Cara Memuaskan Diri Sendiri yang Merugikan, pada Penderita Gangguan Kepribadian Ambang

Cara memuaskan diri sendiri penderita gangguan kepribadian ambang sering merugikan, karena memiliki emosi yang tidak stabil
Kesepian berkepanjangan pada penderita gangguan kepribadian ambang, memicu cara memuaskan diri sendiri yang merugikan

Penderita gangguan mental bisa menunjukkan perilaku yang berbeda, dibanding orang-orang kebanyakan. Hal ini pun berlaku bagi para penderita gangguan kepribadian ambang, yang senantiasa merasa kesepian dan kerap berperilaku impulsif. Hal ini membuat mereka memiliki cara memuaskan diri sendiri yang berbeda, dan dapat merugikan diri sendiri.

Gangguan kepribadian ambang ditandai oleh suasana hati dan hubungan yang tidak stabil, pada penderitanya. Orang dengan gangguan kepribadian ini, akan sulit mengatur emosi, sehingga terus merasa emosional dalam waktu yang lama. Gangguan ini biasanya dialami penderitanya usia awal 20-an.

[[artikel-terkait]]

Perilaku dan cara memuaskan diri sendiri pada penderita gangguan kepribadian ambang

Salah satu ciri atau gejala khas, yang dirasakan oleh penderita gangguan kepribadian ambang, adalah perasaan kosong atau hampa yang kronis. Penderitanya merasa cepat bosan, dan akan selalu mencari pelarian.

Karakteristik lain dari penderita gangguan kepribadian ambang adalah impulsivitas yang parah, atau melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang. Sebuah riset yang dimuat di Journal of Personality Disorders melaporkan, perilaku impusif tersebut merupakan cara penderitanya, untuk mendapatkan kepuasan dalam waktu yang singkat.

Beberapa contoh dari cara memuaskan diri sendiri, pada penderita gangguan ambang, yaitu:

  • Melukai diri sendiri (self-mutilation)

Perilaku melukai diri sendiri, atau self-mutilating, kerap ditunjukkan oleh penderita gangguan kepribadian ambang. Perilaku ini dilakukan dengan sengaja, dan tentu dapat merugikan penderitanya.

Beberapa contoh dari perilaku melukai diri sendiri yakni menyayat kulit, membakar bagian tubuh, menusuk kulit dengan jarum, atau mencakar kulit dengan kuat.

  • Melakukan praktik seks yang tidak aman

Orang-orang dengan gangguan kepribadian ambang kerap melakukan seks tidak aman, akibat sifat gejala impulsif yang mereka miliki. Penderitanya juga mempraktikan seks bebas, dengan sering berganti pasangan.

Perilaku seks tidak aman tersebut, berkaitan dengan karakteristik penderitanya, yang sering merasa hampa, kosong, bosan, atau kesepian.

  • Membelanjakan uang berlebihan tanpa perencanaan

Mengeluarkan uang secara berlebihan, merupakan perilaku impulsif yang kerap dilakukan penderita gangguan kepribadian ambang. Membelanjakan uang ini dapat berupa berjudi, maupun membeli barang yang tidak diperlukan.

Sebuah studi di Amerika Serikat melaporkan, gangguan kepribadian ambang juga memiliki keterkaitan dengan gangguan belanja kompulsif. Penderita gangguan belanja kompulsif tidak mampu menahan diri, untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

  • Melakukan kekerasan fisik

Penderita gangguan kepribadian ambang memiliki rasa amarah yang kuat. Impulsivitas, yang kerap dialami para penderitanya, dapat membuat mereka menjadi agresif secara fisik ke orang lain.

Kekerasan fisik, yang mungkin dilakukan oleh penderita gangguan ini, dipicu oleh gangguan mental lain yang dialami secara bersamaan. Sebab, penderita gangguan kepribadian ambang, juga cenderung mengalami gangguan lain dalam waktu yang sama, seperti gangguan cemas, gangguan bipolar, gangguan kepribadian antisosial, dan gangguan penyalahgunaan zat tertentu.

Selain cara memuaskan diri sendiri di atas, penderita gangguan kepribadian ambang juga mungkin melakukan tindakan impulsif lain. Misalnya, mencurahkan perasaan berlebihan, makan dengan berlebihan (binge eating), merusak barang di sekitarnya, atau mengancam untuk melukai orang lain.
Berbagai perilaku para penderita gangguan kepribadian ambang tersebut, bisa jadi menjadi cara

mereka untuk mengatasi emosi yang tidak stabil tersebut. Cara memuaskan diri sendiri itu, mungkin dapat membuat mereka lega. Namun, sifatnya hanya sesaat.

Berkonsultasi dengan dokter

Jika Anda merasa memiliki gejala tertentu, seperti merasa hampa berkepanjangan, mood yang berganti dengan cepat, atau merasa takut diabaikan, segera cari bantuan medis. Salah satunya, melalui konsultasi dengan dokter. Sebab, kondisi tersebut dapat menjadi gejala gangguan kepribadian ambang.

Anda dan orang terdekat, juga sangat dianjurkan untuk mencari bantuan dari ahli kesehatan mental, apabila melakukan tindakan-tindakan impulsif di atas.

Artikel Terkait

Banner Telemed