Cara Memilih Celana Dalam Wanita yang Sehat dan Nyaman

(0)
Memilih celana dalam wanita yang sehat dan nyaman merupakan hal yang pentingCelana dalam dari bahan katun cenderung lembut, ringan, dan sangat nyaman digunakan sehari-hari
Memiliki celana dalam wanita yang sehat merupakan hal yang penting. Dengan ini, Anda akan merasa lebih nyaman dalam beraktivitas. Sebab, jika Anda pernah mengalami vagina gatal atau infeksi, bisa jadi ini karena Anda tidak tepat dalam memilih celana dalam wanita. 

Cara memilih celana dalam wanita yang sehat dan nyaman

cara memilih celana dalam wanita yang sehat dan nyaman
Memilih celana dalam wanita yang sehat dapat mencegah Anda dari risiko infeksi
Model celana dalam wanita yang cantik dan menarik memang dapat meningkatkan rasa percaya diri. Tak ayal bila warna dan model kerap menjadi hal yang paling utama dalam memilih celana dalam wanita. Akan tetapi, penting untuk memerhatikan bahan celana dalam wanita. Pasalnya, memilih celana dalam wanita yang sehat dan nyaman dapat membantu mengurangi risiko infeksi atau gangguan pada organ intim Anda. Maka dari itu, saat memilih pakaian dalam, khususnya celana dalam wanita, ada beberapa hal yang sebaiknya menjadi pertimbangan Anda, yaitu:

1. Pilih celana dalam wanita berbahan katun

Salah satu cara memilih celana dalam wanita yang sehat adalah yang terbuat dari bahan katun. Celana dalam dari bahan katun cenderung lembut, ringan, dan sangat nyaman digunakan sehari-hari. Selain dapat memberi ruang bagi organ intim untuk bertukar udara, bahan katun mampu menyerap keringat pada area organ intim. Dengan ini, kelembapan pada area organ intim dapat berkurang dan mencegah risiko gangguan kesehatan, seperti infeksi jamurHindari menggunakan celana dalam wanita dari serat sintetis, seperti nilon, polyester, atau spandeks. Pasalnya, bahan-bahan celana dalam wanita ini dapat menjebak udara panas di area organ intim sehingga meningkatkan risiko iritasi dan tumbuhnya jamur.

2. Jangan pilih celana dalam wanita yang terlalu ketat

Cara memilih celana dalam wanita berikutnya yang tak kalah penting adalah tidak terlalu ketat. Celana dalam wanita yang terlalu ketat atau longgar dapat menimbulkan iritasi pada vagina dan vulva. Celana dalam wanita model G-string atau thong, misalnya, memang dapat memberikan kesan seksi dan menggoda. Namun, menggunakannya terus-menerus dapat meningkatkan efek negatif pada vagina Anda. Gesekan yang disebabkan oleh tali G-string dapat menyebabkan bakteri menempel pada area bokong sehingga meningkatkan risiko luka dan infeksi kulit pada area anus Anda. Selain itu, menggunakan celana dalam wanita yang ketat dari bahan sintetis terlalu lama dapat membuat area organ intim jadi lecet dan kemerahan. Oleh karena itu, penting untuk memilih celana dalam wanita yang nyaman. 

3. Hindari celana dalam wanita model G-string, thong, atau berenda

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, walaupun celana dalam renda dapat memberi kesan seksi dan menggoda, model celana dalam wanita ini dapat memicu iritasi dan peradangan di sekitar area kulit bokong. Terlebih jika Anda menggunakannya terlalu lama atau terlalu sering. Hal ini berlaku pula untuk jenis celana dalam wanita model G-string atau thongYa, meski belum ada hasil penelitian ilmiah yang membuktikan thong dapat membahayakan kesehatan organ wanita atau meningkatkan risiko infeksi, seperti infeksi jamur, vaginosis bakteri, dan infeksi saluran kemih, pada area organ intim, bahan celana dalam ini terbuat dari serat sintetis dan ketat yang bisa meningkatkan risiko luka pada rektum.

Pentingnya menjaga kebersihan celana dalam agar organ intim tetap sehat

Tak hanya mengetahui cara memilih celana dalam wanita yang sehat dan tepat, Anda juga perlu mencermati cara menjaga kebersihan celana dalam untuk kesehatan organ intim. Pasalnya, cara menjaga kebersihan celana dalam dapat memengaruhi kesehatan organ intim Anda. Oleh sebab itu, berikut adalah hal yang perlu diketahui mengenai cara menjaga kebersihan celana dalam agar organ intim tetap sehat. 

1. Tidak pakai celana dalam saat tidur

Tidak menggunakan celana dalam saat tidur mungkin masih menjadi perdebatan di kalangan beberapa orang. Sebab, kebanyakan wanita mungkin menggunakan celana dalam saat tidur dan menggantinya pada keesokan harinya. Padahal, menurut seorang ahli obstetri dan ginekologi, tidak menggunakan celana dalam saat tidur bisa menjadi cara menjaga kesehatan organ intim wanita. Ini karena tidak mengenakan celana dalam saat tidur di malam hari bisa memberikan ruang bernapas pada area vagina. Nah, cara ini diyakini mampu menjaga kelembapan vagina, serta mencegahnya dari perkembangan bakteri. Terlebih bagi wanita yang memiliki masalah pada vagina, seperti keputihan atau nyeri, tidak menggunakan celana dalam saat tidur bisa menjadi alternatif yang bisa dilakukan. Namun, jika Anda belum terbiasa untuk tidak mengenakan celana dalam saat tidur di malam hari, Anda bisa memilih menggunakan sepasang pakaian tidur atau piyama berpotongan longgar. 

2. Cuci celana dalam dengan sabun hypoallergenic

Pentingnya cara memilih celana dalam wanita juga perlu diimbangi dengan menjaga kebersihan celana dalam dengan tepat. Salah satunya dengan mencuci celana dalam menggunakan sabun hypoallergenic atau tidak rentan menyebabkan reaksi alergi. Pasalnya, celana dalam akan bersentuhan dengan area kewanitaan yang paling sensitif. Pemilihan sabun yang salah dapat memicu iritasi pada vulva dan vagina, gatal-gatal, hingga reaksi alergi. Selain itu, penting pula untuk memisahkan cara mencuci celana dalam yang sudah terkontaminasi cairan tubuh anggota keluarga yang sedang sakit. 

3. Ganti celana dalam setahun sekali

Untuk menjaga kesehatan organ intim, Anda disarankan untuk mengganti celana dalam wanita dengan yang baru, paling tidak satu tahun sekali. Anda mungkin tidak akan menyangka bahwa celana dalam yang bersih mungkin terdapat 10.000 bakteri. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang terdapat pada mesin cuci. Menurut seorang dosen mikrobiologi dan patologi dari New York University, Amerika Serikat, pada area kulit yang dikenakan celana dalam umumnya terdapat bakteri Escherichia coli (E. Coli).Jadi, walaupun area kulit dan celana dalam tersebut sudah dibersihkan berulang kali, bakteri E. Coli akan tetap terus ada. Maka dari itu, penting untuk rutin mengganti celana dalam paling tidak satu tahun sekali.Memilih celana dalam wanita yang sehat dan tepat memang merupakan hal yang pentng. Pasalnya, cara ini dapat membantu mengurangi risiko infeksi atau gangguan pada organ intim Anda. Jadi, sudahkah Anda memilih celana dalam wanita yang sehat dan tepat? 
kesehatan organ intimorgan intim wanitakesehatan vagina
Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/underwear-hygiene#9
Diakses pada 31 Juli 2020
Health. https://www.health.com/sexual-health/best-underwear-vagina
Diakses pada 31 Juli 2020
Health. https://www.health.com/condition/yeast-infection/6-underwear-rules-every-woman-should-live-by
Diakses pada 31 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait