Agar bayi bisa minum susu formula dengan baik, gendonglah ia mendekati tubuh Anda.
Memberikan susu formula untuk bayi baru lahir, bukanlah sesuatu harus dihindari sama sekali.

ASI memang merupakan asupan terbaik bagi bayi yang baru lahir. Namun, ada berbagai kondisi yang menyebabkan seorang ibu tidak bisa memberikannya. Sehingga, alternatif lain yang terbaik adalah dengan memberikannya susu formula untuk bayi baru lahir.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memberikan sufor untuk Si Kecil. Mulai dari memilih susu yang cocok, hingga mengukur takaran susu yang diberikan, berikut ini tips yang bisa Anda ikuti.

[[artikel-terkait]]

Tips memberikan susu formula untuk bayi baru lahir

Agar pemberian susu formula untuk bayi baru lahir dapat berjalan dengan lancar, berikut ini beberapa tips yang bisa Anda ikuti.

1. Pilih susu formula yang baik

Untuk memilih susu formula yang baik bagi bayi yang baru lahir, beberapa hal di bawah ini perlu diperhatikan.

  • Pilih susu formula yang berbahan dasar susu sapi. Jika bayi alergi, Anda dapat memilih susu formula dengan bahan dasar lainnya.
  • Pilih susu yang kandungan proteinnya tidak terlalu banyak. Hal ini untuk mengurangi risiko bayi mengalami kelebihan berat badan, di kemudian hari.
  • Hanya gunakan susu dengan formula khusus seperti kedelai atau tanpa laktosa, jika direkomendasikan dokter.

Anda juga perlu memperhatikan, banyak susu formula bayi yang bertuliskan mengandung whey atau casein. Keduanya merupakan jenis protein utama di susu formula dan ASI.

Saat memilih susu formula untuk bayi baru lahir, pilihlah yang mengandung whey. Umumnya, susu tersebut akan bertuliskan dapat diminum oleh bayi baru lahir. Susu yang mengandung casein, hanya boleh diberikan untuk bayi berusia enam bulan ke atas.

2. Persiapan memberikan susu formula

Setelah memilih susu yang cocok, langkah berikutnya adalah menyiapkan susu tersebut. Berikut tips yang bisa Anda ikuti.

  • Cuci tangan dan bersihkan area dapur yang digunakan sebagai tempat membuat susu.
  • Rendam botol susu di air mendidih selama lima menit, saat akan digunakan untuk pertama kali. Selain itu, cuci botol dengan air sabun hangat selama satu menit, setiap selesai digunakan.
  • Saat membuka kaleng susu, bersihkan dulu permukaannya dari debu.
  • Jangan tempatkan sendok basah di dalam kaleng susu.
  • Sebaiknya, gunakan air yang sudah dididihkan untuk membuat susu, lalu tunggu hingga dingin, agar terjamin kebersihannya.
  • Jangan hangatkan botol di microwave, karena bisa berbahaya bagi bayi. Untuk menghangatkan botol susu, rendam botol dengan air hangat atau gunakan penghangat botol khusus.

3. Takaran susu yang diberikan

Bayi yang baru lahir umumnya akan mengonsumsi susu sebanyak 60-90 mL sekali minum. Sementara itu pada akhir bulan pertama, konsumsi akan naik menjadi sekitar 120 mL, per satu kali minum.

Saat bayi memasuki usia enam bulan, ia akan minum kurang lebih sebanyak 180-240 mL, per satu kali minum.

4. Jadwal pemberian susu

Bayi baru lahir umumnya akan minum setiap tiga atau empat jam sekali. Jika bayi Anda tertidur saat jadwal minum susu, bangunkan bayi dan coba dekatkan botol susu ke mulutnya.

Saat memasuki usia satu bulan, bayi umumnya akan minum setiap empat jam sekali. Memasuki usia enam bulan, bayi mulai minum susu empat hingga lima kali sehari.

Susu formula dicerna dengan cara yang berbeda dari ASI

Tinja pada bayi yang minum susu formula, akan berbeda dengan bayi yang minum ASI. Sehingga, Anda tidak perlu panik jika kotoran yang keluar terlihat berwarna lebih gelap, lebih kental, dan lebih berbau.

Langkah-langkah membantu Si Kecil minum susu formula

Saat memberikan susu formula untuk bayi baru lahir, Anda perlu melakukan langkah-langkah yang tepat berikut ini, agar bayi dapat minum dengan tenang dan tidak tersedak seperti.

  • Gendong atau posisikan bayi dekat dengan Anda. Posisikan kepala bayi agar lebih tinggi dari tubuhnya. Tempatkan penyangga untuk kepala, sehingga bayi lebih mudah menelan susu.
  • Jangan paksa bayi untuk buru-buru menghabiskan susu. Biarkan bayi menentukan sendiri seberapa cepat atau lambat ia ingin meminum susunya.
  • Posisikan botol dengan benar. Pegang botol sehingga sebagian besar bagian dot berada di dalam mulut bayi, dan pastikan ujung dot penuh dengan susu. Jika ujung dot tidak penuh susu, bayi bisa menelan udara, sehingga membuatnya kembung.
  • Buat bayi sendawa setelah minum susu. Jika Anda merasa ada banyak gas di dalam tubuh Si Kecil, lakukan ini setelah ia menghabiskan setengah botol susu.
  • Jangan biarkan bayi minum susu saat tidur. Kebiasaan ini bisa menyebabkan gigi berlubang di kemudian hari.

Memberikan susu formula untuk bayi baru lahir, bukanlah sesuatu yang sama sekali harus dihindari. Diskusikan dengan dokter Anda, mengenai jenis susu yang paling tepat sesuai kondisi kesehatan Si Kecil.

Artikel Terkait

Banner Telemed