Cara Menaikkan Peranakan yang Turun Baik Medis Maupun Tidak

(0)
07 Jul 2020|Azelia Trifiana
Melakukan senam kegel secara berkala dapat membantu masalah peranakan yang turunSenam kegel dapat membantu menaikkan peranakan yang turun
Perempuan bisa mengalami peranakan turun, ketika ligamen, otot, dan juga jaringan penyangga di rongga panggul melemah. Pemicunya bisa karena kondisi medis seperti turunnya kandung kemih, usus halus menekan vagina, atau adanya tonjolan di lubang vagina belakang. Jika masih ringan, cara menaikkan peranakan yang turun bisa dilakukan lewat latihan berkala.Biasanya, peranakan yang turun terdeteksi ketika dokter memeriksa kondisi panggul. Pada kondisi ringan, biasanya peranakan turun terindikasi ketika seseorang mengalami kesulitan menahan buang air kecil atau muncul rasa nyeri di punggung.

Cara menaikkan peranakan yang turun

Berdasarkan tingkat keparahannya, peranakan turun dibagi menjadi empat tingkat yaitu:
  • Tingkat pertama: leher rahim turun ke arah vagina
  • Tingkat kedua: leher rahim turun hingga batas mulut vagina
  • Tingkat ketiga: leher rahim sampai keluar dari vagina
  • Tingkat keempat: seluruh rahim keluar dari vagina
Jika hanya sedikit atau bahkan tidak ada gejala yang dirasakan., beberapa cara untuk mencegah peranakan yang turun lebih parah bisa dilakukan sendiri berupa:

1. Senam kegel

Melakukan senam kegel secara rutin dapat membantu memperkuat otot panggul. Sebelum melakukan senam kegel di rumah, pastikan sudah tahu betul mana otot yang akan dilatih agar hasilnya efektif. Otot dasar panggul adalah otot yang bekerja ketika sedang menahan urine.Dari waktu ke waktu, coba latihan senam kegel secara berkala. Temukan tempat yang nyaman untuk melakukannya. Jika sudah terbiasa, maka durasi latihan senam kegel bisa ditambah dan bisa dilakukan kapan saja.

2. Mengurangi berat badan

Faktor berat badan berlebih juga bisa berpengaruh terhadap kondisi peranakan turun. Untuk itu, cara menaikkan peranakan yang turun bisa dilakukan dengan mengurangi berat badan. Jalani program diet yang tepat serta selektif terhadap makanan dan jumlah kalori yang masuk ke tubuh.

3. Konsumsi makanan berserat tinggi

Konstipasi atau sembelit bisa menyebabkan peranakan turun menjadi semakin parah karena aktivitas mengedan yang berlebihan. Untuk itu, pilih makanan berserat tinggi untuk membantu proses cerna menjadi lebih lancar. Ini selaras pula dengan program pengurangan berat badan karena serat tinggi membuat seseorang merasa kenyang lebih lama.

4. Hindari mengangkat beban terlalu berat

Jika peranakan terindikasi mengalami penurunan, sebisa mungkin hindari mengangkat beban terlalu berat. Hal ini bisa menyebabkan otot panggul ikut bekerja terlalu keras dan membuat peranakan semakin turun. Jika terpaksa, sebaiknya minta bantuan orang lain atau bagi beban menjadi lebih ringan dan diangkat secara repetitif.

5. Pesarium

Ada alat bernama pesarium berupa plastik atau cincin karet yang bisa dimasukkan ke dalam vagina. Cara kerja alat ini adalah untuk menyokong jaringan yang menonjol. Penggunaan pesarium ini harus sesuai dengan instruksi dan dibersihkan secara berkala.

6. Operasi

Jika peranakan turun mengakibatkan rasa nyeri dan mengganggu aktivitas, maka perlu dilakukan prosedur pembedahan. Dokter akan merekomendasikan operasi laparoskopi untuk memperbaiki kondisi jaringan dasar panggul yang melemah. Operasi bisa dilakukan lewat vagina atau perut. Dokter akan melakukan cangkok jaringan atau material sintetis untuk memperkuat struktur dasar panggul. Operasi akan dilakukan dengan mempertimbangkan usia, rencana kehamilan, dan kondisi kesehatan secara umum.

7. Histerektomi

Selain operasi laparoskopi, cara mengatasi peranakan yang turun bisa dilakukan lewat prosedur histerektomi. Ini adalah prosedur mengangkat rahim dari tubuh. Umumnya, histerektomi aman dilakukan namun tetap ada risiko komplikasi apabila operasi dilakukan.

Gejala peranakan turun

Cara menaikkan peranakan yang turun bergantung pada seberapa parah kondisinya. Biasanya, ada beberapa gejala yang muncul ketika peranakan turun seperti:
  • Sensasi seperti duduk di atas bola
  • Keluar darah dari vagina
  • Volume cairan vagina yang keluar semakin banyak
  • Masalah ketika berhubungan seksual
  • Perasaan berat di panggul
  • Konstipasi
  • Infeksi kandung kemih terus terjadi
  • Inkontinensia urine
Apabila muncul gejala-gejala seperti di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Tujuannya untuk tahu seberapa parah kondisinya dan bisa segera diatasi secara efektif.Umumnya, faktor risiko mengalami peranakan turun meningkat ketika usia bertambah dan hormon estrogen menurun. Hormon estrogen termasuk salah satu yang berperan dalam menjaga kekuatan otot panggul. Kerusakan otot panggul akibat kehamilan dan persalinan juga bisa menyebabkan peranakan turun.
kesehatan wanitapenyakit rahimhidup sehat
Healhtline. https://www.healthline.com/health/uterine-prolapse
Diakses pada 21 Juni 2020
WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/prolapsed-uterus#1
Diakses pada 21 Juni 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-prolapse/diagnosis-treatment/drc-20353464#:~:text=Self%2Dcare%20measures%20include%20performing,be%20removed%20regularly%20for%20cleaning.
Diakses pada 21 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait