7 Cara Memulai Pembicaraan, Mana yang Boleh dan Tidak?


Bagi sebagian orang memulai pembicaraan adalah hal yang sangat sulit. Terlebih bagi mereka yang pemalu atau memiliki gangguan kecemasan. Namun, cara memulai pembicaraan dapat dipelajari. Dapat dilakukan dengan berpikir positif.

(0)
09 Apr 2021|Azelia Trifiana
Memulai pembicaraan adalah kemampuan yang dapat dipelajariMemulai pembicaraan adalah kemampuan yang dapat dipelajari
Sebenarnya tidak ada definisi pasti kapan seseorang disebut pemalu atau berani. Itu relatif. Namun yang pasti, bagi orang yang memiliki gangguan kecemasan, cara memulai pembicaraan bisa jadi hal yang sangat sulit.Terlepas dari kondisi ini, tahu cara menempatkan diri ketika harus berkomunikasi dengan orang lain adalah skill sosial yang perlu dimiliki. Akan selalu ada masa ketika hal ini diperlukan, baik dalam situasi formal maupun informal.

Cara memulai pembicaraan

Bagi orang yang kerap menghadapi kesulitan dalam menemukan cara memulai pembicaraan, ada beberapa strategi yang bisa dicoba:

1. Berpikir positif

Kerap kali, hal yang membuat seseorang merasa gentar atau ragu memulai pembicaraan adalah takut berbuat kesalahan. Merasa khawatir terus menerus malah akan jadi penghalang bagi Anda. Ubah menjadi pikiran positif.Ingat pula bahwa ketika Anda sibuk dengan kekhawatiran akan salah berbicara, ini akan mengalihkan fokus dari apa yang tengah diperbincangkan. Jadi, akan jauh lebih baik fokus pada apa yang diucapkan lawan bicara dan respons tanpa khawatir berlebihan.

2. Tarik napas panjang

Dalam berbagai konteks, menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan sangat ampuh mengatasi kepanikan. Oleh karena itu, sebisa mungkin coba lakukan hal ini saat tegang agar bisa merasa lebih tenang. Tetaplah rileks dan biarkan percakapan mengalir dengan sendirinya.

3. Perkenalan diri

Cara memulai pembicaraan paling mudah ketika berada dalam situasi orang-orang baru adalah dengan memperkenalkan diri. Tak hanya itu, cara ini juga akan memberikan ruang bagi lawan bicara untuk melakukan hal serupa. Setelah itu, mulailah menanyakan hal sederhana atau observasi singkat sebagai bahan diskusi lebih lanjut.

4. Komentar positif

Sebisa mungkin, mulai percakapan dengan nada antusias dan positif. Jangan melakukan observasi negatif maupun komplain. Apapun situasinya, cari kalimat yang positif. Jika tidak bisa, akan lebih baik tetap diam. Jangan lupa sampaikan kepada lawan bicara bahwa Anda menikmati pembicaraan ini.Tak perlu memberikan komentar terlalu dalam. Bahkan, pertanyaan atau komentar sederhana seputar hal yang tengah disaksikan, cuaca, atau sekadar interior ruangan juga bisa jadi ide percakapan.

5. Meminta bantuan

Ide lain untuk memulai pembicaraan bisa dengan meminta bantuan sederhana. Apapun itu, mulai dari bertanya seputar jam hingga agenda acara yang tengah dihadiri. Kelebihan dari pendekatan semacam ini adalah bisa memancing bergulirnya percakapan lebih jauh lagi, tentang topik yang berbeda.Artinya, akan terbentuk semacam kontrak sosial timbal balik antara Anda dan lawan bicara. Jangan lupa untuk berterima kasih sekaligus memperkenalkan diri setelah lawan bicara memberikan bantuan.

6. Perhatikan bahasa tubuh

Menariknya, bahasa tubuh merupakan cara menunjukkan respek kepada orang lain yang paling penting. Bahkan, ini adalah cara komunikasi untuk menunjukkan ketertarikan hingga emosi yang tengah dirasakan.Bagi Anda yang kerap kesulitan menemukan cara memulai pembicaraan, coba tunjukkan bahasa tubuh positif terlebih dahulu seperti berdiri nyaman dan kontak mata.Di sisi lain, bahasa tubuh yang perlu dihindari adalah berbicara tanpa melihat ke arah lawan, tubuh merosot dan tidak tegap, hingga cemberut. Ini justru akan membuat lawan bicara merasa membosankan atau tidak menarik.

7. Hindari topik sensitif

Penting untuk mengingat bahwa topik yang sensitif seperti pilihan politik, gosip, keluhan, atau lelucon yang bersifat menyerang sebaiknya tidak menjadi topik pembicaraan. Justru, ini bisa membuat lawan bicara merasa kurang nyaman bahkan memicu konflik.Intinya, hindari apapun yang terkesan menyerang, kontroversial, dan memunculkan rasa tidak nyaman. Ketika akan memberikan respons, berikan komentar yang aman. Terlebih apabila percakapan dilakukan dengan orang asing yang baru pertama kali ditemui.

Pembicaraan yang bagus bukan hanya bergantung pada satu orang. Harus ada timbal balik di antara orang-orang yang terlibat dalam percakapan. Di sini pula pentingnya untuk bergantian antara berbicara dan mendengarkan. Jangan sampai ada satu orang yang mendominasi percakapan hingga membuat lawan bicaranya jengah.Tak kalah penting, coba mulai pertanyaan yang terbuka dan tidak harus dijawab dengan “ya” atau “tidak” saja. Open-ended question semacam ini akan membantu membuat percakapan terus mengalir.Catatan dari SehatQJika sudah menguasainya, ini akan menjadi skill penting dalam membangun koneksi sosial pada berbagai konteks. Mungkin sulit memulainya terutama bagi yang kerap diberi label pemalu atau memiliki gangguan kecemasan. Namun, terus berlatih adalah kunci untuk merasa nyaman berbicara dengan orang lain.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kapan seseorang dikatakan memiliki gangguan kecemasan saat berkomunikasi dengan orang lain, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalmenjalin hubunganpola hidup sehat
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/how-to-start-a-conversation-4582339
Diakses pada 25 Maret 2021
Psychological Science. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0956797610362675
Diakses pada 25 Maret 2021
Springer Link. https://link.springer.com/article/10.1007%2FBF00288216 
Diakses pada 25 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait