisa saja berbeda. Ada pula yang mungkin menjauh karena tidak mendukung keputusan Anda untuk berpisah.

Tak masalah asalkan tidak bermusuhan. Masih ada banyak cara lain untuk mendapatkan teman baru yang tidak mudah menghakimi.

7. Mencoba berkencan

Jika sudah siap dan merasa ingin kembali berkenalan dengan orang baru, tak ada salahnya mencoba berkencan. Bisa dengan dikenalkan teman atau lewat dating site online. Internet menjadi wadah yang tepat untuk bertemu orang lain dengan ketertarikan yang sama.

Namun tentu harus hati-hati. Ada banyak predator dan penjahat yang berkedok sebagai orang normal ketika berinteraksi di aplikasi dating online. Belum lagi risiko penipuan seperti catfishing yang rentan terjadi. Bekali diri dengan cukup ilmu dan tetap waspada untuk menghindarinya.

8. Berhenti menyalahkan situasi

Sekali dua kali, tentu ada pikiran menyalahkan situasi ketika telah berpisah. Ini adalah perasaan wanita setelah bercerai yang sangat manusiawi. Namun, sebaiknya jangan terjebak dalam situasi ini.

Tak perlu menyalahkan diri sendiri atau menekuri apa yang seharusnya dilakukan demi mengembalikan situasi seperti semula.

Justru sebaliknya, lihat apa hal baik yang terjadi setelah Anda berani mengambil keputusan untuk berpisah. Ini penting karena ketika memaksakan berada di pernikahan yang tidak sehat, baik Anda maupun anak-anak bisa terdampak.

Baca Juga

  • 9 Tanda-Tanda Siap Nikah, Bukan Sekadar Urusan Usia
  • Dampak Hubungan Backstreet untuk Mental Tak Bisa Disepelekan
  • Ini 9 Penyebab Pria Ilfeel pada Wanita yang Perlu Dicatat

Catatan dari SehatQ

Beberapa hal di atas bisa coba dilakukan saat menjalani kehidupan setelah bercerai. Namun ketika situasi semakin terasa tak terkendali dan membuat Anda merasa cemas berlebih bahkan depresi, sebaiknya cari orang untuk berbicara.

Sosok yang bisa diajak berbicara haruslah netral dan bisa dipercaya. Bisa teman dekat, saudara, atau terapis profesional.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar dampak perceraian terhadap anak-anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

hubungan seksualmempertahankan pernikahanmenjalin hubungan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved